Booth pameran kini tidak lagi dipandang sebagai etalase biasa. Di tengah persaingan brand lokal yang semakin rapat, ruang fisik justru makin sering dipakai untuk membentuk kesan, menyampaikan karakter, dan membuat merek lebih mudah diingat.
Perubahan cara pandang itu terlihat kuat di industri kreatif Indonesia, yang telah menyumbang lebih dari Rp1.500 triliun terhadap produk domestik bruto nasional. Saat audiens terbiasa dengan pengalaman yang visual dan interaktif, brand dituntut hadir dengan identitas yang lebih tegas, termasuk lewat material interior yang dipilih untuk sebuah ruang.
Ruang fisik berubah jadi medium komunikasi
Di banyak creative marketplace, fungsi ruang bergeser jauh dari sekadar tempat transaksi. Pengunjung sekarang tidak hanya melihat produk, tetapi juga membaca pesan visual yang dibangun dari desain ruang, material, dan aktivitas yang berlangsung di dalamnya.
Situasi ini membuat interior ikut masuk ke ranah branding. Material tidak lagi berhenti sebagai unsur teknis, melainkan menjadi bagian dari cara brand bercerita dan menampilkan nilai yang ingin ditonjolkan.
Pergeseran tersebut juga tampak dalam brightspotCITY 2026 yang berlangsung pada 27–31 Mei dan 4–7 Juni 2026 di Agora Lifestyle Mall, Thamrin Nine, Jakarta Pusat. Ajang ini mempertemukan brand lokal, komunitas kreatif, dan pelaku industri dalam satu ruang yang menonjolkan identitas visual sekaligus pengalaman pengunjung.
Material ikut membangun narasi brand
Melalui keikutsertaannya di brightspotCITY 2026, TACO menghadirkan solusi interior seperti HPL, flooring, dan PVC board. Material itu dipakai untuk booth tenant, instalasi kreatif, hingga titik interaksi pengunjung.
Kehadiran material tersebut memperlihatkan bahwa fungsi interior sudah meluas. Bagi brand di sektor fashion, lifestyle, dan produk kreatif, booth pameran kini juga berperan sebagai ruang komunikasi yang membantu merek menyampaikan identitas secara lebih personal.
Desain booth akhirnya bukan hanya soal tampilan. Di dalam ruang yang padat pengunjung, desain menjadi cara untuk membangun kesan dan membedakan satu brand dari brand lain.
Kolaborasi untuk mendorong ide yang lebih kuat
Chief Marketing Officer TACO, Anastasia Tirtabudi, menilai brightspotCITY telah berkembang menjadi ruang kreatif yang mempertemukan berbagai pelaku industri agar terkoneksi secara lebih nyata. Ia juga menekankan bahwa pertemuan langsung tetap penting di era digital karena ide dan relasi masih perlu dibangun lewat interaksi tatap muka.
Dorongan serupa juga datang dari sisi penyelenggara. Founder Brightspot Market, Anton Wirjono, menilai kerja sama antara pelaku kreatif dan industri pendukung makin dibutuhkan, dan Brightspot terus membuka ruang bagi kolaborasi yang relevan serta berkelanjutan.
Untuk memperkuat eksplorasi itu, TACO menghadirkan program Best Booth Challenge bagi para tenant brightspotCITY. Program ini meminta tenant mengembangkan konsep booth kreatif dengan menerapkan minimal satu produk TACO dalam desain mereka.
Booth dengan konsep paling inovatif mendapat apresiasi berupa hadiah uang tunai, material produk TACO, dan kesempatan memperoleh satu booth gratis pada penyelenggaraan Brightspot berikutnya. Skema itu menunjukkan bagaimana kolaborasi dapat mendorong pelaku kreatif menghasilkan ide yang lebih kuat secara visual.
Pengalaman ruang berlanjut ke ranah digital
Eksplorasi material tidak berhenti di area acara. Lewat aktivasi TACO Spotted, pengunjung diajak menjelajahi booth tenant, memotret area favorit yang menggunakan material TACO, lalu mengunggahnya untuk mendapatkan hadiah menarik.
Aktivasi itu membuat pengalaman ruang meluas ke media sosial. Dengan begitu, komunikasi brand tidak hanya terjadi di lokasi pameran, tetapi juga bergerak ke audiens yang lebih luas lewat unggahan pengunjung.
Pengunjung juga bisa datang ke TACO Tower untuk memperoleh merchandise kolaborasi TACO x brightspotCITY. Selain itu, tersedia aktivitas dekorasi bag charm yang menambah pengalaman langsung di luar sekadar melihat booth.
Source: mediaindonesia.com




