Bocoran Nova Lake Ungkap Cache 288MB, Intel Siap Menekan AMD di Gaming

Rumor soal Intel Nova Lake mulai menarik perhatian karena bukan hanya membawa jumlah inti besar, tetapi juga cache yang disebut sangat agresif untuk kelas desktop premium. Bocoran terbaru bahkan menyebut model tertingginya bisa mencapai 288MB cache, angka yang langsung menempatkannya di jalur persaingan sengit dengan AMD di pasar prosesor gaming.

Jika informasi itu benar, Intel sedang menyiapkan pendekatan yang sangat serius untuk mengejar area yang selama ini sering menjadi kekuatan AMD, terutama pada perangkat yang diburu karena performa game. Di segmen seperti ini, cache besar sering memberi pengaruh langsung pada respons sistem dan kestabilan frame rate, sehingga setiap tambahan kapasitas bisa berdampak besar pada pengalaman bermain.

Langkah Intel yang lebih agresif

Laporan yang dikutip VideoCardz dari leaker di X, Jaykihn0, menyebut chip paling atas Nova Lake akan hadir dengan total 52 inti CPU. Dari jumlah itu, ada 16 performance core, yang menurut bocoran menjadi kali pertama Intel menghadirkan lebih dari delapan P-core dalam satu flagship.

Susunan ini menunjukkan bahwa Intel tidak bergerak hanya untuk mengejar angka inti yang besar di atas kertas. Fokusnya juga tampak diarahkan ke performa yang terasa nyata saat game berjalan maupun saat sistem menghadapi beban kerja berat secara bersamaan.

Cache yang membuat AMD ikut tertekan

Bagian yang paling menyita perhatian justru berada pada kapasitas cache. Model teratas Nova Lake dikabarkan membawa 288MB cache, sedangkan AMD Ryzen 9 9950X3D2 disebut memiliki 192MB.

Selisih 96MB itu tergolong besar untuk ukuran prosesor desktop premium. Karena AMD selama beberapa waktu terakhir dikenal kuat lewat pendekatan cache besar di segmen gaming, rumor ini membuat posisi Intel terlihat jauh lebih ofensif dari generasi sebelumnya.

Rincian varian lain ikut muncul

Bocoran Jaykihn0 tidak berhenti pada model puncak saja. Beberapa varian Nova Lake lain juga disebut membawa kapasitas cache yang masih sangat besar, meski berbeda-beda sesuai kelas produknya.

Urutan kapasitas yang disebut dalam bocoran tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Model 40 inti: 264MB cache
  2. Model 24 inti: 144MB cache
  3. Model 18 inti: 132MB cache
  4. Model 18 inti entry-level: 108MB cache

Pola ini memberi gambaran bahwa Intel tampaknya menyiapkan keluarga Nova Lake dengan pembagian cache yang tetap besar di banyak kelas. Artinya, pengguna tidak hanya disodori satu model ekstrem, tetapi juga beberapa pilihan yang tetap kuat di kelasnya masing-masing.

Cara Intel membagi cache di dalam chip

Selain angka total, bocoran tersebut juga menyinggung cara Intel membagi cache antar-klaster. Setiap klaster yang berisi empat performance core disebut mendapat dua klaster L3 cache bersama berukuran 12MB.

Sementara itu, tiap klaster yang berisi tiga efficiency core dikabarkan memperoleh 12MB cache. Susunan ini menunjukkan Intel ingin menjaga respons sistem saat beban kerja berubah-ubah, termasuk saat prosesor harus menangani banyak proses dalam waktu bersamaan.

Dalam konteks gaming, pembagian seperti ini bisa membantu saat sistem membutuhkan respons yang cepat dan stabil. Itu menjadi salah satu alasan mengapa rumor Nova Lake langsung terasa penting bagi pasar prosesor kelas atas.

Nama khusus untuk model ber-cache besar

Intel juga disebut menyiapkan penamaan khusus agar lini ber-cache besar lebih mudah dibedakan dari model reguler. Dalam bocoran itu, akhiran “D” akan digunakan untuk lini menengah dan atas, seperti Core Ultra 7 400D dan Core Ultra 9 400D.

Untuk model tertinggi, akhiran “DX” disebut akan dipakai pada Core Ultra 400DX. Skema ini memperlihatkan bahwa Intel ingin memposisikan chip ber-cache besar sebagai lini tersendiri yang benar-benar diarahkan untuk performa gaming tinggi, bukan sekadar varian tambahan.

Sampai saat ini, Intel belum memberi konfirmasi resmi atas bocoran tersebut. Namun, bila angka 288MB cache benar-benar hadir di pasar, Nova Lake berpotensi menjadi salah satu prosesor desktop paling menarik untuk dipantau karena langsung menantang posisi AMD di segmen gaming kelas atas.

Baca Juga

Back to top button