ASUS ExpertBook Ultra tidak sekadar mencoba jadi laptop bisnis yang ringan. Model ini justru dibangun untuk membawa beban kerja berat ke bodi yang hanya berbobot 0,99 kg, sehingga mobilitas tinggi tidak harus mengorbankan tenaga.
Pendekatan itu membuat ExpertBook Ultra menarik bagi profesional, kreator, dan pemimpin perusahaan yang membutuhkan perangkat tipis untuk kerja harian yang padat. ASUS menempatkannya sebagai laptop bisnis flagship dengan kombinasi performa AI, daya tahan, dan fitur enterprise dalam format yang sangat ringkas.
Untuk menjaga bodinya tetap kuat, ASUS memakai material magnesium-aluminium AZ31B kelas aerospace. Bagian luar juga dilengkapi ASUS Nano Ceramic Technology yang disebut memiliki tingkat kekerasan hingga 9H, atau lima kali lebih kuat dibanding standar laptop konvensional.
Lapisan bodinya dibuat anti noda dan anti abrasi, sehingga tampilannya tetap premium meski sering dibawa bepergian. Varian POLED dari ExpertBook Ultra sendiri hadir dengan ketebalan 10,9 mm, yang ikut memperkuat kesan tipis dan mudah masuk ke tas kerja.
Di sisi mesin, ASUS menyematkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9-388H Series 3. Laptop ini juga membawa NPU 50 TOPS dengan total kemampuan pemrosesan AI platform hingga 180 TOPS.
Kapasitas itu ditujukan untuk menangani pekerjaan berat seperti editing video 4K, rendering 3D, virtual machine, analisis data, hingga pemrosesan AI generatif secara lokal. Dengan begitu, banyak tugas bisa dijalankan tanpa bergantung penuh pada cloud.
ASUS juga menyiapkan sistem pendingin ExpertCool Pro agar TDP CPU 50W tetap stabil tanpa throttling. Di sektor grafis, perangkat ini menggunakan Intel Arc B390 terintegrasi dengan 12 Xe Cores, yang dalam pengujian tertentu diklaim mampu melampaui performa NVIDIA RTX 4050 pada TGP 30W.
Agar performa tetap konsisten saat membuka banyak aplikasi, ExpertBook Ultra dibekali RAM LPDDR5X hingga 64GB dengan kecepatan 9600 MT/s. Penyimpanan internalnya memakai SSD PCIe Gen 5 x4 NVMe hingga 2TB.
Kecepatan SSD tersebut diklaim mencapai baca 14.090 MB/s dan tulis 8.313 MB/s. Kombinasi ini membuat booting sistem, loading aplikasi berat, dan transfer file video berukuran besar berlangsung lebih cepat.
Untuk kebutuhan visual, ASUS memasang layar sentuh 14 inci 3K Tandem OLED dengan resolusi 2880 x 1800 piksel. Panel ini mendukung refresh rate adaptif 30Hz hingga 120Hz, serta memiliki kecerahan HDR hingga 1400 nits dan konsumsi daya 40 persen lebih hemat dibanding OLED biasa.
Layar tersebut juga mendukung 100 persen DCI-P3 dan akurasi warna Delta E < 1. ASUS menambahkan Corning Gorilla Glass Matte dan teknologi anti-glare, dengan klaim pantulan cahaya bisa berkurang hingga 80 persen agar mata lebih nyaman saat bekerja lama.
Dari sisi daya, laptop ini memakai baterai 70Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 26 jam. Pengisian cepatnya disebut dapat mencapai 50 persen dalam 30 menit, dan pengisian daya juga fleksibel lewat USB-C dengan dukungan 5V hingga 20V.
Untuk konektivitas, ExpertBook Ultra menyediakan Thunderbolt 4, USB-A, HDMI 2.1, dan audio jack 3,5mm tanpa perlu dongle tambahan. ASUS juga melengkapinya dengan Dolby Atmos 6-speaker, keyboard spill-resistant dengan key travel 1,5 mm, serta touchpad haptic berbahan kaca berukuran besar.
Faktor keamanan menjadi bagian penting lain dari perangkat ini. ExpertBook Ultra mendukung NIST SP 800-193, Microsoft Secured-Core PC, TPM 2.0, dan BIOS self-healing, ditambah fingerprint sensor serta Windows Hello IR facial recognition.
ASUS turut menyertakan MyExpert AI yang menghadirkan AI ExpertMeet, Knowledge Hub, dan File Search tanpa biaya langganan tambahan. Dengan kombinasi bobot sangat ringan, baterai panjang, layar OLED, dan tenaga AI besar, ExpertBook Ultra diposisikan sebagai laptop bisnis yang ingin menghadirkan kelas workstation dalam format yang jauh lebih praktis.
Source: id.mashable.com