Membeli BMW X5 bekas tidak cukup hanya melihat status premiumnya. Pada beberapa tahun produksi, SUV ini justru menyimpan catatan keluhan yang tinggi dan risiko biaya perawatan yang besar.
Hal itu terlihat dari data keluhan National Highway Traffic Safety Administration yang diolah melalui Vinitel. Untuk BMW X5 dari model tahun 2000 hingga 2026, tercatat 4.362 keluhan, dengan pola yang menunjukkan generasi kedua sebagai titik yang paling rawan.
Generasi X5 dan tingkat risikonya
BMW X5 hadir dalam empat generasi utama, dan masing-masing membawa karakter risiko yang berbeda. E53 mencakup model tahun 2000-2006, E70 berjalan pada 2007-2013, F15 hadir pada 2014-2018, sedangkan G05 dimulai pada 2019-2026.
Bagi pembeli mobil bekas, pembagian ini penting karena X5 yang lebih baru umumnya memiliki catatan keluhan yang lebih rendah. Meski begitu, unit yang lebih muda tetap tidak otomatis bebas dari masalah.
Tahun yang patut diwaspadai
Kelompok yang paling lemah ada pada generasi kedua. Model tahun 2010 mencatat jumlah recall terbanyak, yakni 22, sehingga periode ini layak dipertimbangkan ulang sebelum dibeli.
Tahun 2008 dan 2011 juga menonjol karena memiliki tingkat keluhan tertinggi pada model tertentu. Pada periode itu, BMW memperkenalkan mesin turbo baru yang sensitif jika perawatannya tidak disiplin.
Ada pula titik lemah lain pada sistem pendingin. Untuk model 2008 dengan mesin 3.0 liter, recall juga terkait PCV valve heater, sementara sebagian masalah lain berasal dari isu yang lebih luas seperti airbag Takata yang memengaruhi banyak merek.
Pilihan yang relatif lebih aman
Tidak semua X5 lawas masuk daftar yang sebaiknya dihindari. Beberapa unit masih berada di kategori menengah, artinya tetap punya keluhan tetapi tidak separah tahun-tahun terburuk.
Generasi ketiga menunjukkan peningkatan yang jelas dibanding dua generasi awal. X5 pada periode ini tetap memerlukan perhatian, tetapi tingkat komplainnya jauh lebih rendah daripada E53 dan E70.
Di antara model yang dibahas, tahun 2000 dan 2005 disebut sebagai pilihan terbaik untuk generasi pertama. Namun usia kendaraan tetap menjadi pertimbangan besar karena unit setua itu hampir pasti membutuhkan perawatan tambahan.
Untuk model yang lebih baru, 2023 memiliki tingkat keluhan terendah sejauh ini. Meski begitu, model ini sempat terkena recall pada gigi transmisi yang bisa macet, walau jumlah unit yang terdampak disebut sangat kecil.
Mesin yang lebih masuk akal untuk diburu
BMW X5 generasi lebih baru juga memakai mesin enam silinder B58 yang mulai menggantikan N55 di banyak model besar BMW sejak 2015. Mesin ini dinilai lebih andal dibanding turbo six-cylinder BMW yang lebih tua.
Sebaliknya, pembeli X5 bekas sebaiknya menghindari unit bermesin V8 dengan mesin N63 jika ingin menekan risiko. Mesin ini memang bertenaga dan halus, tetapi dikenal bermasalah pada konsumsi oli berlebih, timing chain yang memanjang, dan komponen yang mudah terpapar panas.
Biaya servis tetap menentukan
Masalah pada BMW X5 bekas tidak berhenti di urusan teknis. Bahkan model yang relatif lebih baik, seperti 2017, masih tercatat memiliki biaya perbaikan tahunan sekitar $1,134 menurut RepairPal.
Karena itu, inspeksi profesional sebelum membeli menjadi langkah penting. X5 dengan jarak tempuh rendah dan riwayat servis lengkap jauh lebih masuk akal, terutama karena mobil ini rentan diabaikan pemilik sebelumnya dan bisa memunculkan biaya besar di luar masa garansi.
Pada akhirnya, BMW X5 bekas yang paling aman bukan sekadar unit termurah atau paling tua. Pilihan yang paling rasional adalah yang punya catatan keluhan rendah, mesin yang lebih terbukti, dan riwayat perawatan yang terdokumentasi jelas.





