BMKG Ingatkan Hujan Bisa Turun Sejak Siang, Iduladha Di Sumatra Utara Tak Sepenuhnya Cerah

Bagi warga yang berencana menunaikan salat Iduladha, berkunjung ke keluarga, atau bepergian antardaerah di Sumatra Utara, cuaca tampaknya tidak akan sepenuhnya bersahabat. BMKG memprakirakan hujan dapat muncul bergantian dari siang, sore, malam, hingga dini hari di sejumlah wilayah.

Prakirawan Balai BMKG Wilayah I, Endah Paramitha, di Medan, Selasa, menjelaskan bahwa pagi hari masih cenderung cerah berawan. Namun, kondisi itu diperkirakan berubah ketika aktivitas masyarakat mulai padat pada siang hari.

Hujan berpotensi muncul di banyak wilayah

Pada siang dan sore hari, hujan ringan diprakirakan turun di Deli Serdang, Asahan, Karo, Gunung Sitoli, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Serdang Bedagai, Padang Lawas, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, serta Toba dan sekitarnya. Sebaran ini menunjukkan hujan dapat terjadi di wilayah daratan maupun kepulauan.

Memasuki malam hari, cuaca berawan masih berpeluang disertai hujan ringan hingga sedang di sebagian Sumatra Utara. Langkat dan sekitarnya menjadi salah satu wilayah yang diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang pada periode tersebut.

Dini hari juga belum sepenuhnya kering

Peluang hujan belum tertutup pada dini hari. BMKG menyebut hujan ringan hingga sedang masih bisa terjadi di beberapa wilayah, dengan Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan sebagai daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang.

Kondisi ini membuat aktivitas yang berlangsung hingga larut malam atau menjelang subuh tetap perlu memperhitungkan perubahan cuaca. Warga yang akan pulang kampung, menjemput keluarga, atau melintasi jalur darat disarankan memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca sejak awal.

Suhu, kelembaban, dan angin ikut memengaruhi kondisi harian

BMKG memperkirakan suhu udara di Sumatra Utara berada pada kisaran 15 hingga 33 derajat Celcius. Kelembaban udara diprakirakan mencapai 55 hingga 99 persen, sementara angin bertiup dari selatan ke timur laut dengan kecepatan 4 hingga 9 km per jam.

Gabungan faktor tersebut menandakan cuaca yang berubah-ubah sepanjang hari. Karena itu, rencana kegiatan di ruang terbuka sebaiknya dibuat lebih lentur agar tidak terganggu hujan yang datang di jam-jam berbeda.

Wilayah rawan diminta lebih waspada

Endah juga mengingatkan adanya potensi hujan intensitas sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang. Daerah yang perlu mendapat perhatian adalah lereng barat, pantai barat, lereng timur, dan pegunungan Sumatra Utara.

BMKG menyebut kondisi itu dapat memicu bencana hidrometeorologis seperti banjir, longsor, dan angin kencang. Peringatan ini penting bagi warga yang tinggal di wilayah rawan maupun mereka yang melintas di jalur antardaerah selama libur keagamaan.

Dengan potensi hujan yang muncul di beberapa waktu berbeda, masyarakat di Sumatra Utara diminta tetap memantau cuaca sebelum berangkat. Langkah itu dinilai membantu menjaga perjalanan dan aktivitas Iduladha tetap aman serta nyaman.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button