Changan menempatkan efisiensi sebagai nilai utama di dua model barunya, tetapi pendekatannya tidak dibuat seragam. CS75 Plus dan EADO generasi keempat sama-sama memakai teknologi BlueCore Hybrid, namun karakter keduanya dibedakan agar bisa menjawab kebutuhan yang tidak sama.
Di Auto China 2026, keduanya sekaligus menjadi ajang debut BlueCore Hybrid pada model global Changan. Langkah itu memperlihatkan bahwa pabrikan asal Tiongkok ini ingin membawa paket elektrifikasi yang tetap praktis, tanpa mewajibkan pengguna berurusan dengan pengisian daya eksternal.
EADO generasi keempat fokus pada konsumsi serendah mungkin
Untuk pemakaian harian, EADO generasi keempat diposisikan sebagai sedan hybrid yang sangat hemat energi. Changan mengklaim mobil ini mampu mencatat konsumsi bahan bakar mendekati 2–3 liter per 100 km dalam kondisi tertentu.
Efisiensi itu didukung oleh kombinasi mesin bensin dengan injeksi langsung bertekanan tinggi hingga 500 bar, motor listrik berdaya besar, dan baterai performa tinggi. Seluruh kerja sistem diatur oleh AI Cloud agar distribusi energi bisa menyesuaikan kondisi jalan dan gaya berkendara.
Changan juga menegaskan bahwa EADO tidak membutuhkan pengisian daya eksternal seperti plug-in hybrid. Dengan begitu, pengguna tetap bisa memperlakukannya seperti mobil konvensional, tetapi dengan efisiensi yang jauh lebih baik.
Efisiensi termal mesin EADO disebut mencapai sekitar 44 persen. Di pasar China, sedan ini dipasarkan mulai dari 79.000 Yuan hingga 94.900 Yuan.
CS75 Plus membawa pendekatan yang lebih serba bisa
Berbeda dari EADO, CS75 Plus generasi terbaru masuk ke segmen SUV dengan fokus pada tenaga, fleksibilitas, dan kenyamanan berkendara. Model ini memakai sistem hybrid BlueCore iDE-H yang memadukan mesin 1.5 liter turbo dengan dua motor listrik, yakni P1 dan P3.
Kombinasi itu memungkinkan CS75 Plus berjalan dalam beberapa mode, termasuk full electric saat melaju pelan. Saat tenaga tambahan dibutuhkan, mesin dan motor listrik bekerja bersama untuk memberi respons yang lebih kuat.
Changan menonjolkan efisiensi motor listriknya yang diklaim mencapai 98 persen. SUV ini juga memakai baterai berkapasitas sekitar 1,7 kWh untuk mendukung kerja sistem hybrid secara optimal.
Dari sisi penggunaan harian, CS75 Plus tetap diarahkan agar irit. Konsumsi bahan bakarnya dijaga di kisaran 3–4 liter per 100 km, sementara pengaturan energi dibantu manajemen berbasis AI, regenerative braking, dan integrasi sistem hybrid yang lebih halus.
BlueCore Hybrid jadi fondasi elektrifikasi Changan
Kehadiran dua model ini memperlihatkan posisi BlueCore Hybrid sebagai fondasi penting dalam strategi Changan. Teknologi tersebut dirancang untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi, performa, dan kenyamanan tanpa menuntut pengguna menyesuaikan diri dengan sistem pengisian daya eksternal.
Changan menyebut BlueCore Hybrid dibekali sejumlah keunggulan teknis, mulai dari injeksi langsung 500 bar, motor listrik berdaya tinggi dengan efisiensi hingga 98 persen, kontrol energi berbasis AI yang adaptif, hingga arsitektur iDE-H yang mendukung beragam mode berkendara. Seluruh paket itu ditujukan agar konsumsi bahan bakar tetap rendah, tetapi karakter mobil tetap praktis.
Pabrikan tersebut juga mengatakan teknologi BlueCore Hybrid sudah menjalani pengujian ekstensif hingga jutaan kilometer. Bagi Changan, pengujian itu penting untuk memastikan keandalan sistem di berbagai kondisi penggunaan, terutama saat teknologi hybrid makin menentukan daya tarik model baru.
Dengan CS75 Plus dan EADO generasi keempat, Changan kini punya dua wajah elektrifikasi yang berbeda arah. Satu menawarkan sedan harian yang sangat hemat, sementara yang lain menghadirkan SUV hybrid yang lebih kuat dan fleksibel untuk konsumen yang menginginkan paket lengkap dalam satu kendaraan.
Source: www.oto.com




