Permintaan maaf Sarwendah belum cukup meredam sorotan publik setelah konflik rumah tangganya dengan Ruben Onsu kembali melebar. Di tengah ramainya perbincangan, isu nafkah Rp200 juta, aset rumah gono-gini, dan respons anak mereka ikut membuat kasus ini jauh lebih kompleks dari sekadar video yang viral.
Pemicunya datang dari potongan siaran langsung Sarwendah yang tersebar di media sosial. Dalam cuplikan itu, ia terlihat emosional dan melontarkan kalimat kasar yang diduga ditujukan kepada Ruben Onsu, hingga memancing reaksi keras warganet.
Ungkapan “Gue juga nggak butuh duit lu anj*ng” menjadi bagian yang paling banyak disorot. Potongan kata-kata itu kemudian menghidupkan kembali perhatian publik pada hubungan keduanya yang memang sudah lama menjadi bahan pembicaraan.
Setelah unggahan itu ramai, Sarwendah menyampaikan klarifikasi lewat akun pribadinya. Ia mengakui ucapannya tidak pantas dan meminta maaf secara terbuka kepada publik.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar dan anak-anaknya yang ikut terdampak dari ramainya pemberitaan. Langkah tersebut menjadi upaya untuk meredam kegaduhan yang terlanjur menyebar luas di ruang digital.
Di balik emosi yang terlihat dalam video, persoalan nafkah disebut menjadi salah satu sumber utama ketegangan. Sarwendah menyebut Ruben tidak memberikan nafkah selama enam bulan terakhir.
Ruben kemudian mengakui bahwa dirinya menghentikan aliran dana karena nominal Rp200 juta per bulan dinilai terlalu besar. Ia juga menyinggung keterbatasan akses untuk bertemu anak sebagai bagian dari alasan di balik sikapnya itu.
Masalah mereka tidak berhenti pada soal uang bulanan. Rumah gono-gini milik keduanya juga disebut menghadapi ancaman penyitaan dari pihak bank karena kendala pembayaran cicilan.
Kondisi itu menambah berat konflik yang sudah ada sejak perceraian mereka pada September 2024. Dari persoalan pribadi, situasi ini merembet ke aset bersama yang masih tersisa dan ikut menyedot perhatian publik.
Di tengah meningkatnya tensi, Betrand Peto ikut memberikan respons. Putra angkat Sarwendah dan Ruben itu meminta pihak luar, termasuk keluarga besar, untuk tidak terlalu ikut campur dalam urusan kedua orang tuanya.
Sikap itu menunjukkan harapan agar konflik bisa diselesaikan dengan lebih tenang dan tidak semakin meluas. Sarwendah sendiri disebut ingin sementara menarik diri dari ruang publik agar pembahasan bisa dilakukan secara kekeluargaan dengan kepala dingin.
Source: mediaindonesia.com




