Banyak pria baru sadar bahwa pomade dan clay tidak memberi hasil yang sama setelah rambut ditata. Dua produk ini sama-sama dipakai untuk styling, tetapi efek akhirnya berbeda jauh pada tampilan, rasa di rambut, dan kemudahan perawatan setelahnya.
Pilihan yang tepat biasanya bukan soal mana yang sedang populer, melainkan cocok atau tidak dengan jenis rambut dan gaya yang ingin ditampilkan. Karena itu, memahami karakter masing-masing produk membantu menghindari hasil akhir yang tidak sesuai harapan.
Kilau menjadi pembeda yang paling cepat terlihat
Pomade identik dengan tampilan rambut yang mengilap. Efek ini membuat rambut terlihat lebih rapi dan memberi kesan formal serta berkelas.
Clay bergerak ke arah yang berbeda karena hasil akhirnya cenderung natural. Kilau yang sangat rendah atau nyaris tidak ada membuat rambut tampak lebih santai dan tidak terlalu dibuat-buat.
Tekstur yang terasa di rambut juga berbeda
Setelah dipakai, pomade cenderung memberi sensasi rambut yang lebih halus dan lembut. Karakter ini membuat rambut tampak tersusun rapi, sehingga cocok untuk gaya seperti side part atau slick back.
Clay justru memberi tekstur yang lebih tebal. Rambut terlihat lebih bervolume dan berisi, sehingga sering menarik perhatian pria yang ingin tampilan rambut lebih penuh.
Daya tahan di sepanjang aktivitas tidak sama
Pomade umumnya punya daya tahan yang baik dan tetap fleksibel saat digunakan selama beberapa jam. Bentuk rambut masih bisa diatur ulang tanpa kehilangan dasar tataannya.
Clay lebih menonjol dalam mempertahankan tekstur rambut. Produk ini membantu rambut tetap berada di posisinya, terutama saat dipakai untuk aktivitas yang padat.
Jenis rambut ikut memengaruhi hasilnya
Pomade sering dianggap lebih cocok untuk rambut lurus atau rambut yang mudah diatur. Produk ini juga kerap digunakan pada rambut dengan panjang sedang hingga panjang.
Clay lebih sering dipilih untuk rambut tebal atau sedikit bergelombang. Kemampuannya menambah volume membuat rambut terlihat lebih hidup dan bertekstur.
Kemudahan membersihkan produk juga perlu dipikirkan
Sebagian pomade, terutama yang berbahan dasar minyak, memang lebih menempel di rambut dan membutuhkan usaha lebih saat keramas. Namun, ada juga pomade berbahan dasar air yang lebih mudah dibersihkan.
Clay umumnya lebih praktis saat dibilas dengan sampo biasa. Teksturnya yang ringan membuat sisa produk lebih cepat terangkat dari rambut dan kulit kepala.
Perbedaan itu membuat pomade dan clay sulit disamaratakan untuk semua orang. Pomade lebih cocok untuk gaya yang rapi, mengilap, dan formal, sedangkan clay unggul untuk tampilan natural, bervolume, dan lebih praktis dipakai sehari-hari.
Source: www.idntimes.com




