Beta Kedua One UI 8.5 Mulai Disalurkan ke Galaxy S23 FE, Panggilan dan Bluetooth Dipoles

Samsung kembali menyempurnakan One UI 8.5 untuk Galaxy S23 FE lewat beta kedua, dan fokus pembaruan ini terlihat jelas pada perbaikan bug yang kerap mengganggu pemakaian harian. Gelombang awalnya mulai hadir di Korea Selatan, dengan firmware berakhiran kode ZZDP dan basis Android 16 QPR2.

Dalam paket beta terbaru ini, Samsung tidak banyak menonjolkan fitur besar, melainkan lebih menekankan stabilitas sistem. Arah pembaruan seperti ini biasanya penting di fase beta karena pengguna bisa langsung merasakan dampaknya pada hal-hal mendasar, mulai dari menerima telepon sampai menjaga koneksi aksesori nirkabel tetap lancar.

Perbaikan yang paling terasa saat dipakai harian

Salah satu penambahan yang muncul adalah fungsi peringatan privasi. Kehadiran fitur ini memperlihatkan bahwa Samsung masih memberi perhatian pada kontrol pengguna terhadap aktivitas aplikasi di perangkat.

Di sisi komunikasi, Samsung juga membenahi masalah yang sempat membuat layar panggilan masuk terlambat tampil atau bahkan berubah hitam dalam situasi tertentu. Gangguan seperti ini sangat sensitif karena menyangkut fungsi dasar ponsel sebagai alat komunikasi.

Selain itu, ada juga perbaikan untuk error pada pelepasan proximity saat panggilan berlangsung. Sensor proximity berperan ketika perangkat didekatkan ke telinga, sehingga pembaruan ini ikut mendukung kenyamanan saat menelepon.

Kamera dan Bluetooth ikut mendapat perhatian

Samsung turut menargetkan masalah visual di kamera, khususnya garis hijau yang dilaporkan muncul saat merekam video 4K HDR menggunakan kamera di aplikasi tertentu. Meski rincian teknisnya tidak dijelaskan, pembenahan ini relevan karena berkaitan langsung dengan hasil rekaman.

Pada sisi konektivitas, bug crash pada Bluetooth juga masuk daftar perbaikan. Masalah seperti ini berpotensi mengganggu penggunaan earbud, headphone, dan aksesori nirkabel lain yang bergantung pada sambungan Bluetooth.

Sentuhan layar juga tidak luput dari pembaruan

Satu lagi perbaikan menyasar malfungsi multi-touch yang muncul setelah penggunaan fitur accessibility expansion. Gangguan sentuhan semacam ini bisa memengaruhi navigasi, pengetikan, dan interaksi di berbagai aplikasi.

Karena itu, pembaruan ini tidak hanya menyentuh aspek visual atau koneksi, tetapi juga merapikan respons dasar layar sentuh. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Samsung masih menaruh perhatian pada bagian antarmuka yang paling sering dipakai pengguna.

Isi perubahan yang tercatat dalam changelog

Berdasarkan changelog yang diterjemahkan dari bahasa Korea ke bahasa Inggris dan dibagikan melalui Tarun Vats, daftar perubahan pada beta kedua ini mencakup beberapa poin penting. Rangkuman tersebut memperlihatkan bahwa Samsung sedang memoles sistem dengan fokus pada fungsi inti yang paling mudah dirasakan pengguna.

Daftar perbaikannya meliputi:

  1. Penambahan fungsi peringatan privasi.
  2. Perbaikan layar panggilan masuk yang lambat dimuat atau tampil hitam dalam kondisi tertentu.
  3. Perbaikan error pelepasan proximity saat panggilan.
  4. Perbaikan kemunculan garis hijau saat merekam video 4K HDR dengan kamera pada aplikasi tertentu.
  5. Perbaikan masalah crash pada Bluetooth.
  6. Perbaikan malfungsi multi-touch setelah memakai fitur accessibility expansion.

Susunan perbaikan itu memperlihatkan bahwa Samsung masih aktif menguji dan menutup celah bug sebelum versi sistem dibuat lebih matang. Untuk pengguna Galaxy S23 FE, fokus semacam ini penting karena pembaruan beta tidak selalu membawa banyak fitur baru, tetapi justru sering menjadi tahap paling menentukan untuk kestabilan perangkat.

Untuk saat ini, distribusi beta kedua One UI 8.5 masih terbatas di Korea Selatan sebagai pasar awal. Referensi yang tersedia belum menjelaskan kapan pembaruan ini akan diperluas ke wilayah lain, sehingga proses peluncurannya masih mengikuti pola bertahap yang umum dipakai Samsung dalam program beta.

Source: www.sammobile.com

Baca Juga

Back to top button