Pergantian kursi di Federal Reserve kembali menjadi sorotan setelah Scott Bessent mengkritik keputusan Jerome Powell untuk tetap berada di dewan gubernur. Bagi Menteri Keuangan Amerika Serikat itu, pilihan Powell tidak sejalan dengan norma yang selama ini dijaga di tubuh bank sentral.
Pernyataan Bessent muncul di tengah masa transisi yang sedang memanas di The Fed. Ia menilai langkah Powell bukan sekadar keputusan administratif, tetapi juga persoalan kepatuhan terhadap tradisi internal lembaga.
Powell sebelumnya menyampaikan bahwa dirinya tidak akan segera meninggalkan dewan gubernur meski sudah melepas jabatan sebagai pemimpin bank sentral. Keputusan itu disampaikan pada pertemuan kebijakan terakhirnya sebagai gubernur Federal Reserve.
Situasi tersebut ikut menyita perhatian karena Kevin Warsh, pilihan Donald Trump, telah memperoleh konfirmasi Senat untuk menggantikan posisinya. Dengan begitu, masa peralihan kepemimpinan di The Fed menjadi lebih menonjol dan memicu perdebatan terbuka.
Kritik keras dari Bessent
Bessent menilai langkah Powell bertentangan dengan citra dirinya sebagai pejabat yang menjunjung tinggi aturan lembaga. Ia menyebut tindakan itu sangat tidak lazim bagi sosok yang selama ini dikenal dekat dengan prinsip institusionalisme.
“Ini sangat tidak biasa bagi seseorang yang mengaku sebagai penganut institusionalisme dan sangat peduli terhadap norma-norma di The Fed,” ujar Bessent. Ucapan itu menunjukkan bahwa kritiknya tidak berhenti pada keputusan pribadi Powell, tetapi juga menyentuh budaya kepatuhan di lingkungan bank sentral.
Dalam pernyataan terpisah, Bessent bahkan menegaskan bahwa tindakan Powell telah menyimpang dari standar yang biasanya dipegang para pimpinan bank sentral Amerika Serikat. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai pelanggaran terhadap norma Federal Reserve.
“Langkah ini adalah pelanggaran terhadap semua norma Federal Reserve,” kata Bessent. Dengan nada seperti itu, persoalan yang semula tampak sebagai urusan transisi jabatan berubah menjadi perdebatan soal etika dan tradisi kelembagaan.
Alasan Powell tetap bertahan
Di sisi lain, Powell menjelaskan bahwa keputusannya tidak langsung meninggalkan dewan gubernur berkaitan dengan tantangan hukum yang masih dihadapi lembaga. Ia juga menyebut masih ada urusan administratif yang perlu diawasi sampai tuntas.
Salah satu hal yang ingin dipastikan Powell adalah penyelidikan terkait proyek renovasi gedung The Fed. Ia menegaskan bahwa kepergiannya dari sistem dewan gubernur akan dilakukan setelah proses itu selesai.
Dengan alasan tersebut, Powell memilih masa transisi yang tidak berlangsung mendadak. Langkah itu dimaksudkan agar urusan internal lembaga tetap berjalan sambil menunggu seluruh persoalan selesai.
Transisi yang makin disorot
Perbedaan pandangan antara Bessent dan Powell membuat pergantian kepemimpinan di bank sentral AS semakin diperhatikan. Di satu sisi, ada penjelasan internal dari Powell yang menekankan tanggung jawab administratif.
Di sisi lain, Bessent menekan soal norma dan kepatuhan kelembagaan yang menurutnya semestinya dijaga oleh pimpinan The Fed. Perbedaan itu memperlihatkan bahwa masa transisi di institusi keuangan paling berpengaruh di Amerika Serikat tidak hanya soal siapa yang menggantikan siapa.
Yang ikut menjadi pusat perhatian adalah cara tradisi, prosedur internal, dan alasan hukum dijalankan dalam proses perpindahan kekuasaan. Di tengah situasi itu, keputusan Powell untuk tetap bertahan di dewan gubernur terus menjadi titik tarik utama dalam perdebatan yang semakin terbuka.