Berburu Installer Windows Jadi Berisiko, UniGetUI Tawarkan Cara Gratis Yang Lebih Rapi

Bagi pengguna Windows yang ingin merapikan cara memasang aplikasi, UniGetUI menawarkan pendekatan yang jauh lebih tertib dibanding berburu installer acak di internet. Alat gratis dan open-source ini bertindak sebagai penghubung ke Microsoft Store dan WinGet, sehingga pemasangan dan pembaruan aplikasi bisa dilakukan dari satu tampilan yang lebih mudah dipakai.

Keunggulan pendekatan itu terletak pada sumber paket yang digunakan. Microsoft Store kini tidak lagi hanya berisi aplikasi buatan Microsoft, karena toko itu juga menampung aplikasi pihak ketiga yang sudah divalidasi, ditandatangani, dan dapat dipasang dengan satu klik.

WinGet melengkapi kebutuhan tersebut lewat katalog besar yang dikelola komunitas di GitHub. Di dalamnya ada puluhan ribu manifest yang menjelaskan cara memasang dan memperbarui aplikasi langsung dari penerbit aslinya.

Dibanding mencari file EXE dari situs yang tidak jelas, jalur ini mengurangi risiko yang kerap muncul pada installer Windows. File .exe masih menjadi salah satu pintu utama penyebaran malware, sementara situs resmi pun tidak selalu sepenuhnya aman karena bisa saja disusupi.

Risiko lain datang dari mirror unduhan yang dipenuhi iklan dan kadang menyisipkan komponen tambahan yang tidak diinginkan. Karena itu, memakai jalur distribusi yang lebih tepercaya menjadi pilihan yang lebih masuk akal untuk menjaga PC tetap bersih.

UniGetUI membuat WinGet lebih mudah dijalankan untuk pengguna umum. Walaupun WinGet sudah lama dipakai untuk mengunduh dan memperbarui aplikasi, sifatnya yang berbasis command line membuat banyak pengguna merasa kurang nyaman.

Microsoft Store memang lebih ramah, tetapi tetap bisa terasa merepotkan jika aplikasi harus dicari dan dipasang satu per satu. UniGetUI menutup celah itu dengan antarmuka yang lebih sederhana dan langsung.

Cakupan aplikasinya juga luas. Paket yang tersedia mencakup Google Chrome, Zoom, Dropbox, 1Password, aplikasi Adobe, Spotify, iTunes, hingga perangkat lunak sumber terbuka seperti Rufus, VLC, 7-Zip, dan Notepad++.

Dukungan untuk Git, Python, dan Docker ikut membuatnya relevan bagi kebutuhan kerja harian. Dengan begitu, banyak aplikasi bisa dipasang tanpa harus kembali ke situs pengembang masing-masing.

Berguna saat pindah PC

Salah satu fitur yang paling menonjol adalah pembuatan bundle aplikasi. Saat menyiapkan PC baru, pengguna bisa membuka PC lama, memilih aplikasi yang ingin dipindahkan, lalu menyimpannya ke dalam satu file bundle.

File bundle itu kemudian bisa dibuka di PC baru dan dipasang dengan satu klik. Prosesnya tetap meminta beberapa persetujuan agar UniGetUI Elevator bisa bekerja, tetapi instalasi berjalan otomatis dan biasanya hanya memakan beberapa menit.

Fitur ini juga membantu saat ingin meniru susunan aplikasi dari satu komputer ke komputer lain. Karena bundle menyimpan detail aplikasi, proses pemulihan konfigurasi menjadi lebih cepat daripada memasang ulang semuanya secara manual.

Bukan hanya memasang, tapi juga merapikan

UniGetUI tidak berhenti pada instalasi aplikasi baru. Aplikasi ini juga melacak aplikasi yang ada di PC dan menyediakan opsi pencopotan untuk program yang tidak lagi dibutuhkan, termasuk aplikasi bawaan Microsoft seperti News dan Weather.

Selain itu, UniGetUI memantau pembaruan secara otomatis dan menawarkan pemasangan saat diperlukan. Daftar pembaruannya juga mencakup library dan runtime yang sering dipakai aplikasi pihak ketiga.

Dalam satu contoh penggunaan, aplikasi memberi tahu pembaruan untuk tujuh aplikasi sekaligus, termasuk Microsoft Visual C++ 2015-2022 Redistributable. Satu klik pada notifikasi sudah cukup untuk menyelesaikan proses tersebut.

Di luar Microsoft Store dan WinGet, UniGetUI juga mendukung paket dari Scoop, Snap, Chocolatey, Pip, dan Npm. Dukungan lintas repositori ini membuatnya menarik tidak hanya bagi pengguna biasa, tetapi juga bagi pengembang yang ingin mengelola banyak alat dari satu tempat.

Proyek ini awalnya dikembangkan oleh Martí Climent, lalu diambil alih oleh Devolutions. Perusahaan perangkat lunak enterprise itu menyatakan akan mempertahankan fondasi open-source sambil memperkuat stabilitas, keamanan, dan ruang tumbuh jangka panjang.

Exit mobile version