Gangguan jalur di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, masih membuat sejumlah perjalanan kereta api belum bisa berjalan normal. Dampaknya terasa pada perjalanan dari dan menuju wilayah Daerah Operasi 6 Yogyakarta karena beberapa jadwal harus dibatalkan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang yang terdampak. Informasi pembatalan juga sudah disebarkan melalui SMS dan WhatsApp blast agar penumpang segera mengetahui perubahan jadwal.
Deretan perjalanan yang dibatalkan
Berdasarkan data per pukul 06.00 WIB, pembatalan menyentuh sejumlah kereta jarak jauh maupun kereta tambahan. Kereta yang terdampak di antaranya KA 267 Banyubiru relasi Solo Balapan–Semarang Tawang dan KA 268 Banyubiru relasi Semarang Tawang–Solo Balapan.
Pembatalan juga berlaku untuk KA 152 dan 151 Brantas relasi Pasar Senen–Blitar PP. Selain itu, KA 251 dan 252B Jayakarta relasi Pasar Senen–Surabaya Gubeng PP ikut tidak beroperasi pada jadwal tersebut.
Masih dalam daftar yang sama, KA 245B dan 246B Majapahit relasi Pasar Senen–Malang PP juga terdampak gangguan jalur. Lalu, KA 103B dan 104B Bogowonto relasi Pasar Senen–Lempuyangan PP turut masuk dalam perjalanan yang dibatalkan.
Kereta tambahan pun ikut terkena imbas. KA 7007C dan 7008C relasi Yogyakarta–Gambir PP serta KA 161 dan 162 Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen PP dibatalkan sementara sampai kondisi jalur memungkinkan untuk kembali dilalui.
Hak penumpang tetap dijamin
KAI menegaskan bahwa penumpang yang perjalanannya dibatalkan berhak mendapatkan pengembalian dana penuh. Refund diberikan 100 persen di luar biaya pemesanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengajuan pengembalian tiket dapat dilakukan melalui loket stasiun yang tersedia, Contact Center 121, atau aplikasi Access by KAI. Proses refund dibuka hingga tujuh hari dari jadwal keberangkatan.
Evakuasi dan normalisasi masih berlangsung
Di lokasi gangguan, proses evakuasi dan normalisasi jalur masih terus dikerjakan agar lintasan bisa kembali digunakan. Selama kondisi belum pulih sepenuhnya, KAI Daop 6 Yogyakarta juga menerapkan rekayasa pola operasi.
Langkah itu ditempuh karena beberapa perjalanan mengalami keterlambatan tinggi. Dalam situasi seperti ini, pembatalan dianggap perlu untuk menjaga pengaturan operasional sekaligus keselamatan perjalanan.
KAI menyatakan tetap memprioritaskan keselamatan, kenyamanan, dan pelayanan bagi pengguna jasa kereta api sambil terus berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan jalur. Selama gangguan belum selesai, penumpang diimbau memantau informasi terbaru agar perubahan perjalanan dapat diketahui lebih cepat.
Source: www.medcom.id