Belgia Punya Modal Kuat Menuju 2026, Luka Qatar Dan Kenangan Meksiko 1986 Masih Ada

Belgia datang ke Piala Dunia 2026 dengan bekal yang sulit diabaikan. Lolos ke putaran final membuat Red Devils akan menjalani kampanye Piala Dunia FIFA ke-15 sekaligus tampil untuk keempat kalinya secara beruntun di turnamen terbesar sepak bola dunia.

Kehadiran itu juga membawa misi lain yang tak kalah penting, yakni memperbaiki citra setelah penampilan mengecewakan di Qatar. Saat itu, Belgia datang dengan status salah satu tim unggulan Eropa, tetapi justru terhenti di fase grup.

Di jalur kualifikasi UEFA, Belgia menunjukkan bahwa mereka masih punya standar yang stabil. Tim asuhan Garcia menutup Grup J sebagai pemuncak klasemen setelah meraih lima kemenangan dan tiga hasil imbang dari delapan pertandingan.

Tiket ke Amerika Utara kemudian dipastikan lewat kemenangan telak 7-0 atas Liechtenstein pada laga penutup fase grup. Hasil itu memberi gambaran bahwa Belgia mampu menjaga konsistensi ketika target akhir sudah berada di depan mata.

Namun, perjalanan di putaran final selalu menuntut jawaban yang berbeda. Pengalaman di Qatar masih segar, terutama karena Belgia sempat membuka turnamen dengan kemenangan 1-0 atas Kanada lewat gol Michy Batshuayi, sebelum kembali terpeleset dan kalah 2-0 dari Maroko.

Jejak Belgia di Piala Dunia sendiri sudah dimulai sejak edisi perdana turnamen putra FIFA pada 1930. Kala itu, skuad asuhan Hector Goetinck belum bisa melangkah jauh setelah kalah 3-0 dari Amerika Serikat dan 1-0 dari Paraguay di fase grup.

Meski hasil awal tersebut tidak memuaskan, keikutsertaan Belgia pada turnamen pertama tetap menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola mereka. Dari titik itu, tradisi tampil di panggung global perlahan terbentuk dan terus berlanjut hingga sekarang.

Di antara banyak partisipasi mereka, Meksiko 1986 masih menjadi penanda paling kuat. Belgia menutup turnamen itu di peringkat keempat, capaian yang hingga kini tetap dikenang sebagai salah satu prestasi terbaik mereka di level dunia.

Langkah menuju posisi tersebut tidak datang tanpa kesulitan. Belgia kalah 2-1 dari tuan rumah pada laga pembuka, lalu bangkit dengan mengalahkan Irak 2-1 dan menahan Paraguay 2-2 untuk melaju sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Hasil di Meksiko memperlihatkan kemampuan Belgia bertahan dalam tekanan dan memanfaatkan peluang saat fase grup mulai menentukan arah perjalanan tim. Warisan dari turnamen itu juga masih menempel pada reputasi mereka setiap kali berbicara soal Piala Dunia.

Rekam jejak Belgia di turnamen ini juga memuat sejumlah kemenangan besar yang menunjukkan kapasitas mereka saat permainan mengalir sesuai rencana. Catatan terbesar mereka mencakup kemenangan 3-0 atas El Salvador pada 1970, 3-0 atas Panama pada 2018, dan 5-2 atas Tunisia pada 2018.

Dengan pengalaman panjang, modal kualifikasi yang solid, dan ingatan kuat terhadap Meksiko 1986, Belgia tetap masuk kelompok tim yang layak diperhitungkan. Panggung Piala Dunia berikutnya akan kembali menguji apakah Red Devils bisa membawa nama besar itu mendekati hasil terbaiknya lagi.

Source: bola.bisnis.com
Exit mobile version