Beban Harga Galaxy Makin Luas, Tab Dan Foldable Kini Melompat Naik

Kenaikan harga perangkat Galaxy di Amerika Serikat mulai menimbulkan pertanyaan baru di kalangan pembeli: apakah Samsung sedang membentuk standar harga baru untuk lini tablet dan ponsel lipatnya. Perubahan paling mencolok terlihat pada jajaran Galaxy Tab, terutama model kelas atas yang sekarang melangkah jauh lebih mahal dibanding banderol sebelumnya.

Lonjakan itu tidak muncul di satu produk saja. Berdasarkan laporan PhoneArena yang dikutip Android Central, penyesuaian harga menjangkau berbagai lini perangkat Galaxy, mulai dari tablet, ponsel lipat, hingga model FE, dengan kenaikan yang berkisar sekitar $50 sampai hampir $200.

Tablet menjadi titik kenaikan terbesar

Di antara semua perangkat yang mengalami perubahan, Galaxy Tab S11 menonjol sebagai salah satu yang paling agresif naik. Varian 128GB kini berada di $899 dari sebelumnya $799, lalu varian 256GB naik menjadi $999 dari $859.

Varian 512GB juga ikut terdorong lebih tinggi, dari $979 ke $1,199. Pada level yang lebih premium, Galaxy Tab S11 Ultra 256GB berubah dari $1,199 menjadi $1,299, sedangkan varian 512GB naik dari $1,319 ke $1,499.

Kenaikan paling tajam ada pada Tab S11 Ultra 1TB. Harganya melonjak dari $1,619 menjadi $1,899, sehingga posisi tablet ini makin jauh dari titik harga yang sebelumnya dianggap tinggi sekalipun.

Pola serupa terlihat pada keluarga Tab S10. Galaxy Tab S10 Plus varian 256GB naik dari $999 menjadi $1,099, sementara varian 512GB bergerak dari $1,119 ke $1,299.

Lini kelas menengah pun tidak lepas

Kenaikan harga tidak berhenti di model premium. Galaxy Tab S10 Lite 128GB naik dari $349 menjadi $399, sedangkan varian 256GB berubah dari $419 menjadi $489.

Pada Galaxy Tab S10 FE Plus, varian 128GB naik dari $649 menjadi $699 dan varian 256GB dari $749 ke $819. Galaxy Tab S10 FE juga menyesuaikan harga, dengan varian 128GB dari $499 menjadi $549 dan varian 256GB dari $569 menjadi $669.

Galaxy Tab A11 Plus turut terdampak. Varian 128GB naik dari $249 menjadi $299.99, varian 256GB dari $309 menjadi $379.99, dan A11 Plus 5G bergerak dari $279 menjadi $329.

Efek yang merembet ke ponsel lipat dan seri S25

Pergeseran harga ini juga menyentuh perangkat lain di ekosistem Galaxy. Galaxy Z Flip 7 varian 512GB naik dari $1,219 menjadi $1,299, menunjukkan bahwa ponsel lipat pun ikut masuk dalam penyesuaian harga.

Pada lini Galaxy S25, varian Edge 512GB naik ke $1,299 dari $1,219. Galaxy S25 FE disebut mengalami kenaikan sekitar $40 sehingga harganya menjadi $749.

Dengan perubahan di beberapa lini sekaligus, Samsung terlihat tidak sekadar menyesuaikan satu produk tertentu. Polanya justru mengarah pada pembentukan ulang harga secara lebih luas di perangkat Galaxy.

Tekanan biaya ikut mendorong perubahan

Laporan tersebut mengaitkan tren ini dengan tekanan yang sedang terjadi di industri teknologi. Salah satu penyebab yang disorot adalah kebutuhan besar terhadap chip memori untuk mendukung investasi AI.

Saat permintaan chip memori meningkat, biaya komponen ikut tertekan. Dalam kondisi seperti ini, produsen perangkat kerap memilih menyalurkan beban biaya ke harga jual, dan konsumen menjadi pihak yang paling cepat merasakan dampaknya.

Situasi itu membantu menjelaskan mengapa penyesuaian harga terlihat serentak di beberapa lini Galaxy. Jika tekanan biaya terus berlangsung, kenaikan pada tablet dan ponsel lipat bisa menjadi langkah yang makin sering muncul.

Batas wajar harga mulai bergeser

Yang membuat persoalan ini semakin sensitif adalah efek jangka panjangnya terhadap harga model berikutnya. Jika perangkat yang sudah ada terus naik, pasar bisa perlahan menganggap banderol baru sebagai patokan normal.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa model generasi selanjutnya, seperti Galaxy Z Flip 8 atau lini Tab S12, bisa masuk dengan harga yang lebih tinggi lagi. Saat Galaxy Tab S11 Ultra sudah menyentuh $1,899, batas harga yang dianggap masuk akal bagi banyak pembeli terasa makin sempit.

Samsung bukan satu-satunya merek yang menghadapi tekanan seperti ini. Motorola juga dilaporkan menaikkan harga ponsel budget, termasuk Moto G 2026 yang naik sekitar 50% menjadi $300 dan Moto G Power yang berada di $400 dari harga awal $299.

Samsung sendiri disebut telah dihubungi untuk dimintai tanggapan terkait kenaikan harga tersebut. Selama belum ada penjelasan resmi, satu hal yang terlihat jelas adalah bahwa harga perangkat Galaxy di Amerika Serikat sedang bergerak naik, dan pertanyaan tentang kapan harga itu dianggap cukup kini semakin sulit diabaikan.

Baca Juga

Back to top button