Polytron mencoba memberi jawaban atas kekhawatiran yang selama ini membayangi calon pembeli mobil listrik: depresiasi yang terasa cepat karena komponen baterai. Melalui skema sewa baterai pada G3 Series, perusahaan ini menghadirkan cara kepemilikan yang membuat biaya awal lebih ringan dan nilai kendaraan lebih terukur.
Di pasar mobil listrik, baterai memang menjadi bagian paling mahal dari kendaraan. Saat performanya menurun, nilai jual mobil ikut tertekan, sehingga beban depresiasi kerap lebih cepat dirasakan pemilik dibandingkan pada mobil konvensional.
Polytron memisahkan kepemilikan baterai dari unit mobil lewat konsep Battery as a Service atau BaaS. Dengan pendekatan ini, konsumen membeli mobilnya, sedangkan baterai digunakan melalui langganan bulanan yang tidak dimasukkan ke harga pembelian kendaraan.
Dampaknya langsung terasa pada biaya awal. Karena baterai tidak ikut dibayar di awal, harga masuk menjadi lebih rendah dibandingkan sistem kepemilikan baterai langsung, dan hal itu membuat mobil listrik lebih mudah dijangkau oleh konsumen yang sensitif terhadap pengeluaran awal.
Skema tersebut juga diposisikan sebagai cara untuk menahan penurunan nilai kendaraan pada masa awal kepemilikan. Polytron menilai pemisahan baterai dari harga mobil membantu membuat nilai kendaraan lebih terukur, terutama bagi pembeli yang masih mempertimbangkan risiko depresiasi.
Baterai tetap di bawah pengelolaan pabrikan
Keuntungan lain dari BaaS ada pada pengelolaan baterai yang sepenuhnya ditangani Polytron. Perawatan hingga penggantian dapat dilakukan bila diperlukan, sehingga pengguna tidak perlu memikirkan risiko performa baterai sendiri.
Selama masa sewa, mobil tetap berada dalam kondisi yang dijaga oleh pabrikan. Beban kepemilikan pun menjadi lebih sederhana karena komponen paling mahal tidak harus dikelola langsung oleh pengguna.
Biaya sewanya dipatok sekitar Rp800 per kilometer dengan minimal penggunaan 1.500 km per bulan sesuai syarat dan ketentuan. Polytron juga menyiapkan paket Unlimited dengan biaya tetap bulanan tanpa batas jarak tempuh.
Ada jaminan nilai jual kembali
Selain biaya awal yang lebih ringan, Polytron menawarkan buyback guarantee hingga 70 persen dari harga awal dalam periode tertentu. Program ini berlaku selama kendaraan memenuhi syarat, termasuk kondisi unit dan riwayat perawatan.
Jaminan tersebut memberi kepastian tambahan bagi konsumen yang khawatir nilai mobil turun terlalu cepat. Bagi calon pembeli, kombinasi harga awal yang lebih ringan dan jaminan nilai kembali menjadi penopang penting dalam melihat risiko kepemilikan mobil listrik.
Didukung pemantauan lewat aplikasi
Pengalaman pengguna juga dilengkapi Polytron EV 4W Apps. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat memantau riwayat penggunaan, mengecek performa kendaraan, dan menerima pengingat layanan.
Fitur digital itu membuat pengelolaan kendaraan lebih praktis dan efisien. Di saat yang sama, pemilik mendapat akses informasi yang membantu menjaga mobil tetap berada dalam kondisi optimal.
Dengan skema seperti ini, risiko terkait baterai bergeser ke pabrikan. Sementara itu, konsumen mendapatkan jalur masuk yang lebih fleksibel, biaya yang lebih terkendali, dan kepastian yang lebih besar soal nilai jual kembali.





