Vivo S60 langsung mencuri perhatian karena membawa kombinasi yang jarang muncul di kelas menengah. Ponsel ini menggabungkan baterai 7.200mAh, kamera telefoto periskop 50MP, dan layar AMOLED 144Hz dalam satu perangkat yang terasa ambisius.
Langkah seperti ini membuat S60 terlihat tidak hanya mengejar desain dan harga, tetapi juga spesifikasi yang biasanya lebih dekat ke kelas atas. Di pasar yang semakin padat, paket seperti itu berpotensi memberi tekanan pada para pesaing di segmen yang sama.
Layar cepat dengan sentuhan premium
Dari sisi tampilan, Vivo memilih desain unibody cold carved glass yang memberi kesan lebih premium. Ponsel ini juga hadir dalam tiga warna, yaitu Early Summer Green, Midsummer Night’s Dream, dan Sea of Stars.
Di bagian depan, terpasang layar AMOLED 6,59 inci dengan resolusi 1,5K atau 1.260 x 2.750 piksel. Panel ini mendukung refresh rate 144Hz, HDR, cakupan warna DCI-P3 100 persen, dan touch sampling rate 300Hz.
Kombinasi tersebut ditujukan untuk pengguna yang menginginkan pengalaman visual yang mulus. Aktivitas seperti scrolling, bermain gim, dan menikmati konten menjadi area yang paling diuntungkan dari spesifikasi layar seperti ini.
Dapur pacu yang disiapkan untuk beban berat
Untuk performa, Vivo S60 mengandalkan Snapdragon 8s Gen 3 dengan fabrikasi 4 nanometer. Chipset ini dipadukan dengan RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal hingga 512GB.
Susunan itu menunjukkan bahwa Vivo tidak hanya menekankan tampilan, tetapi juga kesiapan untuk penggunaan intensif. Multitasking dan gaming menjadi dua skenario yang jelas dibidik lewat konfigurasi tersebut.
Kamera jadi salah satu jualan paling kuat
Sektor kamera menjadi bagian yang paling menonjol dari perangkat ini. Di belakang, Vivo S60 membawa kamera utama 50MP dengan Optical Image Stabilization, kamera ultrawide 8MP, dan kamera telefoto periskop 50MP.
Kamera periskop itu mendukung zoom digital hingga 100 kali, sehingga memberi fleksibilitas lebih saat memotret objek jauh. Di bagian depan, tersedia kamera selfie 50MP yang juga dapat merekam video hingga resolusi 4K.
Kombinasi ini membuat S60 terlihat serius untuk kebutuhan swafoto, video call, dan pembuatan konten singkat. Pada saat yang sama, keberadaan kamera periskop memberi nilai tambah yang jarang ditemui di kelas menengah.
Baterai besar dan fitur pendukung
Salah satu daya tarik utama lainnya ada pada baterai 7.200mAh. Kapasitas ini dipasangkan dengan pengisian cepat 90W melalui port USB Type-C.
Bagi pengguna yang membutuhkan daya tahan panjang, konfigurasi seperti ini jelas menjadi poin penting. Vivo tampaknya ingin menyatukan ketahanan, performa, dan kemampuan kamera dalam satu paket yang lebih lengkap.
Untuk perlindungan, S60 juga membawa sertifikasi IP68 dan IP69 terhadap debu dan air. Fitur tambahannya meliputi sensor sidik jari ultrasonik 3D, dukungan 5G, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, serta navigasi GPS, BeiDou, GLONASS, Galileo, dan QZSS.
Ada versi lain tanpa kamera periskop
Selain model reguler, Vivo juga menyiapkan S60 Vitality Edition. Varian ini memiliki spesifikasi yang serupa pada layar, baterai, dan performa.
Perbedaan utamanya ada di bagian kamera, karena versi Vitality Edition tidak membawa kamera telefoto periskop 50MP seperti model utama. Dengan begitu, Vivo memberi pilihan yang tetap menarik tetapi dengan susunan kamera yang lebih sederhana.
Vivo S60 dijadwalkan mulai dipasarkan di China pada 3 Juni melalui toko resmi perusahaan. Dengan layar cepat, baterai besar, performa tinggi, dan kamera periskop, perangkat ini langsung masuk jajaran ponsel kelas menengah yang patut diperhitungkan.





