Di kelas entry-level, Poco M8s 5G mencoba menarik perhatian bukan lewat satu keunggulan saja, melainkan lewat kombinasi baterai besar, layar cepat, dan fitur yang terbilang lengkap. Ponsel ini resmi dibawa ke pasar global sebagai model paling dasar di keluarga M8, sekaligus melengkapi jajaran yang sebelumnya sudah diisi Poco M8 dan M8 Pro.
Posisi itu membuat M8s 5G ditempatkan sebagai varian yang lebih sederhana pada sisi chipset, kamera, dan kecepatan pengisian dibanding dua saudaranya. Meski begitu, Poco tetap mengandalkan sejumlah spesifikasi yang biasanya lebih mudah ditemui di kelas yang lebih tinggi.
Baterai 7.000 mAh jadi daya tarik utama
Salah satu nilai jual paling menonjol dari Poco M8s 5G ada pada baterai 7.000 mAh. Poco menyebut kapasitas ini mampu mendukung pemakaian panjang, mulai dari menonton video hingga 23 jam, memutar musik hingga 100 jam, dan merekam video sampai 10 jam.
Perusahaan juga mengklaim ponsel ini masih dapat digunakan untuk panggilan sekitar 59 menit saat baterai tersisa 1 persen. Dalam mode siaga, perangkat disebut sanggup bertahan hingga 7,5 jam, sehingga kapasitas besar yang dibawa memang diarahkan untuk kebutuhan harian yang panjang.
Poco turut menambahkan BatteryExtender Chip dan material sel baterai baru untuk menjaga ketahanan di suhu rendah. Dalam kondisi minus 20 derajat celsius, baterai diklaim tetap optimal, dengan durasi pakai video hingga 12 jam atau panggilan hingga 7 jam.
Layar 6,9 inci dengan refresh rate 144 Hz
Di sisi depan, Poco M8s 5G membawa layar 6,9 inci dengan resolusi Full HD Plus 2.340 x 1.080 piksel. Panel ini mendukung refresh rate hingga 144 Hz pada aplikasi tertentu, yang umumnya memberi perpindahan tampilan lebih mulus saat menggulir atau berpindah menu.
Tingkat kecerahannya mencapai 850 nit dalam mode high brightness. Poco juga menyematkan sertifikasi TUV Rheinland untuk low blue light dan pengurangan flicker, yang ditujukan agar penggunaan layar dalam waktu lama terasa lebih nyaman bagi mata.
Performa disiapkan untuk kebutuhan dasar
Pada sektor dapur pacu, Poco memilih Snapdragon 6s Gen 3 dengan fabrikasi 6 nm. Chip ini dipasangkan dengan RAM LPDDR4x hingga 8 GB dan penyimpanan internal UFS 2.2 hingga 256 GB.
Jika kapasitas tersebut masih kurang, tersedia slot microSD yang mendukung kartu hingga 2 TB. Kombinasi itu membuat M8s 5G tetap fleksibel untuk aktivitas dasar seperti menyimpan foto, video, dan aplikasi harian.
Kamera, pengisian daya, dan fitur pendukung
Untuk urusan kamera, Poco M8s 5G mengandalkan kamera utama 50 MP dengan bukaan f/1.8 di bagian belakang. Di sisi depan, terdapat kamera 8 MP untuk swafoto dan panggilan video, sementara pada belakang juga ada satu lensa tambahan yang tidak dijelaskan lebih rinci.
Pengisian daya dilakukan melalui fast charging 33 watt. Ponsel ini juga mendukung reverse charging hingga 18 watt, sehingga bisa dipakai untuk mengisi perangkat lain dalam situasi tertentu.
Poco melengkapi M8s 5G dengan sensor sidik jari di samping, AI face unlock, IP64, WiFi 2.4 GHz, Bluetooth 5.1, NFC, GPS, IR blaster, USB Type-C, serta dukungan Dolby Atmos dan Hi-Res Audio. Perangkat ini menjalankan HyperOS berbasis Android 15.
Harga dan pilihan warna
Poco M8s 5G hadir dalam dua pilihan warna, hitam dan putih, dengan modul kamera belakang vertikal. Untuk pasar global, harga awalnya dimulai dari 189 dollar AS atau sekitar Rp 3,2 jutaan untuk varian 6 GB/128 GB.
Sementara itu, varian tertinggi dengan RAM 8 GB dan memori 256 GB dibanderol 219 dollar AS atau sekitar Rp 3,7 jutaan. Harga perkenalan tersebut disebut masih bisa berubah sewaktu-waktu, sehingga perangkat ini tetap diposisikan sebagai opsi entry-level yang menonjol lewat baterai besar dan layar ber-refresh rate tinggi.
Source: tekno.kompas.com




