Barcelona akan kembali menguji ketahanan ban, bukan hanya kecepatan satu lap. Di Moto3 Catalunya 2026, peluang Veda Ega naik podium sangat ditentukan oleh cara menjaga performa ban sampai akhir balapan.
Sirkuit Catalunya memang dikenal tidak ramah bagi ban. Aspalnya yang sudah berumur membuat suhu lintasan mudah berubah, sementara degradasi ban bisa menjadi masalah sejak awal hingga lap terakhir.
Karakter lintasan ini juga menuntut pembalap bekerja keras sepanjang 4,6 kilometer. Trek lurus utamanya lebih dari satu kilometer, lalu disusul 14 tikungan yang memadukan kecepatan tinggi dan tikungan panjang.
Bagian yang paling berat biasanya muncul di sektor tengah hingga akhir lintasan, terutama pada tikungan kanan panjang. Pada fase itu, sisi kanan ban mendapat tekanan besar dan grip dapat turun lebih cepat dari perkiraan.
Masalah ban di Barcelona tidak berhenti pada keausan semata. Dalam kondisi tertentu, ban juga bisa kehilangan performa karena overheat, sehingga gaya berkendara harus dijaga agar cengkeraman tetap bertahan.
Bagi Veda Ega, titik paling rawan ada di tikungan pertama setelah melaju lebih dari 240 kilometer per jam di trek lurus. Pengereman yang terlalu keras dapat membuat ban depan kehilangan cengkeraman dan meningkatkan risiko terjatuh.
Situasi balapan di Catalunya juga berbeda jauh dari Le Mans. Jika Le Mans lebih menonjolkan stop and go, Barcelona lebih mengutamakan kecepatan saat motor berada di tengah tikungan atau corner speed.
Dalam kondisi seperti itu, slipstream atau efek angin dari pembalap di depan akan sangat penting. Efek towing di lintasan ini disebut sangat kuat, sehingga pembalap yang tertinggal dari grup depan bakal kesulitan memangkas jarak.
Itulah sebabnya Veda Ega diperkirakan harus langsung menempel rombongan utama sejak lap awal. Jika jaraknya sampai lepas lebih dari satu detik, peluang untuk ikut bertarung di barisan depan bisa turun drastis.
Posisi di grup terdepan bukan hanya soal peluang menyalip, tetapi juga soal efisiensi. Pembalap yang terlalu sering bertarung sendiri di luar slipstream berisiko kehilangan ritme dan membebani ban lebih cepat.
Menjelang akhir race, pengelolaan ban kanan dipandang sebagai faktor yang paling krusial. Banyak pembalap diperkirakan mulai kehilangan grip pada dua lap terakhir karena suhu ban terus meningkat.
Di titik inilah peluang Veda Ega masih terbuka. Ia disebut punya modal ketenangan yang cukup baik setelah tampil solid di Prancis, terutama bila mampu mengurangi spinning ban belakang di sektor akhir.
Rangkaian Moto3 Catalunya 2026 sendiri dimulai pada Jumat, 15 Mei 2026. FP1 dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 sampai 14.35 WIB, lalu practice digelar pada pukul 18.15 hingga 18.50 WIB.
Sesi practice pada hari pertama menjadi penting untuk menentukan catatan waktu menuju kualifikasi. Pada Sabtu, 16 Mei 2026, pembalap kembali turun lewat FP2 mulai pukul 13.40 WIB.
Kualifikasi akan berlangsung pada hari yang sama dalam dua sesi. Q1 dijadwalkan pukul 17.45 WIB dan langsung dilanjutkan Q2 pukul 18.10 WIB.
Kualifikasi diperkirakan sangat menentukan di Catalunya. Posisi start di dua baris terdepan dinilai berperan besar untuk menghindari kekacauan di tikungan pertama.
Balapan utama Moto3 Catalunya 2026 akan digelar pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Race ini diprediksi berlangsung cepat dengan persaingan ketat sejak lap pertama, sehingga start yang bersih dan kemampuan bertahan di grup depan akan menjadi modal awal yang penting bagi Veda Ega.





