Menjelang Iduladha, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban agar daging yang dipotong aman dikonsumsi warga. Di saat yang sama, perhatian pemerintah juga diarahkan ke warga Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, yang masih memulihkan diri setelah banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.
Fokus bantuan itu tidak hanya berupa hewan kurban, tetapi juga kebutuhan harian warga. Sebanyak 100 paket sembako ikut disalurkan bersama sapi kurban berbobot 1,1 ton ke desa yang dinilai paling terdampak.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyalurkan bantuan tersebut secara langsung sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak bencana. Desa Tinanding dipilih setelah dilakukan asesmen bersama pemerintah daerah dan tim dari Grobogan yang melihat kondisi lapangan.
Bantuan kurban ini diterima warga dan pengurus masjid setempat. Takmir Masjid Roudlotul Jannah, Subakir, menyampaikan rasa syukur atas sapi kurban yang disalurkan ke desanya.
Subakir menyebut daging kurban itu direncanakan untuk dibagikan kepada 730 kepala keluarga di Desa Tinanding. Pembagian tersebut diharapkan membantu warga yang masih berada dalam masa pemulihan setelah banjir merendam wilayah mereka.
Ia juga berharap desa mereka bisa dijauhkan dari banjir setelah bantuan itu disalurkan. Subakir meminta pemerintah memperkuat tanggul agar musibah serupa tidak kembali terjadi di wilayah mereka.
Sumarno menilai Iduladha tidak berhenti pada perayaan keagamaan semata. Ia menekankan bahwa momentum itu juga membawa pesan pengorbanan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.
Kondisi Tinanding menjadi sorotan karena banjir yang merendam desa itu dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Situasi tersebut membuat bantuan kurban dan sembako dipandang sebagai dukungan nyata bagi warga yang sedang bangkit dari dampak bencana.
Di sisi lain, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan pengawasan ketat terhadap hewan kurban. Kepala Bidang Veteriner, Budi Astyantoro, mengatakan langkah itu dilakukan agar hewan kurban aman dipotong dan dagingnya layak dikonsumsi.
Budi memperkirakan pemotongan hewan kurban di Jawa Tengah tahun ini mencapai sekitar 130 ribu ekor sapi, 130 ribu ekor domba, 300 ribu ekor kambing, dan 3 ribu ekor kerbau. Pengawasan juga dilakukan di lapak dan pedagang hewan kurban.
Pemeriksaan lalu lintas ternak di perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur, Jawa Barat, dan DIY ikut diperketat. Langkah itu ditempuh untuk mencegah masuknya penyakit hewan ke Jawa Tengah menjelang perayaan kurban.
Source: halosemarang.id