Istilah UFO kembali muncul bukan karena ada penampakan benda asing di langit Georgia, melainkan karena dokumen rahasia Amerika Serikat membuka ulang peristiwa serangan udara yang lama diperdebatkan. Dokumen itu justru memperkuat dugaan bahwa pesawat militer Rusia terlibat dalam serangan di Lembah Kodori, sementara bantahan Moskow kini terlihat makin sulit diterima.
Dalam laporan rahasia Kedutaan Besar AS di Moskow yang dikirim ke Washington pada 30 Oktober 2001, Duta Besar AS untuk Rusia saat itu, Alexander Vershbow, menyebut pesawat Rusia melakukan serangan udara di Lembah Kodori pada 28 hingga 29 Oktober 2001. Ia menilai penolakan Rusia tidak meyakinkan karena Moskow bersikeras tidak ada pesawat mereka yang masuk ke wilayah udara Georgia.
Vershbow bahkan menulis bahwa sulit menerima bantahan resmi Rusia soal keterlibatan pesawat mereka. Ia menyindir bahwa menyebut peristiwa itu sebagai UFO terdengar lucu, meski pelanggaran yang terjadi sama sekali tidak ringan.
Istilah UFO dalam dokumen itu memang bukan penjelasan serius tentang objek asing. Kata tersebut muncul sebagai sindiran atas klaim Rusia yang dianggap tidak masuk akal, sementara perhatian utama laporan justru tertuju pada dugaan operasi militer di wilayah Georgia.
Lembah Kodori saat itu berada dalam tekanan
Pada periode tersebut, Lembah Kodori menjadi salah satu titik paling panas di Kaukasus. Kawasan itu diperebutkan oleh kelompok pro-Rusia, milisi Georgia, dan pejuang dari Kaukasus Utara.
Vershbow menilai serangan udara itu bertujuan menekan kelompok Georgia dan Chechnya agar tidak bergerak menuju Abkhazia maupun wilayah Rusia. Ia juga menyinggung keberadaan Rusia di Gudauta, yang disebut dipertahankan dengan kedok pasukan penjaga perdamaian untuk memberi tekanan pada pemerintah Tbilisi.
Catatan Departemen Pertahanan Georgia ikut menguatkan gambaran tersebut. Laporan itu menyebut empat pesawat militer dan enam helikopter melanggar wilayah udara Georgia melalui Abkhazia pada 28 Oktober 2001.
Bantahan Moskow terus dipersoalkan
Moskow saat itu menolak keras tuduhan keterlibatan dalam serangan itu. Pemerintah Rusia menyatakan tidak ada pesawat Rusia yang memasuki wilayah udara Georgia.
Namun, isi dokumen AS menunjukkan bahwa bantahan tersebut tidak dianggap cukup kuat. Dari sudut pandang Vershbow, penyangkalan Rusia justru memperlihatkan upaya menutup-nutupi operasi yang terjadi di wilayah itu.
Pernyataan itu juga memberi konteks mengapa istilah UFO ikut masuk dalam pembahasan. Istilah tersebut dipakai bukan untuk mengubah serangan udara menjadi misteri langit, melainkan sebagai sindiran terhadap penjelasan yang dinilai terlalu jauh dari fakta yang disampaikan dalam laporan AS.
Dampaknya tidak berhenti pada satu insiden
Kisah di Kodori tidak berhenti pada satu serangan udara. Wilayah itu tetap menjadi sumber ketegangan dalam beberapa tahun berikutnya dan terus berada dalam tarik-menarik kekuasaan.
Pada 2006, Georgia kembali mengirim pasukan ke Kodori Gorge. Setelah perang Rusia-Georgia pada 2008, Moskow akhirnya menguasai seluruh wilayah itu, menandai perubahan besar dalam kendali atas kawasan yang sejak lama diperebutkan.
Source: www.suara.com




