Pembelian unit karbon oleh Bank Mandiri dari proyek PLTGU Muara Tawar menunjukkan bahwa transisi energi kini tidak lagi hanya dibahas dalam ruang pembiayaan. Langkah ini memperlihatkan adanya peran yang lebih aktif dari sektor keuangan dalam mendukung pengurangan emisi melalui mekanisme pasar karbon.
Keterlibatan itu muncul seiring kebutuhan menjaga pasokan listrik tetap andal ketika porsi energi baru terbarukan terus meningkat. Dalam kondisi tersebut, pasar karbon mulai dipandang sebagai instrumen yang relevan untuk membantu dekarbonisasi secara lebih terukur tanpa mengganggu kestabilan sistem ketenagalistrikan.
Bank Mandiri melihat langsung peran Muara Tawar
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, datang ke UP Muara Tawar bersama Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN NP, Teguh Widhi Harsono, serta jajaran manajemen kedua pihak. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya melihat langsung fungsi pembangkit tersebut dalam menopang sistem kelistrikan.
PLTGU Muara Tawar milik PT PLN Nusantara Power diposisikan sebagai pembangkit yang penting untuk keandalan pasokan. Saat beban puncak meningkat atau pasokan energi baru terbarukan mengalami fluktuasi, keberadaan pembangkit seperti ini tetap dibutuhkan agar sistem listrik berjalan aman.
Dalam konteks transisi energi, pembangkit gas dan uap masih memiliki peran penyangga. Pembangkit jenis ini dapat merespons perubahan beban dan gangguan pasokan dengan cepat, sehingga keandalan sistem tidak terganggu ketika integrasi energi bersih terus diperbesar.
Henry menilai peningkatan pemakaian energi baru terbarukan harus didukung infrastruktur yang kuat. Menurut dia, keandalan sistem tetap membutuhkan pembangkit penyangga agar transisi energi bisa berlangsung stabil dan terjaga.
Masuk ke pasar karbon lewat unit yang sudah diverifikasi
Selain melihat peran pembangkit, langkah Bank Mandiri ke Muara Tawar juga terkait dengan target internal perseroan dalam pengurangan emisi. Bank Mandiri menargetkan Net Zero Emission untuk emisi Scope 1 dan 2 pada 2030.
Salah satu pendekatan yang ditempuh adalah carbon offset, termasuk pembelian unit karbon yang telah terverifikasi. Bank Mandiri menyebut skema ini sebagai opsi yang feasible untuk membantu pencapaian target emisi perusahaan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arah regulasi dan perkembangan pasar karbon nasional. Pada saat yang sama, mekanisme ini membuka ruang partisipasi lebih luas bagi lembaga keuangan dan pelaku industri dalam ekosistem dekarbonisasi.
Pembelian 5.000 tCO₂e dari proyek efisiensi Muara Tawar
Pada momentum peluncuran Bursa Karbon Internasional Indonesia atau IDXCarbon pada Januari 2025, Bank Mandiri membeli 5.000 tCO₂e unit karbon. Unit itu berasal dari proyek Konversi Pembangkit Single Cycle menjadi Combined Cycle Blok 2 PLN NP UP Muara Tawar.
Proyek tersebut berfokus pada peningkatan efisiensi pembangkit listrik. Caranya dengan memanfaatkan kembali panas yang sebelumnya terbuang agar dapat menghasilkan listrik tambahan.
Model combined cycle membuat pemanfaatan energi menjadi lebih optimal. Efisiensi yang meningkat ikut membantu menekan emisi dari proses pembangkitan listrik.
Bank Mandiri menyampaikan bahwa unit karbon dari proyek itu telah divalidasi dan diverifikasi oleh pihak ketiga. Verifikasi ini penting karena menentukan kredibilitas unit karbon yang diperdagangkan maupun dipakai untuk offset.
Sinyal bagi pasar karbon domestik
Transaksi tersebut memperlihatkan bahwa Bank Mandiri tidak hanya hadir sebagai pemberi pembiayaan, tetapi juga sebagai peserta aktif dalam pasar karbon domestik. Langkah ini memberi sinyal positif bagi penguatan voluntary carbon market di Indonesia.
Pasar ini kian relevan ketika banyak pihak mencari cara yang lebih terukur untuk menurunkan emisi. Di sisi lain, pembelian unit karbon dari proyek PLN NP juga mencerminkan dukungan terhadap proyek dekarbonisasi milik nasabah utama.
PLN NP, yang merupakan bagian dari PLN Group, disebut sebagai debitur Corporate Banking 8 Group sekaligus prime client Bank Mandiri. Hubungan ini menunjukkan bahwa dukungan sektor keuangan terhadap energi bersih dapat berjalan lebih luas daripada sekadar kredit.
Henry menegaskan bahwa dukungan Bank Mandiri terhadap transisi energi tidak berhenti pada pembiayaan. Partisipasi dalam ekosistem karbon dipandang sebagai bagian dari upaya mendukung target dekarbonisasi nasional secara bertahap, sambil tetap menjaga keandalan listrik dari pembangkit seperti Muara Tawar.





