Banjir Semarang Kian Mematikan, Nenek Terseret Arus Usai Tanggul Sungai Plumbon Jebol

Banjir yang melanda Semarang tidak hanya meninggalkan genangan dan kerusakan, tetapi juga memunculkan ancaman serius bagi warga di kawasan rawan aliran sungai. Di tengah kondisi itu, satu warga lanjut usia ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu.

Temuan jasad perempuan lansia tersebut menambah jumlah korban tewas akibat banjir di Kota Semarang menjadi dua orang. Sebelumnya, seorang remaja putri juga dilaporkan meninggal dunia setelah tersapu banjir di wilayah Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan.

Pencarian berakhir di area persawahan

Korban di Mangkang Kulon ditemukan di parit yang berada di area persawahan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, membenarkan penemuan itu saat dikonfirmasi melalui layanan perpesanan WhatsApp.

Penemuan tersebut terjadi pada Sabtu (16/5) dan sekaligus mengakhiri pencarian terhadap perempuan lansia yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus. Lokasi penemuan berada di area yang memang terdampak derasnya arus banjir setelah tanggul Sungai Plumbon jebol.

Dua lokasi, dua korban jiwa

Dua kematian ini berasal dari titik yang berbeda, tetapi sama-sama terkait dengan derasnya luapan air sungai. Di Mangkang Kulon, korban terseret arus akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon, sementara di Purwoyoso, banjir luapan Sungai Silandak menyeret korban lainnya.

Rangkaian kejadian itu memperlihatkan bahwa wilayah barat Semarang masih menghadapi risiko tinggi saat hujan deras memicu meluapnya sungai. Kondisi tanggul dan derasnya arus menjadi faktor yang membuat warga di sekitar aliran sungai perlu lebih waspada.

Ada warga yang berhasil diselamatkan

Di tengah kabar duka tersebut, satu warga lain yang sempat hanyut berhasil ditemukan selamat. Korban mengalami dislokasi pada bagian bahu dan kini menjalani perawatan di RSUD Dr Adhyatma MPH Tugurejo Kota Semarang.

Kabar ini memberi sedikit kelegaan di tengah situasi banjir yang masih menyisakan banyak risiko. Namun, kejadian di beberapa titik menunjukkan bahwa kawasan dekat sungai dan wilayah rawan genangan tetap membutuhkan perhatian ekstra saat curah hujan meningkat.

Luapan air masih jadi ancaman utama

Peristiwa di Semarang kembali menegaskan bahwa banjir bukan hanya soal genangan air yang mengganggu aktivitas warga. Saat aliran sungai meluap dan tanggul tak mampu menahan derasnya air, risiko korban jiwa menjadi sangat nyata.

Kondisi itu terlihat jelas dari dua lokasi berbeda yang sama-sama menjadi titik jatuhnya korban. Pencarian di Mangkang Kulon pun dilakukan di area yang diduga menjadi lintasan arus banjir, sebelum akhirnya jasad korban ditemukan di parit persawahan tidak jauh dari lokasi terdampak.

Source: jateng.jpnn.com
Exit mobile version