Bangku Cadangan Thunder Kian Menekan Spurs, Wembanyama Dikepung Ujian Baru di Game 4

Oklahoma City Thunder memasuki Game 4 melawan San Antonio Spurs dengan satu keunggulan yang paling mencolok: kedalaman skuad mereka terus mengubah jalannya seri. Bangku cadangan Thunder sudah unggul jauh atas bench Spurs, dan selisih itu ikut membuat mereka memimpin 2-1.

Namun pertandingan di San Antonio tetap tidak sederhana. Thunder baru saja melewati Game 3 yang sempat dimulai dengan defisit 0-15 sebelum mereka berbalik menang 123-108, jadi fokus dan disiplin masih akan menjadi syarat utama.

Bangku cadangan Thunder terus jadi pembeda

Perbedaan terbesar sejauh ini datang dari para pemain non-starter Oklahoma City. Dalam tiga laga, bench Thunder unggul 183-64 atas bench Spurs, termasuk 76-23 pada Game 3.

Jumlah 76 poin dari bangku cadangan di Game 3 menjadi rekor tertinggi untuk sebuah bench dalam laga final konferensi sejak format itu dimulai pada 1970-71. Dari 47 tembakan tiga angka Thunder selama tiga pertandingan, 37 di antaranya dilepas oleh pemain cadangan.

Kontribusi itu tidak hanya hadir lewat skor. Bangku Thunder memasukkan 48,5 persen tembakan lapangan dan 44 persen tripoin, lalu menyumbang 24 dari 35 steal tim.

Beberapa nama juga menonjol dalam peran ini. Alex Caruso mencetak 31 poin, yang menjadi rekor playoff pribadinya di Game 1, sementara Game 2 dan Game 3 kembali menghadirkan produksi besar dari pemain pelapis.

Wembanyama masih jadi ujian yang belum tuntas

Di sisi lain, Victor Wembanyama tetap menjadi tantangan paling rumit bagi Thunder. Oklahoma City belum merasa sudah menemukan cara pasti untuk menghentikannya, dan data sepanjang seri menunjukkan pengaruhnya masih besar saat ia berada di lapangan.

Spurs mencatat net rating positif ketika Wembanyama bermain, dengan 114,2 poin dicetak dan 108 poin diterima per 100 possession dalam seri ini. Tetapi masalah Spurs justru muncul ketika ia duduk, karena dalam sembilan menit tanpa Wembanyama di Game 3, Thunder langsung unggul 35-16.

Wembanyama sendiri tetap mencetak 26 poin pada Game 3, tetapi dampaknya di area dekat ring menurun. Ia meraih 24 rebound di Game 1, lalu 17 di Game 2, sebelum hanya mencatat empat di Game 3.

Produktivitasnya di paint juga turun dari 26 poin pada laga pembuka menjadi 10 poin dalam dua kekalahan terakhir. Untuk menekan ritmenya, Thunder terus menggilir banyak penjaga dan big man seperti Alex Caruso, Isaiah Hartenstein, Chet Holmgren, dan Jaylin Williams.

Modal tandang Oklahoma City belum goyah

Seri yang kembali bergeser ke San Antonio juga mempertemukan Spurs dengan salah satu catatan tandang terbaik di playoff musim ini. Thunder belum kalah dalam laga tandang playoff dengan rekor 5-0, dan dalam dua musim terakhir mereka mencatat 10-5 di laga seperti itu.

Mark Daigneault menilai kemenangan tandang di playoff selalu menuntut ketenangan, kendali emosi, dan kemampuan mengabaikan gangguan. Ia juga menegaskan bahwa margin skor yang terlihat nyaman tidak selalu menggambarkan betapa beratnya pertandingan semacam ini.

Dalam lima laga tandang playoff musim ini, Thunder memang kebobolan lebih banyak poin dibanding saat bermain di kandang. Meski begitu, mereka juga mencetak lebih banyak poin di laga tandang, yang menunjukkan identitas permainan mereka tetap hidup di luar Oklahoma City.

Jika Thunder kembali menang di Game 4, mereka akan unggul 3-1 dan pulang ke Oklahoma City dengan peluang menutup seri. Hasil itu juga akan memastikan mereka melaju ke NBA Finals untuk musim kedua beruntun.

Game 4 dijadwalkan berlangsung Minggu di San Antonio pada pukul 8 ET dan disiarkan NBC serta Peacock. Dengan Wembanyama yang masih mencari ritme penuh, rekor tandang Thunder yang belum runtuh, dan bangku cadangan yang terus memberi jarak, duel ini tampak akan ditentukan oleh detail kecil yang sudah mulai terlihat sejak Game 3.

Source: www.nba.com

Baca Juga

Back to top button