Langkah Bajaj ke kelas motor petualang ringan mulai terasa semakin serius. Nama “Bajaj Trekker” kini ikut mencuri perhatian setelah muncul dalam dokumen paten terbaru di India dan statusnya disebut sudah accepted oleh otoritas kekayaan intelektual setempat.
Bocoran itu memperkuat dugaan bahwa Bajaj sedang menyiapkan identitas baru di luar keluarga Pulsar dan Dominar. Arah pengembangannya juga tidak biasa, karena motor ini disebut akan membawa karakter ala reli Dakar dan mengisi rentang kubikasi 125cc sampai 250cc.
Identitas baru di luar lini yang sudah dikenal
Rajiv Bajaj, Managing Director Bajaj Auto, sebelumnya telah menyampaikan bahwa perusahaan menyiapkan delapan model baru. Dari jumlah itu, salah satu yang paling menarik justru mengarah ke lini motor adventure khusus yang akan berdiri sebagai sub-brand tersendiri.
Langkah ini penting karena Bajaj selama ini lebih kuat di segmen sport dan touring lewat Pulsar serta Dominar. Di sisi lain, ruang untuk adventure entry-level dan menengah dinilai masih belum digarap maksimal, padahal minat pasar pada motor serbaguna terus bertumbuh.
Arah desain mengarah ke motor reli modern
Dari uji jalan dan laporan media otomotif internasional, wujud motor ini mulai terbaca sebagai motor adventure dengan sentuhan reli modern. Karakternya digambarkan agresif dan tangguh, dengan tampilan yang lebih macho dibandingkan motor Bajaj yang biasa dikenal.
Beberapa elemen yang diperkirakan hadir antara lain windshield tinggi, lampu depan LED bergaya protektif, moncong depan khas motor adventure, setang ergonomis, ground clearance tinggi, dan suspensi dengan travel panjang. Kombinasi itu membuat motor ini diproyeksikan nyaman dipakai jauh, tetapi tetap siap melintasi jalan rusak.
Mesin disiapkan untuk torsi, bukan sekadar tenaga puncak
Untuk urusan dapur pacu, Bajaj diperkirakan memanfaatkan basis mesin dari keluarga Pulsar N-Series. Kubikasi yang disiapkan disebut berada di kisaran 125cc hingga 250cc, namun penyetelannya akan diarahkan untuk kebutuhan adventure touring.
Fokus utama motor seperti ini bukan mengejar tenaga puncak setinggi mungkin. Yang dibutuhkan justru torsi kuat di putaran bawah hingga menengah agar motor tetap enak dipakai di tanjakan, jalan berbatu, dan perjalanan jarak jauh.
Motor ini juga diprediksi memakai velg jari-jari atau alloy khusus adventure yang lebih kuat untuk menghadapi kondisi jalan buruk. Dengan pendekatan itu, Trekker berpotensi masuk ke kategori motor yang menonjolkan fungsi serbaguna tanpa kehilangan aura petualangnya.
Pengalaman global Bajaj jadi modal penting
Bajaj tidak memulai dari nol untuk proyek ini. Perusahaan sudah memiliki pengalaman panjang bekerja sama dengan merek motor Eropa, termasuk menjadi salah satu pemegang saham besar di KTM.
Lewat kerja sama tersebut, Bajaj juga menjadi mitra produksi untuk model global seperti lini Duke dan Adventure. Selain itu, Bajaj menjalin kolaborasi strategis dengan Triumph Motorcycles untuk pengembangan motor modern berbasis platform baru.
Modal pengalaman itu memberi peluang bagi Bajaj menghadirkan motor adventure dengan kualitas yang kompetitif. Di saat yang sama, harga jual tetap bisa dijaga agar menarik di kelasnya.
Pasar ADV ringan makin ramai diburu
Masuknya sub-brand adventure dari Bajaj diperkirakan akan menambah panas persaingan di kelas ADV entry-level. Pasar ini sudah diisi banyak model dari berbagai pabrikan, sehingga pilihan motor touring dan dual-purpose kini makin beragam.
Di antara nama yang ikut ramai dibicarakan, TVS Apache RTX 300 juga disebut sebagai calon penantang baru di kelas ini. Jika Bajaj benar-benar membawa Trekker 125cc hingga 250cc dengan harga agresif, motor ini bisa langsung jadi sorotan.
Peluang Indonesia belum tertutup
Untuk pasar Indonesia, belum ada konfirmasi resmi sejauh ini. Namun peluang kehadirannya tetap terbuka karena minat terhadap motor bergaya adventure dan touring ringan di Tanah Air terus meningkat.
Konsumen muda kini mencari motor yang nyaman dipakai harian, tetapi tetap siap diajak perjalanan jauh. Jika Bajaj mampu menyatukan desain tangguh, fitur modern, dan harga kompetitif, Trekker berpeluang menarik perhatian pecinta touring di Indonesia.