Babak Akhir Euphoria Makin Jelas, HBO Tetapkan Season 3 Sebagai Penutup Cerita

Keputusan HBO untuk mengakhiri Euphoria di musim ketiga ternyata tidak berdiri hanya pada pertimbangan produksi. Sam Levinson selaku kreator menilai penutup di season 3 paling pas karena arah cerita serial ini memang sejak awal dibangun sebagai kisah tentang adiksi dan dampak yang menyertainya.

Pandangan itu membuat musim terakhir Euphoria terasa seperti tahap akhir yang sudah lama mengarah ke sana. Dengan fokus cerita yang bergeser ke konsekuensi dan perjalanan para tokohnya, penutupan di musim ketiga dianggap paling selaras dengan fondasi naratif serial tersebut.

Pernyataan Levinson muncul dalam wawancara bersama Popcast, podcast milik The New York Times. Ia menyebut season 3 sebagai penutup yang paling sesuai untuk cerita Rue dan karakter lain yang selama ini menjadi pusat perhatian penonton.

Spekulasi soal tamatnya Euphoria memang sudah lama menguat. Salah satu pemicunya adalah jeda produksi yang panjang antara musim kedua dan ketiga, yang membuat banyak penonton menilai serial ini sedang menuju akhir.

HBO kemudian memperjelas posisi serial drama remaja itu dengan mengonfirmasi bahwa season 3 adalah musim terakhir. Artinya, episode kedelapan akan berfungsi sebagai penutup seluruh rangkaian kisah yang sudah dibangun sejak awal.

Lompatan waktu mengubah arah cerita

Musim ketiga Euphoria juga membawa perubahan besar pada latar waktu. Cerita disebut berlangsung lima tahun setelah peristiwa di musim sebelumnya, sehingga para tokohnya tidak lagi berada dalam fase remaja yang sama seperti dulu.

Perubahan itu membuat Rue, Maddy, Cassie, Jules, hingga Nate memasuki tahap hidup yang jauh lebih dewasa. Alur serial pun bergerak ke wilayah yang lebih kompleks, dengan persoalan yang tidak lagi hanya berkisar pada konflik khas anak muda.

Di musim ini, tema yang muncul ikut berkembang. Beberapa di antaranya mencakup keimanan, penebusan, serta pertarungan antara kebaikan dan kejahatan, yang memberi warna berbeda pada cerita penutupnya.

Penutup untuk perjalanan yang dimulai sejak 2019

Sejak tayang pada 2019, Euphoria dikenal lewat pembahasan yang kuat tentang kesehatan mental, penyalahgunaan zat, relasi, dan pencarian identitas generasi muda. Karena itu, musim ketiga diposisikan sebagai penutup perjalanan emosional para karakter, bukan sekadar lanjutan cerita biasa.

Materi promosi dan keterangan dari tim produksi juga mengarah ke hal yang sama. Musim terbaru ini dipandang sebagai babak akhir yang menutup perjalanan Rue serta tokoh-tokoh lain yang selama ini menyusun identitas serial tersebut.

Zendaya sebelumnya juga sempat memberi sinyal bahwa Euphoria kemungkinan tidak akan berlanjut melewati season 3. Sinyal itu kini sejalan dengan keputusan resmi HBO dan pernyataan Levinson yang sama-sama menempatkan musim ketiga sebagai akhir cerita.

Dengan keputusan tersebut, Euphoria menutup posisinya sebagai salah satu serial drama remaja paling berpengaruh dalam beberapa tahun terakhir. Perhatian kini tertuju pada bagaimana setiap karakter menghadapi konsekuensi hidup mereka di episode-episode terakhir.

Source: lifestyle.bisnis.com

Baca Juga

Back to top button