Mencari mobil bekas murah yang masih masuk akal untuk dipakai harian membuat Daihatsu Ayla 2014 tipe M kembali menarik perhatian. Di pasar mobil bekas, unit ini sudah banyak ditawarkan di kisaran Rp60 jutaan, angka yang kini selevel dengan sejumlah motor matik besar.
Pilihan itu terasa relevan bagi pembeli yang ingin naik kelas dari roda dua ke roda empat tanpa harus langsung menanggung biaya kepemilikan yang berat. Selain harga beli yang turun, Ayla juga dikenal punya konsumsi bahan bakar yang irit untuk ukuran city car.
Harga yang sudah turun ke level ramah kantong
Pantauan di bursa mobil bekas menunjukkan Ayla tipe M manual tahun 2014 dipasarkan mulai Rp65 jutaan. Untuk transmisi otomatis, banderolnya bergerak di kisaran Rp70 juta sampai Rp80 jutaan.
Varian M Sporty dibuka sedikit lebih tinggi karena mendapat tambahan aksesoris eksterior. Versi manualnya berada di rentang Rp70 juta sampai Rp75 jutaan, sedangkan versi otomatisnya sekitar Rp75 juta sampai Rp90 jutaan.
Harga tersebut tidak bisa disamaratakan di semua daerah. Kondisi bodi, status pajak, dan riwayat servis tetap menjadi penentu besar dalam membentuk nilai jual akhir setiap unit.
Kabinnya kecil, tapi tidak sesempit yang dibayangkan
Meski berukuran mungil dari luar, Ayla punya ruang kabin yang dinilai cukup mengejutkan untuk kelasnya. Ruang kaki penumpang belakang disebut masih bisa mencapai 20 cm, sehingga mobil ini tetap terasa layak dipakai bersama keluarga kecil.
Bagasinya juga punya kelebihan yang tidak langsung terlihat dari tampilan luar. Desain lantai bagasi yang menjorok ke bawah membuat ruang simpan tersebut mampu menampung tiga galon air sekaligus.
Karakter itu membuat Ayla tidak hanya cocok untuk perjalanan pendek di dalam kota. Mobil ini juga masih masuk akal untuk kebutuhan belanja harian, antar-jemput, dan membawa barang ringan.
Mesin kecil yang memang diarahkan untuk efisiensi
Daihatsu Ayla 2014 memakai mesin 3-silinder 1KR-DE berkapasitas 998 cc. Di atas kertas, tenaga yang dihasilkan mencapai 67 PS dengan torsi 89 Nm.
Angka tersebut bukan untuk mengejar performa tinggi. Namun untuk kebutuhan harian, karakter mesinnya dinilai cukup tangguh karena putaran bawah terasa padat dan responsif saat menghadapi lalu lintas stop-and-go.
Itulah yang membuat Ayla tetap relevan di tengah kemacetan perkotaan. Respons awal yang baik sering kali lebih berguna daripada tenaga besar di putaran atas untuk mobil komuter.
Irit bahan bakar dan sederhana di dalam
Daya tarik lain yang membuat model ini bertahan di pasar mobil bekas adalah konsumsi BBM-nya. Di dalam kota, efisiensinya disebut bisa berada di kisaran 15 sampai 20 km/liter.
Untuk mobil harian, angka itu menjadi modal penting saat biaya operasional diperhitungkan. Tidak heran jika Ayla masih sering dilihat sebagai opsi rasional bagi pembeli yang menimbang pengeluaran jangka panjang.
Interior tipe M memang dibuat sederhana. Joknya masih memakai bahan kain, tetapi head unit Double DIN standar sudah tersedia dan bisa memutar musik melalui USB.
Yang perlu diperiksa sebelum meminang unit bekas
Usia unit yang sudah mendekati satu dekade membuat pemeriksaan tidak boleh dilakukan tergesa-gesa. Pembeli disarankan menghindari mobil yang menunjukkan tanda bekas tabrakan berat atau sasis yang sudah berkarat.
Kondisi mesin juga perlu dilihat dengan teliti. Pastikan tidak ada rembesan oli basah di area blok mesin agar potensi biaya perbaikan setelah pembelian bisa ditekan.
Suara mesin 3-silinder memang cenderung lebih kasar dibanding mesin empat silinder. Meski begitu, ritmenya tetap harus konstan dan tidak terasa pincang saat mesin hidup.
Pemeriksaan terakhir sebaiknya diarahkan ke sistem pendingin udara dan kelistrikan lampu utama. AC yang sehat penting untuk mobil harian, terutama saat dipakai di cuaca panas dan jalan yang padat.
Source: www.suara.com




