Atto 3 Baru Naik Kelas, Kabin Lebih Lapang dan Sekali Isi Bisa 630 Km

Persaingan SUV listrik kompak di China membuat BYD Atto 3 terbaru datang dengan paket yang jauh lebih serius. Bukan hanya tampil lebih besar, model yang juga dikenal sebagai Yuan Plus ini membawa jarak tempuh hingga 630 km pada varian tertingginya.

Pembaruan itu muncul di tengah tekanan yang sedang dihadapi Atto 3 di pasar domestik. Data China EV DataTracker menunjukkan distribusi BYD Atto 3 atau Yuan Plus di China hanya mencapai 10.675 unit, turun 73,2 persen secara tahunan, sehingga penyegaran besar menjadi langkah yang cukup masuk akal untuk menjaga posisinya.

Bodi membesar, tampilan ikut berubah

Perubahan paling cepat terlihat ada di eksterior. BYD kini memakai bahasa desain “Loong Face” atau wajah naga dengan fascia yang lebih tajam, aksen krom horizontal, serta gagang pintu semi-tersembunyi.

Sentuhan baru itu membuat Atto 3 terbaru terlihat lebih modern dan matang. Di saat yang sama, proporsi bodinya juga ikut direvisi agar terasa lebih lapang.

Dimensi barunya mencatat panjang 4.665 mm, lebar 1.895 mm, tinggi 1.675 mm, dan wheelbase 2.770 mm. Dibanding generasi sebelumnya, panjang mobil naik 210 mm dan jarak sumbu roda bertambah 50 mm.

Kabin dibuat lebih lengkap

Kenaikan ukuran bodi diarahkan untuk mendukung ruang kabin yang lebih nyaman. Karena itu, Atto 3 baru tidak hanya mengandalkan tampilan luar, tetapi juga kenyamanan harian sebagai nilai jual.

Isi kabinnya dibuat jauh lebih lengkap dari sebelumnya. BYD membekali mobil ini dengan 16 speaker, kulkas dengan fitur penghangat untuk makanan atau minuman, serta bagasi elektrik.

Selain itu, perangkat hiburan dan kemudahan berkendara juga ikut ditingkatkan. Ada head unit layar sentuh besar model floating, panel instrumen LCD, wireless charger, head-up display, dan tuas transmisi di balik setir.

Bantuan berkendara naik kelas

Sektor keselamatan dan bantuan mengemudi juga mendapat pembaruan yang cukup penting. Atto 3 generasi terbaru sudah menggunakan sistem DiPilot 300 berbasis LiDAR.

Kehadiran LiDAR membuat kemampuan bantuan berkendaranya naik ke level yang lebih tinggi dibanding sistem yang lebih konvensional. Langkah ini juga memperlihatkan ambisi BYD membawa teknologi yang biasa ditemukan di kelas lebih mahal ke SUV listrik kompak.

Dua pilihan baterai, jarak tempuh berbeda

Di bagian performa, BYD menyiapkan dua opsi baterai LFP. Varian pertama memakai baterai 57,5 kWh yang dipasangkan dengan motor listrik 200 kW atau 268 HP.

Konfigurasi itu diklaim mampu menempuh jarak hingga 540 km berdasarkan siklus CLTC. Untuk penggunaan harian dan perjalanan menengah, angka tersebut sudah tergolong kompetitif di kelasnya.

Varian tertinggi memakai baterai 68,5 kWh dengan motor listrik yang lebih kuat, yakni 240 kW atau 322 HP. Versi ini menjadi sorotan utama karena jarak tempuhnya diklaim mencapai 630 km.

Pengisian cepat jadi daya tarik tambahan

Selain daya jelajah yang lebih panjang, Atto 3 terbaru juga dibekali teknologi flash charging. Teknologi ini diklaim mampu mengisi daya dari 10 persen ke 97 persen hanya dalam sembilan menit.

Jika klaim itu konsisten dalam pemakaian nyata, pengisian cepat akan menjadi salah satu keunggulan paling menonjol. Kombinasi antara jarak tempuh jauh dan waktu isi ulang yang singkat membuat model ini semakin relevan di tengah pasar SUV listrik yang kian padat.

Debut Atto 3 generasi terbaru sejauh ini masih terfokus di China. Namun model ini berpeluang hadir di Indonesia sebagai penerus Atto 3 yang sudah lebih dulu dipasarkan di dalam negeri.

Dengan bodi yang lebih besar, kabin yang lebih lengkap, bantuan berkendara berbasis LiDAR, serta jarak tempuh hingga 630 km, BYD Atto 3 terbaru tampil sebagai pembaruan yang menyeluruh. Model ini pun menjadi amunisi baru BYD untuk menjaga daya saing di segmen SUV listrik kompak.

Exit mobile version