Asus Pro Art Go Pro Bawa Layar OLED 4K Dan Intel Core Baru Untuk Kreator Serius, Harga Mulai Rp30 Jutaan

Bagi kreator yang bekerja dengan proyek visual berat, kehadiran Asus Pro Art Go Pro langsung menarik perhatian bukan karena tampilannya saja, melainkan karena kombinasi fitur yang memang disiapkan untuk kebutuhan profesional. Laptop ini memadukan layar OLED 4K HDR, prosesor Intel Core generasi terbaru, serta desain portabel yang tetap fokus pada produktivitas.

Posisinya jelas bukan sekadar laptop premium dengan bodi mewah. Asus menempatkan Pro Art Go Pro sebagai perangkat kerja untuk desainer grafis, fotografer, hingga videografer yang membutuhkan akurasi visual tinggi dan performa stabil dalam satu perangkat.

Layar jadi senjata utama

Asus memberi porsi besar pada layar OLED 16 inci beresolusi 4K. Panel ini sudah mendukung cakupan warna 100 persen DCI-P3 dan tingkat akurasi warna Delta-E < 2, dua hal yang penting untuk pekerjaan yang menuntut presisi tinggi.

Selain itu, layar ini juga membawa teknologi HDR dan refresh rate tinggi. Hasilnya, tampilan terasa lebih hidup dan responsif saat dipakai untuk editing, retouch foto, maupun menelusuri proyek visual yang kompleks.

Keunggulan panel seperti ini punya dampak langsung pada alur kerja kreatif. Dalam pengeditan video dan desain visual, ketepatan warna sering menjadi faktor yang menentukan hasil akhir pekerjaan.

Mesin kerja untuk aplikasi berat

Di sisi performa, Asus Pro Art Go Pro dibekali prosesor Intel Core generasi terbaru. Asus juga menyebut perangkat ini tersedia dengan opsi AMD Ryzen seri tinggi, sehingga pengguna punya pilihan sesuai kebutuhan performa.

Untuk pengolahan grafis, Asus memasangkan GPU NVIDIA GeForce RTX. Kombinasi ini ditujukan untuk menjalankan aplikasi berat seperti Adobe Premiere Pro, After Effects, Blender, dan AutoCAD.

Laptop ini juga mendukung RAM hingga 32GB. Sementara itu, penyimpanan SSD NVMe berkapasitas besar disiapkan agar multitasking, pemindahan file besar, dan pembukaan proyek kompleks bisa berjalan lebih lancar.

Didesain untuk alur kerja kreator

Asus menyematkan Asus Dial sebagai fitur eksklusif pada perangkat ini. Kontrol fisik tersebut dibuat untuk memudahkan pengaturan parameter di aplikasi kreatif Adobe, sehingga proses editing terasa lebih cepat dan lebih intuitif.

Keyboard ergonomis dengan backlit juga hadir untuk menunjang kenyamanan mengetik. Fitur ini berguna saat pengguna bekerja di ruangan dengan pencahayaan minim.

Untuk kebutuhan komunikasi, Asus melengkapi laptop ini dengan AI noise-canceling pada mikrofon. Fitur tersebut membantu suara terdengar lebih jernih saat meeting online atau saat berkolaborasi dari jarak jauh.

Port lengkap dan pendinginan dijaga

Aspek konektivitas juga mendapat perhatian. Asus menghadirkan Thunderbolt 4, HDMI, dan slot SD card agar pengguna mudah menghubungkan laptop ke monitor eksternal, media penyimpanan, dan perangkat pendukung produksi lainnya.

Sistem pendingin canggih juga disiapkan untuk menjaga suhu tetap stabil saat perangkat dipakai merender proyek berat. Kestabilan suhu penting karena berpengaruh langsung pada performa yang dipertahankan dalam sesi kerja panjang.

Asus membungkus semuanya dalam bodi tipis dan ringan agar mudah dibawa ke luar studio. Material aluminium berkualitas tinggi dipakai untuk memberi kesan premium sekaligus membantu menjaga ketahanan perangkat saat dibawa bepergian.

Masuk kelas premium

Di pasar internasional, Asus Pro Art Go Pro diperkirakan dibanderol mulai dari Rp30 juta hingga Rp45 juta. Rentang harga ini bergantung pada konfigurasi yang dipilih, termasuk kombinasi prosesor, grafis, memori, dan kapasitas penyimpanan.

Dengan banderol tersebut, perangkat ini jelas masuk kelas premium. Target utamanya adalah kreator yang membutuhkan laptop portabel dengan layar akurat, performa tinggi, dan fitur yang mendukung produktivitas profesional.

Karakter Pro Art Go Pro sejalan dengan lini Pro Art yang sejak awal difokuskan untuk kebutuhan kreatif. Asus tampak menaruh perhatian besar pada performa, kualitas layar, dan fitur produktivitas agar perangkat ini tetap relevan untuk alur kerja profesional yang semakin fleksibel.

Baca Juga

Back to top button