ASUS ExpertBook Ultra tampil dengan pendekatan yang tidak lazim untuk laptop bisnis. Perangkat ini membawa bobot sekitar 1,09 kg dan ketebalan 1,09 cm, tetapi tetap diklaim punya tenaga yang mendekati laptop gaming.
Di tengah pasar laptop Q1 2026 yang disebut sedang lesu karena kejenuhan terhadap gimmick AI dan harga RAM yang melambung, ASUS justru mendorong flagship bisnis ini ke arah yang lebih agresif. Fokusnya bukan hanya ringan dan ringkas, melainkan juga performa tinggi untuk kerja yang lebih berat dari sekadar mengetik atau rapat daring.
Desain tipis yang tetap terasa premium
Warna Morn Grey memberi kesan tenang dan profesional pada ExpertBook Ultra. ASUS juga mengurangi kesan mencolok dengan menghilangkan logo “ExpertBook” yang biasa tampil di cover belakang.
Bodi laptop ini memakai material Aerospace Grade AZ31B Magnesium Alloy yang diproses dengan CNC. Material tersebut membuat perangkat ringan, tetapi tetap terasa kokoh saat digenggam.
ASUS menambahkan Nano Ceramic Coating pada permukaan bodi. Lapisan ini diklaim punya tingkat kekerasan hingga 9H dan lima kali lebih tahan gores dibanding standar industri laptop pada umumnya.
Mesin kelas bisnis yang dibawa jauh ke atas
Sektor performa menjadi daya tarik paling besar dari perangkat ini. ASUS ExpertBook Ultra memakai Intel Core Ultra X7 358H dari lini Panther Lake, yang disebut masuk ke era Angstrom dengan kepadatan transistor lebih tinggi dan efisiensi daya yang baik.
Dalam pengujian Cinebench R23, laptop ini mencatat skor Multi-Core 19.188 dan Single-Core 2.085. ASUS juga menyebut performa Multi-Core perangkat ini meningkat sekitar 80 persen dibanding seri Lunar Lake.
Dengan kemampuan seperti itu, laptop ini jelas tidak dibatasi untuk kebutuhan kantor biasa. ASUS bahkan menyebut perangkat ini sanggup menangani simulasi berat seperti ANSYS CFD berkat bandwidth memori yang besar.
Grafis ikut didorong ke level yang jarang ada di laptop bisnis
Selain prosesor, bagian grafis juga dibuat agresif. Intel Arc B390 berbasis arsitektur Battlemage hadir untuk memberi lompatan performa yang besar di kelasnya.
Hasil pengujian 3DMark TimeSpy menunjukkan skor 7.134 poin. Angka ini disebut jauh meninggalkan kompetitor di segmen yang sama.
Kemampuan grafisnya juga terlihat dari pengujian game. Cyberpunk 2077 dikabarkan bisa berjalan hingga 155 FPS pada setting XeSS Balanced, sehingga karakter laptop bisnis ini terasa mendekati perangkat performa tinggi.
Layar dan daya yang mendukung kerja mobile
ExpertBook Ultra mengusung panel 14 inci 3K Tandem OLED. Teknologi ini menumpuk dua lapisan emisi cahaya OLED untuk menghasilkan kecerahan hingga 1400 nits HDR, sekaligus diklaim 40 persen lebih hemat daya.
Layar tersebut juga dilapisi Corning Gorilla Glass Matte. Lapisan ini diklaim mampu mengurangi silau hingga 80 persen, sehingga lebih nyaman saat dipakai di bawah sinar matahari langsung.
Baterainya berkapasitas 70Wh dan diklaim bisa bertahan hingga 23 jam dalam pengujian produktivitas. Kombinasi ini membuat laptop ini tampak dirancang untuk pengguna yang sering bekerja seharian tanpa terlalu bergantung pada charger.
Konektivitas dan spesifikasi utama
Meski bodinya sangat tipis, ASUS tetap menyertakan konektivitas yang lengkap. Dua port Thunderbolt 4, HDMI 2.1 full size, dan dukungan Wi-Fi 7 tersedia untuk kebutuhan kerja yang fleksibel.
ASUS juga memakai teknologi Laser Direct Structuring untuk membantu efisiensi sinyal nirkabel. Berikut ringkasan spesifikasi utamanya.
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Prosesor | Intel Core Ultra X7-358H (Panther Lake) |
| RAM | 64 GB LPDDR5x, 8533 MT/s (Unified Memory) |
| Grafis | Intel Arc B390 (Battlemage) |
| Layar | 14″ 3K Tandem OLED, 1400 nits HDR, 120Hz |
| Penyimpanan | 2 TB M.2 PCIe 5.0 SSD |
| Baterai | 70Wh, hingga 23 jam |
Dengan kombinasi bobot ringan, material premium, layar OLED terang, dan performa yang menonjol di kelasnya, ASUS ExpertBook Ultra diposisikan sebagai laptop bisnis yang tidak lagi bermain aman. Perangkat ini justru mencoba menunjukkan bahwa laptop kantor modern juga bisa punya karakter performa yang sangat dekat dengan kelas gaming.
Source: pemmzchannel.com




