Arus beli asing masih menjadi sinyal paling kuat bagi pasar saham domestik saat IHSG bergerak mendekati area 8.405. Di tengah pergerakan global yang masih campuran, pembelian bersih asing senilai Rp1,23 triliun memberi dukungan nyata bagi indeks untuk mempertahankan peluang kenaikan.
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada kemampuan IHSG menjaga momentum setelah sebelumnya sempat menguat ke level 8.275. Selama tekanan jual belum membesar, ruang untuk menguji resistance terdekat masih terbuka, apalagi saham-saham berkapitalisasi besar terus membantu menahan indeks di atas area psikologis penting.
Ruang gerak indeks masih terbuka
Berdasarkan riset Mirae Asset Sekuritas, IHSG diperkirakan bergerak di area support 8.075 hingga 8.270. Di sisi atas, target resistance berada di kisaran 8.180 sampai 8.405, sehingga pasar masih melihat peluang penguatan lanjutan jika minat beli tidak melemah.
Sebelumnya, indeks sempat naik 1,36 persen dan menyentuh level 8.275. Pergerakan itu menunjukkan tren naik masih terjaga, meski tetap dibutuhkan konfirmasi tambahan agar indeks tidak terjebak dalam fase konsolidasi yang terlalu panjang.
Pasar juga mencermati level 8.405 sebagai batas atas yang penting. Jika tekanan jual tetap tertahan, pengujian level tersebut dinilai masih mungkin terjadi dalam perdagangan hari ini.
Dana asing menjaga sentimen
Masuknya dana asing menjadi faktor yang paling diperhatikan karena pembelian bersihnya mencapai Rp1,23 triliun dalam periode akumulasi terbaru. Besarnya angka ini menunjukkan minat investor global terhadap pasar saham domestik masih cukup tinggi.
Aliran dana tersebut ikut menopang kepercayaan pasar terhadap saham-saham unggulan. Dalam beberapa sesi terakhir, akumulasi pada emiten berkapitalisasi besar terus terlihat dan membantu IHSG bertahan di atas support utama.
Meski begitu, pasar tetap dihadapkan pada potensi koreksi wajar. IHSG sebelumnya sempat terkoreksi tipis 0,25 persen ke level 8.163, dengan nilai transaksi harian mencapai Rp19,18 triliun, menandakan aktivitas perdagangan masih ramai.
Sektor besar masih jadi penggerak
Perbankan dan pertambangan masih dipandang sebagai dua sektor yang paling berperan dalam menggerakkan indeks. Keduanya kerap menjadi tujuan utama investor karena likuiditasnya besar dan bobotnya kuat dalam mempengaruhi arah IHSG.
Sejumlah saham yang masuk radar analis adalah DSNG, MBMA, NCKL, dan BBRI. DSNG mendapat dukungan dari sentimen sektor CPO, sementara MBMA disorot karena prospek industri baterai kendaraan listrik.
NCKL turut mencuri perhatian seiring stabilnya harga nikel dunia. Adapun BBRI tetap menjadi salah satu favorit karena bobotnya besar dalam menopang indeks dan sering dipilih untuk akumulasi jangka panjang.
Sentimen luar negeri masih campuran
Dari pasar global, harga minyak Brent naik lebih dari 5 persen. Kenaikan ini berpotensi memberikan dorongan bagi emiten sektor energi dan ikut memperkuat minat beli pada saham berbasis komoditas.
Namun, tidak semua aset bergerak positif. Bitcoin turun 1,6 persen ke level US$74.335, sedangkan Ethereum turun tipis ke US$2.310, yang menunjukkan sikap hati-hati pada sebagian aset berisiko masih terasa.
Di saat yang sama, S&P 500 Futures melemah 0,5 persen. Kondisi tersebut menegaskan bahwa pasar global masih dibayangi ketidakpastian, terutama dari faktor geopolitik yang dapat mempengaruhi arah aset berisiko dalam waktu dekat.
Dengan dukungan net buy asing, saham blue chip, dan sentimen komoditas yang masih positif, IHSG masih memiliki peluang bergerak menuju 8.405. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada apakah tekanan eksternal tetap terkendali dan mampu memberi ruang bagi indeks untuk mempertahankan tren penguatan.