Argentina mungkin masih berada di jalur paling kuat untuk mempertahankan gelar dunia, tetapi Lionel Messi enggan memberi ruang bagi rasa percaya diri yang berlebihan. Kapten Albiceleste itu menilai persaingan di turnamen sebesar Piala Dunia selalu penuh jebakan, sehingga timnya harus tetap realistis menghadapi lawan-lawan elite.
Bagi Messi, ancaman terbesar tidak datang dari satu atau dua tim saja. Ia justru melihat daftar pesaing yang sangat panjang, dengan kualitas yang sama-sama membuat Argentina harus waspada sejak awal.
Lawan yang paling disorot Messi
Messi secara langsung menyebut Prancis, Spanyol, Brasil, dan Portugal sebagai empat kekuatan utama yang patut dihindari jika Argentina ingin melangkah jauh. Prancis dinilainya kembali berada pada level tinggi karena diperkuat banyak pemain berkelas.
Spanyol juga masuk daftar karena tampil sangat baik sebagai sebuah tim. Sementara itu, Brasil tetap dianggap berbahaya karena negara tersebut hampir selalu punya kapasitas untuk bersaing di turnamen resmi, meski performanya tidak selalu stabil.
Portugal tidak luput dari perhatian. Messi memandang skuad itu sebagai tim nasional yang sangat kompetitif dan layak masuk kelompok kandidat kuat.
Ancaman tidak berhenti di empat nama
Messi tidak membatasi daftar waspada hanya pada empat negara tersebut. Ia juga memasukkan Jerman dan Inggris sebagai kekuatan besar yang tetap harus diperhitungkan.
Ia bahkan mengingatkan bahwa kejutan dari tim lain selalu mungkin muncul kapan saja. Sikap itu menunjukkan bahwa Argentina tidak cukup hanya fokus pada nama-nama besar, tetapi juga perlu menjaga konsistensi di setiap pertandingan.
Mental juara tetap jadi modal utama
Di tengah banyaknya pesaing kuat, Messi melihat Argentina datang dengan modal yang tidak kecil. Ia menilai skuad Albiceleste sebagai kelompok yang selalu ingin menang dan siap mengerahkan segalanya setiap kali berkumpul di lapangan.
Meski begitu, kondisi fisik sejumlah pemain tetap menjadi perhatian. Ada pemain yang cedera atau belum berada di ritme terbaik, sehingga kekompakan tim menjadi faktor yang semakin penting untuk menutup kekurangan teknis.
Karena itulah Messi meminta publik tetap realistis. Menurutnya, Argentina memang harus terus bermimpi, tetapi mereka juga perlu sadar bahwa level persaingan saat ini jauh lebih ketat.
Persiapan menuju turnamen terus berjalan
Tim asuhan Lionel Scaloni akan mengisi masa persiapan dengan laga uji coba untuk mematangkan strategi dan komposisi. Argentina dijadwalkan menghadapi Honduras di Texas, lalu menjalani pertandingan pemanasan terakhir melawan Islandia sebelum memulai laga resmi melawan Aljazair pada pertengahan Juni.
Dari lini belakang, kabar baik datang melalui Nicolas Otamendi. Bek senior itu dipastikan bisa tampil sejak awal turnamen setelah lepas dari sanksi, usai sempat terancam absen karena kartu merah di kualifikasi.
Argentina sendiri datang dengan misi besar setelah meraih trofi pada 2022 di Qatar. Dengan Messi tetap menjadi pusat permainan serta kombinasi pemain senior dan talenta muda, perjalanan mereka mempertahankan takhta dunia tetap akan dihadapkan pada sederet lawan berat yang sudah lebih dulu diwaspadai sang kapten.
Source: www.suara.com