Arema FC tampaknya tidak ingin menunggu terlalu lama untuk merapikan skuadnya di putaran kedua BRI Super League 2025-2026. Lima nama pemain asing dari Jepang, Brasil, dan Portugal kini ikut mengemuka sebagai opsi yang disebut bisa memberi warna baru bagi Singo Edan.
Kabar itu langsung memancing perhatian Aremania karena kebutuhan tim dinilai tersebar di banyak sektor. Arema FC disebut memerlukan tambahan tenaga di sayap, lini belakang, lini tengah, hingga lini depan agar lebih kuat bersaing pada sisa musim.
Dari daftar nama yang beredar, Rio Matsumura menjadi salah satu yang paling menonjol. Winger asal Jepang berusia 29 tahun itu dianggap punya kecepatan serta kemampuan menyerang yang dapat membuka ancaman baru dari sisi lapangan.
Kehadiran pemain seperti Rio dinilai penting karena Arema FC membutuhkan variasi serangan. Dengan opsi yang lebih beragam, tim akan lebih mudah mencoba membongkar pertahanan lawan yang rapat.
Di sektor pertahanan, nama Julio Cesar juga masuk dalam radar yang ramai dibahas. Bek asal Brasil berusia 30 tahun itu disebut membawa pengalaman yang dapat membantu menjaga stabilitas lini belakang Arema FC.
Posisi bek memang kerap menjadi perhatian besar saat kompetisi memasuki paruh kedua. Pengalaman dan konsistensi di sektor ini sering dibutuhkan agar organisasi bertahan tetap terjaga di tengah tekanan laga yang makin ketat.
Kreativitas di Tengah dan Peran Pengatur Irama
Arema FC juga dikaitkan dengan kebutuhan akan kreativitas di lini tengah. Karena itu, Hermi Bisoli disebut sebagai opsi untuk mengisi posisi gelandang serang.
Pemain Brasil berusia 27 tahun itu dinilai mampu memberi sentuhan berbeda dalam membangun serangan. Profilnya dianggap sesuai dengan kebutuhan tim yang memerlukan aliran bola lebih hidup menuju area depan.
Nama Rui Pires pun ikut masuk dalam pembahasan. Gelandang asal Portugal berusia 27 tahun itu disebut sebagai salah satu target utama untuk putaran kedua.
Karakter Rui Pires dikenal kuat dalam distribusi bola dan penguasaan permainan. Bekal itu membuatnya berpeluang menjadi penyeimbang penting antara fase bertahan dan fase menyerang Arema FC.
Ujung Tombak Juga Masuk Bidikan
Pencarian pemain asing baru tidak berhenti di sektor tengah dan belakang. Lini depan juga ikut disorot, dengan Jairo Da Silva muncul sebagai salah satu opsi untuk memperkuat serangan.
Penyerang asal Brasil berusia 33 tahun itu dinilai membawa modal pengalaman dan kematangan bermain. Dalam kompetisi yang panjang, sosok striker senior seperti ini dianggap bisa membantu produktivitas gol sekaligus memberi pengaruh positif kepada pemain muda.
Kebutuhan terhadap penyerang asing memang kerap menjadi isu penting di banyak klub Liga Indonesia. Saat kompetisi semakin menekan, gol sering menjadi pembeda yang menentukan arah hasil pertandingan.
Rumor yang Terus Menguat
Lima nama tersebut menunjukkan arah pencarian Arema FC yang cukup jelas. Klub asal Malang itu disebut tidak sekadar mencari tambahan kualitas, tetapi juga variasi karakter pemain agar tim lebih seimbang.
Hingga kini belum ada pengumuman resmi dari manajemen Arema FC mengenai perekrutan nama-nama itu. Karena itu, seluruh informasi yang beredar masih berada pada level rumor yang terus berkembang dalam beberapa pekan terakhir.
Meski statusnya belum pasti, kombinasi lima nama asing itu sudah lebih dulu membuat pembicaraan soal bursa transfer Arema FC makin ramai. Aremania kini menunggu apakah daftar incaran tersebut benar-benar berubah menjadi langkah konkret untuk membantu Singo Edan tampil lebih solid di klasemen BRI Super League 2025-2026.





