Android 17 QPR1 Beta 2 Fokus Bereskan Bug, Stabilitas Pixel Jadi Prioritas Utama

Android 17 QPR1 beta 2 datang dengan pendekatan yang jauh lebih pragmatis: bukan memperkenalkan perubahan besar, melainkan merapikan masalah yang sempat mengganggu penggunaan harian. Untuk pengguna Pixel yang sudah masuk jalur beta, pembaruan ini terasa penting karena sejumlah bug yang dibenahi menyentuh stabilitas sistem, tampilan, konektivitas, hingga fungsi telepon.

Google merilis build terbaru ini dengan nomor CP31.260423.012.A1, hanya beberapa pekan setelah beta pertamanya hadir. Jarak rilis yang rapat menunjukkan bahwa Google sedang mendorong fondasi Android 17 QPR1 agar lebih matang sejak awal pengujian.

Salah satu perbaikan yang paling terasa ada di sisi sistem. Aplikasi Terminal yang sebelumnya bisa gagal dibuka, menampilkan pop-up error yang tidak terselesaikan, lalu berhenti di layar memuat tanpa akhir, kini sudah ditangani.

Google juga menyentuh masalah yang lebih serius pada sistem file F2FS. Bug ini disebut berpotensi menyebabkan korupsi data atau ketidakstabilan sistem, sehingga perbaikannya menjadi penting meski tidak langsung terlihat oleh pengguna.

Masalah tampilan ikut dibereskan

Di bagian antarmuka, pembaruan ini memperbaiki gangguan pada lock screen yang membuat informasi tanggal dan cuaca bertumpuk dengan area sensor sidik jari. Situasi seperti ini bukan hanya mengacaukan tampilan, tetapi juga membuat layar kunci terasa kurang nyaman dipakai.

Bug visual lain muncul di layar beranda. Ikon aplikasi bertema kustom sempat tampil membesar secara keliru setelah pengguna kembali dari sebuah aplikasi, dan masalah itu kini masuk daftar perbaikan.

Tampilan recent apps juga mendapat perhatian. Google menyelesaikan glitch antarmuka yang bisa memicu ketidakstabilan visual ketika pengguna memindahkan aplikasi di layar tersebut.

Gesture navigasi pun tidak luput dari pembenahan. Sebelumnya, swipe pada navigation bar bisa gagal saat dipakai untuk berpindah antar-aplikasi terbaru, dan perilaku itu kini sudah ditambal.

Konektivitas dan panggilan lebih rapi

Di luar tampilan, Google memperbaiki indikator sinyal seluler yang sempat menampilkan bar kosong atau abu-abu meski perangkat sebenarnya masih tersambung ke jaringan. Bug seperti ini bisa membuat kondisi koneksi terlihat lebih buruk daripada kenyataannya.

Bluetooth tethering juga masuk dalam daftar pembaruan. Sebelumnya, tombol pengalih fitur ini bisa kembali mati setelah perangkat di-restart atau setelah siklus Bluetooth, sehingga pengguna harus menyalakannya lagi secara manual untuk berbagi internet.

Pada sisi panggilan, ada pembenahan untuk skenario panggilan aktif ketiga dari head unit. Bug tersebut sebelumnya justru bisa memutus peserta conference call yang sedang berlangsung, alih-alih menghentikan panggilan yang dimaksud.

Perubahan besar belum ditonjolkan

Meski daftar perbaikannya cukup panjang, perubahan yang langsung terlihat masih terbatas. Pada penggunaan di Pixel 8 Pro, pembaruan ini hanya disebut membawa ikon edit Quick Settings yang diperbarui.

Kondisi itu membuat Android 17 QPR1 beta 2 lebih terasa seperti rilis pemeliharaan daripada beta yang mengejar perubahan visual besar. Google tampaknya masih menahan pembaruan yang lebih mencolok untuk tahap beta berikutnya atau rilis QPR selanjutnya.

Karena masih berada di tahap awal pengujian beta, perangkat yang sudah memasang pembaruan ini tetap berpotensi menemukan bug lain. Itulah sebabnya pengguna yang mengutamakan kestabilan masih lebih aman bertahan di Android 16 pada perangkat Pixel mereka.

Bagi yang ingin mencoba versi baru, jalur beta tetap terbuka, selama risiko pengujian dipahami sejak awal. Google juga mendorong pengguna beta untuk terus melaporkan bug agar sisa masalah bisa dibereskan sebelum pembaruan bergerak ke tahap yang lebih matang.

Pembaruan OTA Android 17 QPR1 beta 2 sudah tersedia untuk seluruh perangkat Pixel yang kompatibel, mulai dari Pixel 6 hingga Pixel 10. Selain lewat OTA, Google juga menyediakan image OTA bagi pengguna yang ingin melakukan sideload manual pada perangkat Pixel mereka.

Source: www.androidpolice.com

Baca Juga

Back to top button