Alan Wake II Terdongkrak 192 Persen Dari Optimasi VRAM Valve, GPU 4 GB Mulai Lega

Batas VRAM kembali jadi sorotan setelah optimasi baru dari Valve memperlihatkan hasil yang bisa mengubah pengalaman bermain di GPU 4 GB. Dalam uji awal, beberapa game memang nyaris tidak bergerak, tetapi Alan Wake II justru melonjak tajam hingga 41 FPS dari sebelumnya 14 FPS.

Tes tersebut menarik perhatian karena menyentuh masalah yang paling sering menghantui kartu grafis kelas bawah, yaitu memori video yang cepat penuh saat menjalankan game modern. Pada kondisi seperti itu, performa inti GPU belum tentu menjadi masalah utama, sebab hambatan sering muncul dari pengelolaan VRAM yang tidak efisien.

Uji awal di perangkat kelas bawah

Pengujian dilakukan oleh YouTuber NJ Tech melalui CatchyOS, dengan fitur aktif lewat opsi “Install GPU Boosters”. Jalur ini menjadi cara praktis untuk mencoba tweak VRAM yang dikembangkan oleh insinyur Linux Valve, Natalie Vock.

Sistem uji memakai AMD Radeon RX 6500 XT 4 GB, RAM DDR4 16 GB, dan prosesor Ryzen 5 5600X dengan pendingin bawaan. Kombinasi ini menggambarkan perangkat yang umum ditemui pada PC menengah bawah, terutama pada pengguna yang masih mengandalkan GPU 4 GB untuk bermain di 1080p.

Pada kelas perangkat seperti ini, keterbatasan VRAM sering lebih terasa daripada tenaga komputasi mentah GPU. Karena itu, perubahan pada manajemen memori berpotensi memberi dampak yang lebih besar dibanding sekadar mengubah setelan grafis biasa.

Alan Wake II jadi bukti paling mencolok

Hasil paling menonjol muncul saat Alan Wake II dijalankan pada pengaturan visual Low, resolusi 1080p, dan FSR 2 mode Quality. Setelah optimasi VRAM diaktifkan, rata-rata frame rate naik dari 14 FPS menjadi 41 FPS, atau sekitar 192 persen.

Peningkatan itu juga terlihat pada 1% low yang naik dari 12 FPS menjadi 28 FPS. Angka tersebut penting karena menunjukkan bukan hanya rata-rata performa yang naik, tetapi juga kestabilan frame yang lebih baik saat game berjalan.

Lonjakan seperti ini membuat fitur Valve tampak relevan untuk game yang sangat sensitif terhadap kapasitas memori video. Saat VRAM mulai penuh, gejala tersendat kerap muncul, dan optimasi perangkat lunak semacam ini dapat membantu menguranginya.

Tidak semua game mendapat dorongan besar

Resident Evil Requiem juga memperlihatkan hasil positif dalam pengujian yang sama. Pada resolusi 1080p, pengaturan visual terendah, dan upscaling di level maksimum, rata-rata FPS naik dari 67 menjadi 78.

Kenaikan itu disertai perbaikan pada 1% low, dari 36 FPS menjadi 56 FPS. Kondisi tersebut menunjukkan gameplay yang lebih konsisten ketika tekanan grafis meningkat, meski dampaknya tidak seekstrem Alan Wake II.

Berbeda dengan itu, Silent Hill F hanya mencatat kenaikan kecil. Pada Full HD dengan visual low dan Temporal Anti-Aliasing aktif, rata-rata FPS naik dari 47 menjadi 50, sementara 1% low hanya bertambah 1 FPS.

Sejumlah judul hampir tidak berubah

Ada juga game yang tidak menunjukkan peningkatan berarti dalam pengujian awal ini. Daftarnya mencakup Crimson Desert, Cyberpunk 2077, Hogwarts Legacy, Death Stranding, dan Spider-Man 2.

Hasil yang datar tersebut tidak otomatis berarti fitur ini tidak berguna. Ada kemungkinan manfaatnya baru terlihat lebih jelas pada kondisi yang memberi tekanan lebih besar pada VRAM, termasuk bila pengujian dilakukan di resolusi di atas 1080p.

Meski begitu, data yang tersedia masih terlalu awal untuk dijadikan patokan umum. Diperlukan pengujian lanjutan dengan lebih banyak sampel game agar efektivitas fitur ini bisa dipetakan dengan lebih akurat.

Peluang bagi pengguna Linux gaming dan GPU 4 GB

Bagi pengguna Linux gaming, temuan ini punya nilai penting karena banyak yang masih bertahan dengan GPU lama berkapasitas 4 GB. Pada perangkat seperti Radeon RX 6500 XT, batas memori video bisa menjadi hambatan yang lebih mengganggu dibanding kemampuan grafis dasar.

Dalam konteks itu, optimasi VRAM Valve berpotensi memperpanjang usia pakai GPU lawas lewat pendekatan perangkat lunak. Jika sebuah game sangat sensitif terhadap manajemen memori, peningkatan performa bisa terasa jauh lebih besar daripada yang muncul lewat perubahan setelan visual saja.

Detail pemasangan GPU booster di CatchyOS juga memberi gambaran awal bagi pengguna yang ingin mencoba. Namun, hasil akhirnya tetap akan sangat bergantung pada game yang dijalankan, kapasitas VRAM yang tersedia, dan beban grafis pada konfigurasi 1080p.

Source: www.notebookcheck.net

Baca Juga

Back to top button