Google Drive yang menumpuk file acak kini mendapat bantuan AI yang lebih terarah. Google mulai memperluas fitur “Organize My Files” agar pengguna tidak perlu lagi memindahkan file satu per satu saat ingin membereskan Drive.
Yang menarik, fitur ini tidak bekerja dengan cara asal menaruh file ke folder tertentu. Sistemnya membaca pola penyimpanan yang sudah terbentuk di akun pengguna, lalu menawarkan susunan folder yang dianggap paling cocok dengan kebiasaan pengarsipan yang ada.
AI yang menyesuaikan diri dengan kebiasaan pengguna
Pendekatan ini membuat “Organize My Files” terasa lebih personal daripada alat pemindah file biasa. AI di dalamnya memeriksa bagaimana file-file di Drive selama ini dikelompokkan, kemudian menyusun rekomendasi berdasarkan struktur yang sudah terlihat.
Hasilnya, file yang tercecer bisa diarahkan ke folder yang memang sudah tersedia. Dalam kondisi tertentu, kumpulan file yang saling berkaitan juga bisa dipisahkan ke folder baru supaya susunannya lebih rapi.
Google menyiapkan dua jenis saran dalam fitur ini. Satu bagian berisi usulan pemindahan ke folder yang sudah ada, sementara bagian lain menawarkan pembuatan folder baru untuk file-file yang dinilai cocok berada dalam kelompok tersendiri.
Pengguna tetap memegang keputusan akhir
Meski dibantu AI, fitur ini tidak langsung memindahkan file tanpa izin. Sebelum perubahan dijalankan, pengguna akan melihat daftar file yang akan dipindahkan, lokasi asalnya, tujuan yang disarankan, serta alasan di balik rekomendasi tersebut.
Pengguna kemudian bisa meninjau satu per satu saran yang muncul. Bahkan, file tertentu dapat dipilih atau dihapus centangnya agar hanya item yang memang diinginkan yang ikut berpindah saat tombol “Move files” ditekan.
Google juga memberi ruang penyesuaian tambahan. Folder tujuan yang direkomendasikan bisa diubah, dan nama folder baru yang disarankan pun dapat diganti sesuai kebutuhan.
Lebih seperti asisten beres-beres daripada otomasi penuh
Dengan pola seperti itu, fitur ini lebih cocok disebut asisten penataan. Google tampaknya ingin membantu pengguna merapikan Drive tanpa mengambil alih seluruh keputusan tentang struktur penyimpanan.
Fokusnya juga jelas. Masalah yang ditangani bukan kapasitas penyimpanan, melainkan file yang terus bertambah tanpa susunan yang mudah dibaca. Bagi pengguna yang menyimpan banyak dokumen, bantuan semacam ini bisa mengurangi beban awal saat mulai membereskan Drive.
Fitur ini sebelumnya sudah tersedia untuk sebagian pengguna sejak Oktober tahun lalu. Kini Google mulai memperluas jangkauannya ke lebih banyak paket bisnis, pendidikan, dan layanan AI tertentu.
Akses yang dibuka mencakup Business Standard dan Plus, Enterprise Standard dan Plus, Google AI Pro dan Ultra, Google AI Pro for Education, serta AI Expanded Access. Dengan perluasan ini, fitur tersebut tidak lagi terbatas pada kelompok kecil seperti saat awal diperkenalkan.
Ada satu batasan yang masih perlu diperhatikan. Saat ini, “Organize My Files” hanya tersedia untuk pengguna Google Drive dalam bahasa Inggris.
Artinya, meski akun sudah masuk dalam paket yang didukung, fitur ini belum tentu muncul jika pengaturan bahasa tidak sesuai. Pembatasan ini kemungkinan berkaitan dengan tahap implementasi dan kebutuhan akurasi saat AI membaca konteks file di Drive.
Source: www.androidpolice.com




