Perdebatan tentang The WONDERfools justru menguat setelah cuplikan adegannya dibaca sebagai sesuatu yang memuat simbol dan rujukan sensitif. Di media sosial, perbincangan cepat bergeser dari sekadar detail visual menjadi tuduhan soal unsur pro-Israel di dalam drama Korea tersebut.
Pusat perhatian publik tertuju pada episode ke-8. Di episode itu, bendera Israel tampak berada di antara deretan bendera negara lain yang tergantung di pasar malam tahun baru.
Kemunculannya tidak berhenti pada satu adegan saja. Bendera tersebut juga terlihat beberapa kali dalam rangkaian adegan aksi yang melibatkan Son Gyeong Hun, karakter yang diperankan Choi Dae Hoon.
Bagi sebagian penonton, pengulangan visual itu membuat properti tersebut terasa terlalu menonjol untuk dianggap kebetulan biasa. Dari situlah kecurigaan mulai berkembang dan memicu protes dari penonton yang menilai kehadiran bendera itu tidak netral.
Sorotan lain datang dari dialog antara Son Gyeong Hun dan Eun Chae Ni. Dalam percakapan itu, Son Gyeong Hun mengatakan bahwa dirinya bermimpi menjadi pesulap Uri Geller, lalu Eun Chae Ni mengejeknya dengan menyebut impian itu seperti ingin menjadi penipu.
Nama Uri Geller ikut memantik kritik karena ia dikenal sebagai pesulap dan tokoh asal Israel. Ia populer di dunia berkat klaim kekuatan psikisnya dan terkenal lewat aksi membengkokkan sendok.
Di tengah polemik bendera, penyebutan nama itu langsung dibaca sebagian penonton sebagai bagian dari konteks identitas Israel yang sedang dipersoalkan. Akibatnya, dialog yang tampak ringan justru ikut masuk ke pusat perdebatan.
Reaksi penonton sendiri tidak tunggal. Sebagian penggemar meminta penjelasan karena merasa unsur Israel dalam episode tersebut mengganggu, sedangkan yang lain menilai adegan itu belum tentu dimaksudkan sebagai pesan tertentu.
Perdebatan juga melebar ketika warganet Korea Selatan ikut memberi tanggapan. Mereka menilai penyebutan Uri Geller berkaitan dengan tren pada 1999, yang memang menjadi latar waktu cerita The WONDERfools.
Menurut penjelasan yang beredar, Uri Geller pernah populer di televisi nasional pada masa itu dan sempat menjadi meme. Pandangan ini membuat sebagian penonton membaca adegan tersebut sebagai bagian dari gambaran era cerita, bukan pernyataan politik.
Meski begitu, isu ini tetap sensitif karena menyangkut politik dan identitas yang mudah memicu reaksi di berbagai negara. Hingga kini, rumah produksi drama belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait protes yang muncul dari penonton internasional.
Di saat polemik terus bergulir, The WONDERfools tetap menyita perhatian luas. Berdasarkan data FlixPatrol pada Senin, 24 Mei 2026, drama ini menempati posisi keempat dalam chart Worldwide TV Shows Netflix.
Source: www.idntimes.com




