Kombinasi jarak tempuh panjang dan format tujuh penumpang membuat Wuling Eksion langsung masuk radar sebagai SUV elektrifikasi keluarga. Di tengah tren kendaraan ramah energi yang makin ramai, model ini hadir dengan dua pilihan teknologi, yakni full EV dan PHEV, yang sama-sama diposisikan untuk kebutuhan mobilitas harian maupun perjalanan jauh.
Sorotan terbesar tertuju pada varian PHEV karena klaim jarak tempuhnya mencapai 1.000 km dalam kondisi kombinasi. Di sisi lain, varian listrik murninya juga menawarkan angka yang tidak kecil, yaitu hingga 530 km berdasarkan standar CLTC.
Ruang kabin disiapkan untuk keluarga
Eksion dibangun sebagai SUV menengah dengan konfigurasi tiga baris kursi. Ukurannya mencakup panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, serta wheelbase 2.810 mm.
Dimensi tersebut memberi ruang yang lebih leluasa untuk penumpang sekaligus barang bawaan. Pada bagian kaki-kaki, Wuling memakai suspensi depan McPherson dan suspensi belakang Multi-Link Independent.
Mobil ini juga memakai velg 18 inci untuk memperkuat tampilan eksterior. Kombinasi tersebut membuat Eksion terlihat tegas tanpa meninggalkan fokus pada kenyamanan berkendara.
Interior dibuat nyaman dan modern
Masuk ke kabin, Wuling mengusung warna Walnut Brown dan Carbon Black. Dashboard juga menggunakan material soft touch untuk memberi kesan yang lebih premium.
Sejumlah fitur kenyamanan ikut disematkan, mulai dari jok depan elektrik dengan ventilated seat, electric panoramic roof, head unit 12,8 inci, hingga MID digital TFT 8,8 inci. Ada pula wireless charging di konsol tengah untuk mendukung kepraktisan penggunaan harian.
Kapasitas bagasi menjadi salah satu nilai penting di mobil ini. Saat kursi dilipat, ruang penyimpanan disebut bisa mencapai 1.788 liter, sementara akses ke area belakang dibantu electric power tailgate.
PHEV menjadi kartu utama
Pada varian PHEV, Eksion mengandalkan mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated yang dipasangkan dengan motor listrik. Outputnya tercatat 105 Tk dengan torsi 130 Nm, lalu didukung baterai 20,5 kWh.
Konfigurasi itu membuat mobil tetap punya kemampuan berjalan dalam mode listrik untuk kebutuhan tertentu. Sistem hybrid tersebut juga kompatibel dengan fast charging CCS2, sehingga pengisian daya bisa dibuat lebih praktis.
Dalam kondisi baterai penuh, mode EV murninya diklaim sanggup menempuh hingga 125 km menurut standar CLTC. Saat mesin dan motor listrik bekerja bersama, jarak kombinasinya disebut bisa mencapai 1.000 km.
Versi full EV tetap relevan untuk penggunaan harian
Selain PHEV, Wuling menyediakan Eksion full EV bagi pengguna yang mengutamakan mobil tanpa emisi. Varian ini memakai baterai 69,2 kWh, motor listrik 150 kW, dan torsi maksimum 310 Nm.
Dengan spesifikasi tersebut, jarak tempuhnya diklaim mencapai 530 km sekali pengisian penuh berdasarkan CLTC. Angka ini membuatnya tetap menarik untuk mobilitas sehari-hari, sekaligus cukup mendukung perjalanan antarkota.
Fitur keselamatan dibuat cukup lengkap
Wuling membekali Eksion dengan perlengkapan keselamatan standar yang tergolong menyeluruh. Daftarnya mencakup 6 SRS airbag, ABS, EBD, ESC, Electronic Parking Brake dengan Auto Hold, Hill Hold Control, TPMS, dan Isofix.
Untuk bantuan berkendara, mobil ini juga mendapat ADAS Level 2. Fitur yang termasuk di dalamnya antara lain Adaptive Cruise Control, Front Collision Warning, Automatic Emergency Braking, Lane Departure Warning, Blind Spot Detection, Rear Cross Traffic Alert, Lane Change Assist, dan Intelligent High Beam Assist.
Kehadiran fitur-fitur tersebut memperlihatkan arah pengembangan Eksion sebagai SUV keluarga elektrifikasi. Hingga kini, Wuling belum mengumumkan harga resmi model ini untuk Indonesia, namun kombinasi kabin tujuh penumpang, dua pilihan elektrifikasi, dan klaim jarak tempuh yang kuat sudah cukup membuatnya layak diperhatikan.





