Bagi Xiaomi, proyek Kunlun tampaknya bukan sekadar menambah satu model baru ke lini kendaraan energi baru. Kehadirannya di jalan umum China bersama Li Auto L9 memberi sinyal bahwa SUV ini diposisikan untuk masuk ke arena yang sudah punya pemain kuat di kelas crossover EREV full-size.
Sorotan pada pengujian itu muncul justru karena kamuflase Kunlun sudah jauh lebih tipis dibanding penampakan sebelumnya. Dari situ, wujud SUV besar tiga baris milik Xiaomi mulai terbaca lebih jelas dan memperlihatkan arah pengembangan yang makin mendekati versi produksi.
Masuk ke kelas SUV keluarga besar
Kunlun disebut sebagai model EREV perdana Xiaomi dan diarahkan menjadi SUV full-size dengan tiga baris kursi. Konfigurasinya mencakup tujuh penumpang, sehingga jelas menyasar kebutuhan keluarga yang butuh kabin lega dan fleksibilitas penggunaan harian.
Nama Kunlun sendiri belum tentu dipakai sebagai nama jual final. Ada indikasi model ini nantinya bisa dipasarkan sebagai Xiaomi YU9, meski belum ada pengumuman resmi mengenai penamaan tersebut.
Desain mulai terlihat lebih jelas
Dari foto uji jalan, bagian depan Kunlun menampilkan fascia tertutup khas kendaraan energi baru. Lampu utamanya berbentuk kotak, dipadukan intake udara model trapesium serta ventilasi di kedua sisi bumper.
Kap mesinnya tampak tinggi dan memberi kesan kokoh seperti SUV besar pada umumnya. Di atap juga terlihat sensor LiDAR, yang mengarah pada fokus sistem bantuan berkendara canggih.
Kamuflase yang menipis membuat profil sampingnya ikut lebih mudah dibaca. Terlihat gagang pintu semi tersembunyi, pelek besar multi-spoke, pijakan kaki elektrik, fender lebar, dan garis atap yang sedikit melandai.
Bahasa desain lampu depannya juga tampak mengikuti identitas visual Xiaomi. Ada elemen memanjang di bagian tengah bodi, sementara keseluruhan siluetnya tetap menonjolkan karakter SUV besar.
Li Auto L9 jadi pembanding alami
Kemunculan Kunlun di samping Li Auto L9 bukan detail kecil dalam pengujian ini. L9 dikenal sebagai salah satu acuan utama di segmen crossover EREV full-size, sehingga kehadirannya di dekat mobil uji Xiaomi langsung terbaca sebagai isyarat arah produk.
Di pasar China, Li Auto L9 sejak 2022 memang menjadi salah satu model yang membuka jalan bagi segmen tersebut. Karena itu, Xiaomi terlihat menjadikan L9 sebagai tolok ukur yang relevan saat menyiapkan SUV barunya.
Pendekatan seperti ini umum dilakukan ketika sebuah pabrikan ingin masuk ke kelas yang sudah memiliki patokan kuat. Dalam konteks Kunlun, langkah itu menunjukkan ambisi Xiaomi untuk langsung bersaing di segmen besar yang sudah mapan.
Baterai besar dan jarak tempuh listrik
Informasi yang sebelumnya beredar menyebut SUV EREV Xiaomi ini akan memakai baterai berkapasitas lebih dari 70 kWh. Untuk sebuah model EREV, angka itu tergolong besar dan menjadi salah satu daya tarik utama dari proyek Kunlun.
Dengan kapasitas tersebut, jarak tempuh dalam mode listrik murni diklaim dapat melampaui 400 km. Jika spesifikasi itu hadir di versi produksi, Xiaomi akan menawarkan EREV yang sangat menekankan penggunaan listrik untuk mobilitas harian.
Ukuran resminya memang belum diumumkan, tetapi mobil ini diperkirakan memiliki panjang sekitar 5,2 meter. Perkiraan itu menempatkannya tegas di kelas SUV besar tiga baris yang menuntut ruang kabin luas dan posisi pasar yang serius.
Sebelum tampil dengan kamuflase yang lebih ringan, Kunlun beberapa kali masih terlihat tertutup balutan tebal. Kini, bentuk dasarnya sudah semakin jelas dan memperkuat kesan bahwa Xiaomi sedang menyiapkan kandidat kuat untuk masuk ke jajaran SUV andalan di segmen EREV full-size.
Source: otodriver.com




