Xiaomi membuat YU7 Standard Edition tampil jauh dari kesan varian paling murah yang biasanya dipangkas habis. Pabrikan ini justru membawa LiDAR, radar 4D milimeter-wave, dan chip Nvidia Thor dengan daya komputasi 700 TOPS ke model dasar tersebut.
Paket itu menjadi bagian dari langkah Xiaomi untuk menekan Tesla Model Y di pasar China. Dengan harga mulai 233.500 yuan, YU7 Standard Edition berada di bawah Tesla Model Y yang dibuka dari 263.500 yuan, sambil menawarkan jarak tempuh yang lebih panjang.
Harga lebih rendah, jarak tempuh lebih jauh
Xiaomi EV menempatkan YU7 Standard Edition sebagai senjata baru di segmen SUV listrik kelas atas. Bukan hanya karena harganya lebih rendah, tetapi juga karena klaim daya jelajahnya unggul atas rival utama di kelas yang sama.
Varian dasar ini memakai baterai lithium iron phosphate 73,0 kWh. Berdasarkan siklus uji CLTC, jarak tempuh listrik murninya mencapai 643 kilometer.
Sebagai pembanding, Tesla Model Y varian penggerak roda belakang di China memakai baterai 62,5 kWh. Jarak tempuh CLTC-nya 593 kilometer, sehingga YU7 Standard Edition unggul dalam harga sekaligus daya jelajah.
Performa dan pengisian tetap agresif
Di balik posisinya sebagai varian dasar, Xiaomi tetap memberi spesifikasi yang kuat. YU7 Standard Edition menggunakan motor Xiaomi V6s Plus dengan layout single-motor di belakang.
Akselerasi 0-100 km/jam diklaim selesai dalam 5,9 detik. Untuk pengisian daya, baterai dari 10 persen ke 80 persen disebut hanya membutuhkan 20 menit.
Ciri desainnya juga tetap mengikuti bahasa keluarga seri SUV Xiaomi. Artinya, model ini tidak tampil sebagai versi hemat yang dipisahkan jauh dari identitas lini utamanya.
Strategi Xiaomi menjaga daya saing
Langkah pengiriman YU7 Standard Edition mulai diumumkan pada hari Selasa. Varian ini sebenarnya sudah direncanakan tiga tahun lalu, tetapi sempat dibatalkan menjelang peluncuran SUV tersebut.
Lei Jun, founder, chairman, dan CEO Xiaomi, mengakui pada acara peluncuran pekan lalu bahwa pembatalan varian itu tahun lalu merupakan kesalahan. Ia juga menyebut versi yang dihidupkan kembali ini sudah disiapkan sejak tiga tahun lalu, namun dicoret pada menit terakhir sebelum masuk pasar.
Xiaomi tidak hanya mengandalkan harga untuk menarik minat. Untuk pemesan YU7 Standard Edition sebelum 30 Juni 2026, perusahaan menawarkan pinjaman berbunga rendah selama lima tahun dan akses seumur hidup gratis ke sistem HAD, singkatan dari Hyper Autonomous Driving.
Dorongan awal dari pasar
Xiaomi EV menyebut laju pengiriman YU7 saat ini sangat cepat. Pembeli unit yang sudah tersedia di stok bahkan bisa menerima mobil mereka dalam waktu sesingkat dua jam, menurut Xiaomi EV.
Momentum YU7 sendiri memang sudah terlihat sejak peluncurannya pada Juni tahun lalu. Hingga 30 April 2026, total pengirimannya mencapai 232.000 unit dalam 10 bulan sejak peluncuran.
Pada April tahun ini, Xiaomi mengirimkan 36.702 kendaraan. Dari jumlah itu, YU7 menyumbang 9.876 unit, sementara penurunan terutama terjadi karena pengiriman sedan listrik SU7 generasi berikutnya baru dimulai.
Dengan hadirnya Standard Edition, Xiaomi kini punya ruang lebih besar untuk mempertahankan laju penjualan YU7. Kombinasi harga yang lebih rendah, jarak tempuh lebih jauh, dan perangkat kelas atas di model dasar membuat tekanan terhadap Tesla Model Y makin terasa di China.
Source: cnevpost.com