Wuling Air EV Bekas Kini Dibuka Dari Rp100 Jutaan, Depresiasinya Masih Mengejutkan

Bagi pembeli mobil listrik bekas, Wuling Air EV kini masuk daftar yang semakin menarik karena harganya sudah banyak muncul di kisaran Rp100 jutaan. Selisih antarunit tetap cukup lebar, sehingga calon pembeli perlu melihat tahun produksi, tipe, kondisi mobil, dan jarak tempuh sebelum memutuskan.

Di pasar sekunder, unit yang paling sering ditemukan datang dari rentang harga Rp120 jutaan sampai Rp130 jutaan. Namun, pada sejumlah platform jual beli mobil bekas, ada juga penawaran yang turun lebih rendah, terutama untuk varian tertentu dengan odometer lebih tinggi atau kondisi yang berbeda.

Rentang harga yang paling banyak muncul

Wuling Air EV Standard produksi 2023 dengan jarak tempuh sekitar 10.000 km tercatat berada di kisaran Rp100 juta sampai Rp110 jutaan. Sementara itu, Air EV Long Range produksi 2022 dengan odometer 15.000 sampai 20.000 km ditawarkan sekitar Rp130 juta hingga Rp140 jutaan.

Perbedaan harga itu masih tergolong wajar karena setiap unit membawa riwayat pemakaian yang tidak sama. Kondisi tersebut membuat pasar mobil bekas untuk model ini terlihat cukup dinamis, meski sama-sama mengusung nama Wuling Air EV.

Nilai jual kembali yang turun cepat

Jika dibandingkan dengan harga barunya, penurunan harga Wuling Air EV bekas terbilang besar. Suara.com mencontohkan varian Standard yang saat baru berada di sekitar Rp180 jutaan, kini bisa ditemui di sekitar Rp105 jutaan di pasar bekas.

Dalam rentang satu sampai dua tahun, depresiasinya dapat mencapai Rp60 juta sampai Rp70 jutaan. Penurunan seperti ini membuat sebagian konsumen melihat Air EV bekas sebagai pintu masuk yang lebih ringan untuk memiliki mobil listrik.

Mengapa harga bekasnya ikut tertekan

Turunnya harga jual kembali Wuling Air EV tidak berdiri sendiri. Salah satu faktor yang ikut menekan pasar adalah perkembangan teknologi baterai yang bergerak cepat, sehingga model yang lebih lama tampak kurang unggul ketika pabrikan lain menawarkan teknologi yang lebih efisien dan ekonomis.

Dari sisi pembiayaan, lembaga keuangan juga masih cenderung selektif terhadap mobil listrik bekas. Situasi ini membuat akses kredit belum selalu mudah, sehingga jumlah pembeli di pasar sekunder tidak sebanyak pasar mobil konvensional.

Kekhawatiran soal infrastruktur pengisian daya juga masih memengaruhi minat konsumen. Walaupun jaringan stasiun pengisian terus berkembang, persepsi tentang kemudahan charging di luar kota atau wilayah tertentu belum sepenuhnya hilang.

Persaingan antarmerek ikut memberi tekanan tambahan. Kehadiran model EV baru dengan harga kompetitif dan spesifikasi yang lebih segar membuat nilai jual kembali Wuling Air EV second ikut bergerak turun.

Masih relevan untuk kebutuhan harian

Di tengah turunnya harga, Wuling Air EV tetap punya daya tarik sebagai mobil listrik kompak. Karakternya yang ringkas membuat model ini cocok untuk mobilitas perkotaan dan kebutuhan harian yang mengutamakan практиis serta efisien.

Untuk tipe Standard Range, Wuling membekali Air EV dengan baterai lithium ferro-phosphate atau LFP berkapasitas 17,3 kWh. Klaim jarak tempuhnya mencapai 200 kilometer, sedangkan varian Long Range membawa baterai 26,7 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 300 kilometer.

Perbedaan kapasitas baterai itu memberi fleksibilitas lebih pada Long Range untuk perjalanan yang lebih panjang. Bagi pengguna yang lebih sering beraktivitas di dalam kota, varian Standard juga masih dinilai memadai.

Fitur yang tetap bisa diandalkan

Dari sisi perlengkapan, Air EV sudah dibekali Electric Power Window, Multifunction Steering Wheel, USB Charging Port, dan rating IP67 waterproof battery. Pada tipe Long Range, fitur yang tersedia lebih lengkap dengan Integrated Floating Widescreen yang memadukan meter cluster 10,25 inci dan head unit 10,25 inci.

Selain itu, Long Range juga mendapatkan jok synthetic leather, keyless entry, Smart Start System, serta Extended Horizon LED DRL. Perbedaan ini membuat pembeli bekas perlu mencermati varian yang dipilih agar sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

Hal yang perlu dicek sebelum membeli

Untuk mobil bekas, kondisi baterai, riwayat pemakaian, jarak tempuh, dan kelengkapan fitur menjadi hal utama yang harus diperiksa. Faktor-faktor tersebut bisa membuat dua unit dengan nama yang sama memiliki nilai jual yang sangat berbeda.

Wuling juga melengkapi Air EV dengan perangkat keselamatan seperti dua airbags, rem cakram ganda dengan ABS dan EBD, TPMS, serta Sound Module for Pedestrian Warning. Dengan banderol mulai Rp100 jutaan, model ini masih menjadi opsi yang cukup masuk akal bagi konsumen yang mencari mobil listrik bekas dengan harga lebih terjangkau dan fitur yang tetap relevan untuk penggunaan kota.

Source: www.suara.com
Exit mobile version