Woven City Toyota, Laboratorium Hidup Yang Menguji AI, Hidrogen, dan Mobilitas Harian

Toyota menempatkan Woven City sebagai ruang uji yang tidak hanya berbicara soal mobil masa depan, tetapi juga cara hidup yang terhubung dengan teknologi. Di kota ini, pengembangan kecerdasan buatan, energi, dan mobilitas dijalankan dalam satu lingkungan yang dipakai langsung untuk aktivitas sehari-hari.

Pendekatan tersebut membuat Woven City berbeda dari sekadar proyek konsep. Toyota ingin melihat secara nyata bagaimana manusia, kendaraan, informasi, dan sistem energi dapat bekerja bersama dalam satu ekosistem yang aman dan efisien.

Kota uji yang dipakai untuk kehidupan nyata

Woven City dibangun di Jepang sebagai kota uji untuk mobilitas berbasis kecerdasan buatan. Lahan awalnya seluas 50.000 meter persegi dan nantinya diproyeksikan meluas hingga 708.000 meter persegi.

Area ini disiapkan sebagai tempat pengujian berbagai solusi mobilitas yang melibatkan manusia, kendaraan, dan infrastruktur yang saling terhubung. Dengan cara itu, Toyota dapat memantau penerapan teknologi secara langsung dalam rutinitas harian, bukan hanya di lingkungan laboratorium.

President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Takuya Yokohama, menyebut Woven City sebagai rumah bagi penduduk dan peneliti kelas dunia. Ia menilai ekosistem tersebut memberi ruang untuk mengembangkan dan menguji teknologi mobilitas masa depan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Takuya, Toyota bersama para pemangku kepentingan dapat melatih riset secara terintegrasi melalui aktivitas manusia di dalam kota. Langkah itu diharapkan membantu perusahaan memaksimalkan potensi teknologi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Penghuni ikut menjadi bagian dari riset

Di tahap awal, Woven City dihuni sekitar 360 orang yang terdiri dari karyawan Toyota dan para peneliti. Jumlah itu ditargetkan bertambah secara bertahap hingga 2.000 orang.

Para penghuni dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu Inventor sebagai pengembang inovasi dan Weaver sebagai pengguna yang memberi masukan. Skema tersebut membuat warga tidak hanya tinggal di kota, tetapi juga ikut menyempurnakan teknologi yang sedang diuji.

Model seperti ini memberi Toyota umpan balik langsung dari pemakaian nyata. Hasil pengujian pun bisa lebih dekat dengan kebutuhan manusia karena inovasi berkembang bersama kehidupan sosial para penghuni.

Energi hidrogen dan pemantauan data real-time

Salah satu ciri penting Woven City adalah sistem energinya yang sepenuhnya mengandalkan hidrogen melalui fuel cell. Teknologi ini disebut serupa dengan yang digunakan pada Toyota Mirai, sehingga kota tersebut juga menjadi ajang demonstrasi energi bersih dalam skala komunitas.

Seluruh infrastruktur di Woven City terhubung dengan sensor data untuk mendukung pemantauan dan pengujian secara real-time. Toyota juga memanfaatkan AI Vision Engine untuk membaca, menganalisis, dan mengolah data dari lingkungan kota agar proses pengembangan berjalan lebih presisi.

Integrasi itu membuat Woven City menjadi ruang uji yang memadukan mobilitas, energi, dan sistem digital. Setiap elemen dirancang agar saling mendukung dalam pengujian inovasi yang lebih menyeluruh.

AI, keselamatan, dan prinsip Mobility for All

Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menekankan bahwa AI di Woven City tidak hanya digunakan untuk mempermudah aktivitas manusia. Ia juga melihat teknologi itu sebagai alat untuk meningkatkan keselamatan dan memperkuat transformasi Toyota sebagai penyedia solusi mobilitas global yang lebih inklusif.

Jap menyampaikan bahwa produk dan layanan Toyota terus diperbarui dari sisi kapabilitas maupun pendekatan. Ia menegaskan bahwa arah pengembangan tersebut tetap mengacu pada komitmen “Mobility for All” secara global.

Di Woven City, Toyota juga menerapkan filosofi Kakezan dengan mengundang mitra global untuk memperbesar dampak inovasi. Salah satu contohnya terlihat melalui Integrated ANZEN System, yang menggabungkan berbagai sistem AI untuk mendukung keamanan mobilitas di masa depan.

Kolaborasi sebagai fondasi kota masa depan

Woven City diposisikan sebagai ruang kolaborasi antara peneliti, penduduk, dan mitra industri. Melalui model ini, Toyota dapat menguji bagaimana AI, data, dan energi bekerja bersama dalam kehidupan urban yang lebih aman dan terhubung.

Kombinasi riset, operasional harian, dan partisipasi penghuni membuat kota ini menjadi gambaran awal tentang bagaimana kota masa depan bisa dibangun. Toyota menempatkan Woven City sebagai tempat untuk melihat apakah mobilitas berbasis AI benar-benar bisa hadir sebagai bagian dari hidup sehari-hari.

Exit mobile version