Wallabee Tak Lagi Sekadar Sepatu Klasik, Clarks Originals Gaungkan Identitas Globalnya

Wallabee kembali diposisikan sebagai sepatu yang tidak hanya hidup di etalase merek, tetapi juga di tengah kebiasaan berpakaian banyak orang. Melalui perayaan Wallabee Day dengan kampanye global bertema Worn by the World, Clarks Originals menegaskan bahwa model klasik ini terus dipakai lintas budaya, usia, dan ruang sosial.

Perayaan ini menjadi gelaran ketiga yang menyoroti bagaimana Wallabee bertahan di luar kategori sepatu heritage biasa. Kehadirannya dibaca sebagai simbol yang menyatu dengan ekspresi personal, mulai dari gaya jalanan hingga penampilan sehari-hari yang lebih spontan.

Jejak Wallabee yang melampaui asalnya

Walaupun lahir dari Somerset, Wallabee tidak berhenti sebagai produk dengan akar lokal. Sepatu ini sudah lama hadir dalam berbagai lanskap budaya, termasuk Brit-pop, dancehall Jamaika, street style Tokyo, dan hip-hop New York.

Rangkuman lintas budaya itu memperlihatkan alasan mengapa Wallabee masih relevan sampai sekarang. Bentuknya tetap dikenali, tetapi cara sepatu ini dipakai terus berubah mengikuti selera dan komunitas yang mengadopsinya.

Kampanye yang menempatkan pengguna sebagai pusat cerita

Clarks Originals menampilkan Wallabee sebagai bagian dari kehidupan harian, bukan sekadar objek mode. Pendekatan ini menekankan bahwa karakter sepatu tersebut juga terbentuk dari rutinitas, kebiasaan, dan cara pemakainya mengekspresikan diri.

Visual kampanye digarap oleh fotografer dan sutradara asal London, Carina Lammers. Hasilnya menonjolkan gestur, bentuk, dan karakter individu dalam suasana yang terasa natural dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kampanye ini juga menghadirkan figur dari latar belakang yang beragam. Ada profesional, skater, generasi yang lebih senior, hingga penikmat rave, dan semuanya dihubungkan oleh Wallabee sebagai benang merah.

Kolaborasi kreatif dengan sentuhan baru

Di luar kampanye visual, Clarks Originals juga menggandeng seniman asal Inggris, Nick Dynan, yang dikenal melalui akun @Me.Old.China. Kolaborasi ini memberi ruang bagi pembacaan baru atas Wallabee tanpa melepaskan identitas heritage yang sudah melekat pada model tersebut.

Dynan membawa bahasa grafis dan tipografinya ke dalam proyek ini. Perpaduan itu mempertemukan warisan klasik dengan pendekatan kreatif yang terasa lebih kontemporer, tanpa mengubah karakter dasar Wallabee.

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Clarks Originals menyiapkan karya eksklusif berupa patung Wallabee berbahan Jesmonite. Setiap patung dicetak dengan mould silikon, dilukis tangan, lalu diberi finishing high gloss.

Tiga patung itu hadir dalam tiga pilihan warna dan akan dibagikan melalui Instagram Clarks Originals sepanjang bulan April. Langkah ini memperluas perayaan Wallabee Day ke ruang digital dan membuat kampanye lebih dekat dengan audiens yang lebih luas.

Edisi khusus yang ikut meramaikan perayaan

Wallabee Day juga ditandai dengan kehadiran Wallabee 2604 sebagai edisi spesial. Model ini hadir dalam dua pilihan premium patent leather, yaitu silver yang lebih berani dan navy blue yang terasa lebih elegan.

Clarks Originals menambahkan detail khusus pada model tersebut melalui fobs edisi khusus dan tiga pilihan tali tambahan. Pilihan aksesori itu terdiri dari flat tonal lace, round white fleck lace, dan round white stripe lace.

Edisi spesial ini mulai tersedia di toko pada 26 April, bertepatan dengan Wallabee Day. Kehadirannya memperlihatkan bahwa Wallabee masih punya tempat di tengah perubahan selera berpakaian dan cara orang membangun gaya.

Dalam pernyataan resminya, Clarks Originals menyebut Worn by the World sebagai kisah yang tercermin lewat karakter, identitas, dan cara orang mengekspresikan diri melalui pengalaman mereka. Dari sudut pandang itu, Wallabee tetap menjadi sepatu yang mudah dikenali sekaligus terus menemukan ruang baru di berbagai komunitas dan gaya hidup.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version