Dorongan pendidikan di Jawa Tengah tidak berhenti pada satu sisi saja. Provinsi ini menunjukkan bahwa akses, mutu pembelajaran, dan dukungan bagi siswa maupun guru bisa bergerak bersama dalam satu arah.
Itu terlihat dari sederet penghargaan yang diterima Jawa Tengah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 2026. Penghargaan tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu daerah dengan capaian paling menonjol di berbagai kategori pendidikan.
Salah satu titik kuatnya ada pada upaya memperluas kesempatan belajar. Jawa Tengah meraih penghargaan untuk kategori Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun, yang menegaskan arah kebijakan daerah dalam menjaga anak tetap bersekolah hingga jenjang menengah atas.
Langkah itu tidak berjalan sendiri. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendapat apresiasi atas kolaborasi dengan sekolah swasta dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru untuk Tahun Ajaran 2025/2026.
Kombinasi dua capaian tersebut menunjukkan bahwa perhatian pemerintah daerah tidak hanya tertuju pada akses masuk sekolah. Pemprov juga mendorong keterlibatan lebih banyak pihak agar siswa tetap punya jalan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Di sisi pembelajaran, Jawa Tengah juga mencatat hasil yang menonjol. Provinsi ini meraih Terbaik I untuk kategori Praktik Baik Pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia dalam mendukung pembelajaran.
Pemprov Jateng pun menempati posisi Terbaik II pada kategori Dukungan Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik 2026. Dua penghargaan ini memperlihatkan bahwa penguatan mutu belajar berjalan melalui sistem yang mendukung proses belajar sekaligus pelaksanaan asesmen.
Capaian pendidikan Jawa Tengah juga hadir lewat peran siswa dan guru. Penghargaan Talenta Muda Inovasi Digital diraih oleh Anantacetta Reugra Abiraya, siswa kelas V SD Al Kautsar Temanggung.
Dari kalangan pendidik, Rakhmi Oktarini dari SMAN 1 Bobotsari memperoleh penghargaan guru pendamping berdedikasi Program Afirmasi Pendidikan Menengah 2025 Terbaik II. Kehadiran dua nama tersebut memperlihatkan bahwa ekosistem pendidikan daerah ikut melahirkan prestasi dari ruang kelas sampai pendampingan belajar.
Gubernur Ahmad Luthfi menilai capaian itu bisa menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah syarat utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pemprov Jawa Tengah kini menyiapkan program wajib belajar 13 tahun, mulai dari PAUD hingga SMA. Di saat yang sama, pemerintah provinsi juga berupaya mengubah pola pikir masyarakat agar lulusan SMP tidak langsung masuk dunia kerja, melainkan melanjutkan pendidikan ke SMA.
Untuk mendukung arah kebijakan itu, Pemprov Jateng menjalankan Sekolah Kemitraan bersama sekolah swasta. Program ini memberi pendidikan gratis bagi warga kurang mampu melalui skema beasiswa, dengan kuota 5.004 siswa.
Para penerima manfaat juga memperoleh seragam sekolah tanpa biaya. Dukungan tersebut membuat bantuan yang diberikan tidak hanya menyentuh biaya pendidikan, tetapi juga kebutuhan dasar siswa saat mulai bersekolah.
Rangkaian penghargaan yang diterima Jawa Tengah menunjukkan bahwa perbaikan pendidikan di provinsi ini dibangun dari banyak lapisan. Kebijakan akses, pemanfaatan sistem pembelajaran, dukungan asesmen, kolaborasi dengan sekolah swasta, serta prestasi siswa dan guru saling menguatkan dalam satu ekosistem.
Source: jateng.akurat.co




