Vokasi Jadi Aset Utama SDM Jawa Timur, Dua Penghargaan Nasional Menguatkan Langkah Khofifah

Pendidikan vokasi di Jawa Timur kembali mendapat sorotan setelah UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (PTKK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur meraih dua penghargaan nasional. Capaian ini menunjukkan bahwa penguatan keterampilan terapan di daerah tersebut tidak berjalan sesaat, melainkan dibangun melalui pembinaan yang konsisten.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai penghargaan itu sebagai pengakuan atas kerja panjang dalam menyiapkan lulusan yang kompeten. Ia menekankan bahwa vokasi kini semakin penting karena kebutuhan dunia kerja bergerak cepat dan semakin menuntut keahlian yang terukur.

Dua penghargaan nasional untuk UPT PTKK

Penghargaan pertama diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi Fotografi Indonesia untuk kategori Tempat Uji Kompetensi atau TUK Terbaik 2025 bidang Fotografi. Sementara itu, penghargaan kedua datang dari Forum LSK sebagai TUK Terbaik dengan persentase kelulusan tertinggi secara nasional.

Bagi Khofifah, dua penghargaan tersebut bukan sekadar prestasi administratif. Ia menilai hasil itu memperlihatkan kualitas pembinaan vokasi di Jawa Timur yang terus dijaga melalui penguatan sistematis dan berkelanjutan.

Vokasi sebagai fondasi SDM unggul

Khofifah menegaskan bahwa tantangan tenaga kerja saat ini tidak lagi sederhana. Lulusan vokasi harus siap menghadapi perubahan industri yang dipengaruhi kecerdasan buatan, Internet of Things, dan big data.

Karena itu, pendidikan vokasi dipandang perlu menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil, tetapi juga adaptif terhadap teknologi baru. Ia menyebut arah tersebut penting agar lulusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja atau DUDIKA.

Dalam pandangannya, penguatan vokasi merupakan bagian dari misi Nawa Bhakti Satya, terutama melalui program Jatim Cerdas. Fokus program itu ada pada peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing tenaga kerja di Jawa Timur.

Peran UPT PTKK dalam sertifikasi kompetensi

UPT PTKK menjalankan fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat pelatihan. Lembaga ini juga menjadi Tempat Uji Kompetensi resmi yang menyelenggarakan sertifikasi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau KKNI.

Layanan sertifikasi itu ditujukan bagi siswa SMK, siswa SMA Double Track, peserta dari pendidikan khusus dan layanan khusus atau PKPLK, serta masyarakat umum. Khofifah menilai keberadaan lembaga seperti ini sangat penting karena berada di garis depan dalam mencetak tenaga kerja yang benar-benar siap pakai.

Sertifikat kompetensi juga disebut memberi nilai tambah bagi pencari kerja. Dokumen tersebut menjadi pengakuan formal atas kemampuan seseorang dan dapat memperkuat posisi lulusan saat bersaing di pasar kerja.

Partisipasi tinggi di bidang fotografi

Salah satu capaian yang menonjol datang dari bidang fotografi. Sekitar 300 siswa mengikuti sertifikasi di bidang ini, sehingga Jawa Timur disebut sebagai salah satu daerah dengan jumlah lulusan sertifikasi fotografi terbanyak secara nasional.

Tingginya partisipasi itu menunjukkan bahwa minat terhadap sertifikasi kompetensi di Jawa Timur cukup kuat. Pada saat yang sama, capaian tersebut juga menandakan ekosistem vokasi di daerah itu bergerak ke arah yang semakin matang.

Pelatihan yang menjangkau berbagai bidang

UPT PTKK mengembangkan pelatihan yang mencakup banyak bidang keterampilan. Di antaranya teknik mesin, pengelasan, otomotif, teknik pendingin dan tata udara, tata busana, tata boga, dan tata kecantikan.

Bidang kreatif juga masuk dalam pembinaan, seperti desain grafis, animasi, fotografi, dan videografi. Khofifah menilai keragaman bidang tersebut disusun untuk menjawab kebutuhan pasar kerja sekaligus membuka peluang lahirnya wirausaha muda.

Selain itu, lembaga ini juga menjalankan Mobile Training Unit atau MTU dalam skema MILEA. Program tersebut memungkinkan layanan vokasi menjangkau siswa di berbagai daerah, terutama wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas praktik.

Melalui MTU, Pemerintah Provinsi Jawa Timur ingin memastikan akses peningkatan kompetensi tetap terbuka bagi semua siswa. Khofifah menegaskan bahwa kesempatan belajar harus merata dan tidak boleh terhambat oleh jarak maupun kondisi wilayah.

Arah pengembangan yang dekat dengan industri

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan bahwa penguatan UPT PTKK tidak berhenti pada peningkatan sarana dan prasarana. Lembaga itu juga diproyeksikan menjadi center of excellence yang mampu mencetak tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

Aries menekankan pentingnya kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri agar standar kerja serta budaya industri masuk ke dalam proses pembelajaran. Dengan begitu, sertifikasi yang diterima siswa menjadi lebih selaras dengan kebutuhan lapangan.

Ia juga menyampaikan bahwa layanan pelatihan dan sertifikasi di UPT PTKK terbuka bagi siswa maupun masyarakat umum. Langkah ini membuat manfaat vokasi lebih luas dan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia secara lebih inklusif.

Khofifah menambahkan bahwa prestasi vokasi Jawa Timur tidak lahir mendadak. Selama tiga tahun berturut-turut, Jawa Timur berhasil meraih juara umum pada ajang Lomba Kompetensi Siswa Nasional, dan capaian itu memperkuat arah pembinaan vokasi yang terus menyatu dengan kebutuhan industri.

Source: beritajatim.com
Exit mobile version