Bagi pengguna yang mengejar kamera HP dengan hasil paling mendekati kamera profesional, lini Vivo flagship pada 2026 menawarkan tiga pilihan yang sama-sama kuat, tetapi dengan fokus yang berbeda. Ada model yang mendorong kualitas foto ke level paling ekstrem, ada yang dirancang lebih seimbang, dan ada pula yang memadukan kamera kelas atas dengan bodi lipat premium.
Perbedaan paling menarik justru terlihat dari cara masing-masing perangkat menjawab kebutuhan pengguna. Satu model menonjol untuk fotografi malam dan konser, satu lagi terasa pas untuk kreator harian yang aktif di media sosial, sementara opsi terakhir menawarkan kenyamanan layar besar untuk produktivitas tanpa mengorbankan kualitas kamera.
Vivo X200 Ultra mengincar hasil foto paling tinggi
Di antara ketiganya, Vivo X200 Ultra paling jelas diarahkan untuk pengguna yang memprioritaskan kamera. Ponsel ini membawa kamera 200MP dengan teknologi Zeiss dan sensor berukuran besar untuk menghasilkan foto yang detail serta tampak natural.
Kemampuan zoom-nya juga disebut mendekati kamera DSLR profesional. Untuk kebutuhan video, perangkat ini mendukung perekaman 4K 120fps agar hasil rekaman terlihat lebih halus dan cinematic.
Vivo turut menambahkan Log Video serta workflow ACES pada model ini. Dua fitur tersebut umum dipakai di kamera profesional dan membantu proses pengaturan warna saat editing menjadi lebih fleksibel.
Sektor penyimpanan ikut dibuat sangat lega dengan kapasitas hingga 1TB. Ruang sebesar itu memudahkan penyimpanan ribuan foto resolusi tinggi dan video berukuran besar tanpa cepat penuh.
X200 Pro tampil sebagai opsi yang lebih seimbang
Jika kebutuhan utamanya adalah kamera bagus dengan paket yang lebih masuk akal, Vivo X200 Pro menjadi alternatif yang kuat. Model ini tetap mengandalkan kamera periscope 200MP dengan kemampuan zoom yang sangat kompetitif di kelas flagship.
Vivo juga membekalinya dengan gimbal stabilization OIS. Fitur ini membantu menjaga video tetap stabil saat merekam sambil berjalan, sekaligus berguna ketika memotret dalam kondisi minim cahaya.
Untuk kualitas gambar, lapisan Zeiss T* Coating digunakan guna mengurangi flare dan pantulan cahaya berlebih. Hasil foto pun terlihat lebih bersih dan terasa lebih profesional.
Dari sisi perangkat keras, ponsel ini membawa RAM 16GB dan storage 512GB. Kombinasi tersebut cukup kuat untuk multitasking, editing ringan, serta menyimpan file besar dari kebutuhan konten harian.
Baterai besar dan fast charging 90W melengkapi paketnya. Karena itu, X200 Pro cocok untuk pengguna aktif di TikTok, Instagram, atau YouTube yang ingin kualitas kamera tinggi tanpa harus memilih model paling mahal.
X Fold5 membawa kamera flagship ke format lipat
Berbeda dari dua model sebelumnya, Vivo X Fold5 menawarkan pendekatan yang lebih premium lewat desain lipat. Layar besarnya memberi ruang yang nyaman untuk mengedit foto dan video, sekaligus menghadirkan pengalaman penggunaan yang terasa lebih fleksibel.
Meski mengusung format foldable, Vivo tetap menanamkan Zeiss flagship camera. Kamera portrait dan zoom pada perangkat ini dirancang untuk menghasilkan foto yang detail dan tajam.
Storage 512GB memberi keleluasaan saat menyimpan berbagai file multimedia. Pengguna juga bisa menjalankan beberapa aplikasi sekaligus dengan lebih leluasa berkat layar besar dan kemampuan multitasking yang nyaman.
Dari sisi tampilan, desainnya terlihat futuristik dan premium. Karena itu, X Fold5 cocok untuk pebisnis maupun content creator yang ingin tampil modern tanpa melepas kualitas kamera.
Tiga pilihan, tiga kebutuhan berbeda
Ketiganya sama-sama dibekali RAM 16GB, sehingga tetap kencang untuk gaming, editing, dan multitasking berat. Namun, karakter utamanya tetap berbeda sesuai kebutuhan pengguna.
Vivo X200 Ultra berdiri paling tinggi untuk urusan kamera berkat sensor 200MP Zeiss Pro dan storage hingga 1TB. Vivo X200 Pro menawarkan keseimbangan antara performa, kamera, dan nilai yang lebih kompetitif.
Sementara itu, X Fold5 menonjol lewat desain lipat premium dan layar besar untuk produktivitas. Dengan arah seperti ini, Vivo memperlihatkan bahwa fotografi mobile pada 2026 semakin dekat dengan standar kamera profesional.