Bagi pembeli yang menimbang Vivo V50 dan Vivo V60, keputusan justru tidak berhenti di angka harga. Dua model ini sama-sama muncul di kelas menengah atas dengan banderol yang sangat berdekatan, tetapi isi paketnya bergerak ke arah kebutuhan yang berbeda.
Di varian tertentu, Vivo V50 12GB/256GB dan Vivo V60 8GB/256GB sama-sama dijual Rp 6.999.000. Pada titik ini, pembeli tidak lagi sekadar memilih mana yang lebih murah, melainkan mana yang paling pas untuk dipakai harian.
RAM besar jadi senjata awal Vivo V50
Vivo V50 tampil kuat untuk pengguna yang mengincar memori besar sejak awal. Varian dasarnya sudah membawa RAM 12 GB, sehingga terasa lebih longgar untuk multitasking dan membuka banyak aplikasi sekaligus.
Pilihan penyimpanan juga ikut mendukung posisi itu. Vivo V50 tersedia hingga 12GB/512GB dengan harga Rp 7.999.000, yang memberi ruang besar untuk foto beresolusi tinggi dan video 4K.
V60 datang dengan fokus yang lebih segar
Di sisi lain, Vivo V60 hadir sebagai model yang lebih baru dengan pendekatan fitur yang berbeda. Varian 12GB/512GB dibanderol Rp 8.499.000, sehingga untuk kapasitas yang setara, model ini meminta biaya tambahan dibanding V50.
Daya tarik V60 bukan semata pada kapasitas, melainkan pada arah pengembangannya. Ponsel ini lebih menonjol dalam video, konektivitas, dan pengalaman layar yang dibuat lebih relevan untuk penggunaan modern.
Kamera sama-sama kuat, tetapi arah pemakaiannya berbeda
Kedua ponsel tetap membawa kamera sebagai salah satu nilai jual utama. Itu wajar, karena kebutuhan foto dan video kini menjadi pertimbangan penting di kelas menengah atas.
Vivo V50 mengandalkan sensor utama 50MP yang dirancang untuk menangkap cahaya lebih banyak. Hasilnya diarahkan agar foto malam tetap terang dan tidak mudah dipenuhi noise.
Vivo V60 memakai konfigurasi tiga kamera dengan fokus pada stabilisasi gambar. Pendekatan ini membuat perekaman video sambil berjalan terasa lebih stabil dan nyaman untuk kebutuhan konten bergerak.
Mesin sama, pengalaman terasa dari konfigurasi memori
Untuk urusan performa, keduanya menggunakan Snapdragon 7 Gen 3 octa-core. Chipset ini mendukung efisiensi daya sekaligus kecepatan proses data, sehingga sama-sama cocok untuk aktivitas berat, aplikasi harian, dan bermain game.
Perbedaan justru muncul saat melihat konfigurasi memori yang ditawarkan. Vivo V50 langsung membawa RAM 12 GB pada varian dasarnya, sedangkan Vivo V60 hadir dengan opsi 8GB/256GB dan 12GB/512GB.
Bagi pengguna yang sering berpindah aplikasi, RAM 12 GB pada V50 menjadi nilai tambah yang nyata. Kombinasi itu membuatnya terlihat lebih agresif di sisi nilai jual, terutama saat harga pembuka berada di angka Rp 6.999.000.
Layar, baterai, dan konektivitas ikut menentukan pilihan
Vivo V50 memakai layar AMOLED yang ditujukan untuk pengalaman menonton dan melihat foto yang lebih memuaskan. Bodinya juga disebut ramping dan nyaman digenggam dalam durasi lama.
Ponsel ini dibekali baterai 6000mAh dengan teknologi pengisian cepat. Kombinasi tersebut membuatnya tetap relevan untuk pemakaian seharian tanpa terlalu sering mencari colokan.
Vivo V60 justru menonjol lewat layar dengan refresh rate tinggi. Transisi menu dan animasi game terasa lebih halus, terutama bagi pengguna yang sensitif terhadap kelancaran visual.
Selain itu, V60 sudah membawa dukungan jaringan 5G untuk unggah dan unduh yang cepat. Ada juga lensa ultra-wide yang membantu pengambilan foto grup dan pemandangan agar terlihat lebih luas.
Pilihan akhirnya bergantung pada prioritas
Jika fokus utama adalah efisiensi harga dan RAM besar, Vivo V50 terlihat lebih menguntungkan. Dengan Rp 6.999.000, pengguna sudah mendapat RAM 12 GB, Snapdragon 7 Gen 3, kamera utama 50MP, baterai 6000mAh, dan layar AMOLED.
Namun, Vivo V60 tetap menarik bagi pengguna yang mengincar paket lebih baru dengan perhatian pada video stabil, konektivitas 5G, dan layar refresh rate tinggi. Model ini lebih cocok untuk pengguna yang ingin pengalaman konten bergerak terasa lebih rapi dan terasa lebih segar dalam pemakaian harian.





