Villa Hantam Etihad Di Penghujung Era Guardiola, City Gagal Tutup Musim Dengan Manis

Aston Villa menutup laga di Etihad dengan hasil yang jauh lebih bernilai daripada sekadar tiga poin. Kemenangan 2-1 atas Manchester City memastikan mereka mengamankan posisi empat besar dan satu tiket ke Liga Champions musim depan.

Bagi Manchester City, malam itu justru berubah menjadi perpisahan yang pahit untuk Pep Guardiola di kandang sendiri. Tim tuan rumah sudah memimpin lebih dulu, tetapi keunggulan itu hilang setelah Villa membalikkan keadaan dengan efektif dan tenang.

City sebenarnya memulai pertandingan dengan dominasi yang jelas. Tekanan tinggi dan penguasaan bola membuat mereka tampak berusaha keras memberi penutup manis bagi era Guardiola di Etihad, terlebih dengan dukungan penuh suporter di tribun.

Harapan itu sempat muncul ketika Antoine Semenyo membuka skor pada menit ke-23. Dari situasi sepak pojok, bola diarahkan ke tiang dekat dan Semenyo menyelesaikannya dengan voli keras yang tak mampu dihentikan kiper Aston Villa.

Gol tersebut menjadi torehan ke-17 Semenyo di Premier League musim ini. Setelah unggul, City tetap mengendalikan permainan, meski Aston Villa masih beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat.

Babak kedua mengubah arah laga dengan cepat. Baru dua menit setelah jeda, Ollie Watkins memanfaatkan sapuan buruk John Stones untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan langsung menghidupkan kembali kepercayaan diri tim tamu.

Gol cepat itu membuat City mulai kehilangan ritme. Villa justru terlihat semakin nyaman ketika membangun serangan dan berani menekan lebih tinggi ke area pertahanan tuan rumah.

Puncaknya datang pada menit ke-61 saat Watkins kembali mencetak gol. Penyerang timnas Inggris itu sempat berada di posisi yang awalnya membuat hakim garis mengangkat bendera, tetapi VAR akhirnya mengesahkan gol tersebut karena Ruben Dias dinilai membuat Watkins tetap onside.

Keputusan itu menjadi dorongan besar bagi Aston Villa. Dengan keunggulan 2-1, mereka semakin dekat pada target penting di papan atas klasemen dan mampu menjaga ketenangan hingga pertandingan mendekati akhir.

Manchester City tidak berhenti mencari jalan untuk membalas. Phil Foden sempat mencetak gol penyeimbang pada masa injury time, tetapi wasit menganulirnya karena offside sehingga peluang terakhir tuan rumah ikut sirna.

Suasana emosional juga terasa saat Guardiola menarik keluar Bernardo Silva. Gelandang Portugal yang mengenakan ban kapten itu mendapat penghormatan dari rekan-rekannya di tepi lapangan, menambah nuansa haru dalam laga yang terasa seperti penutup sebuah era.

Pada akhirnya, City harus menerima kenyataan menutup musim sebagai runner-up dengan 78 poin. Aston Villa pulang dengan kemenangan penting, sementara Etihad menjadi saksi akhir yang menyakitkan bagi perpisahan Guardiola dengan Manchester City.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version