Operasi pembersihan besar-besaran kini menjadi fokus utama setelah badai debu, hujan lebat, dan sambaran petir melanda Uttar Pradesh. Di banyak titik, jalan dan jalur kereta sempat tertutup pohon tumbang sehingga tim darurat harus turun dengan gergaji mesin dan crane untuk memulihkan akses.
Cuaca ekstrem itu meninggalkan dampak yang sangat luas di negara bagian terpadat di India tersebut. Sedikitnya 96 orang tewas dan lebih dari 50 lainnya terluka, sementara rumah, tanaman, serta infrastruktur listrik ikut mengalami kerusakan.
Dampak paling berat dirasakan di permukiman dan wilayah pedesaan ketika angin kencang serta runtuhan bangunan terjadi bersamaan dengan petir. Otoritas setempat menyebut banyak korban jatuh akibat pohon tumbang, bangunan roboh, dan sambaran petir, sehingga operasi darurat langsung digelar di sejumlah distrik.
Situasi di Prayagraj berubah mencekam saat langit mendadak gelap dan angin kencang menghantam rumah-rumah. Ram Kishore mengatakan atap seng beterbangan hanya dalam hitungan menit, sementara suara pohon tumbang terus terdengar dari sore hingga malam.
Di Bhadohi yang berdekatan, Savitri Devi bersama keluarganya nyaris menjadi korban saat rumah lumpur mereka dihantam angin kencang. Dinding rumah sempat berguncang sebelum atap runtuh, lalu keluarga itu memilih bermalam di rumah kerabat.
Kerusakan yang ditinggalkan badai tidak hanya berupa bangunan yang ambruk. Banyak area juga menghadapi akses transportasi yang terganggu setelah jalur jalan dan rel tertutup pohon tumbang, membuat tim polisi dan tanggap bencana harus bekerja cepat di lapangan.
Narendra Srivastava, seorang pejabat administratif, mengatakan tim darurat telah dikerahkan ke seluruh wilayah terdampak. Ia menambahkan bahwa kerusakan paling luas terlihat pada rumah, tanaman, dan jaringan listrik, terutama di wilayah pedesaan.
Badai seperti ini memang kerap muncul di India utara antara Maret hingga Juni, sebelum hujan monsun tahunan tiba. Namun kali ini, dampaknya menyebar ke beberapa distrik sekaligus dan memicu respons darurat yang lebih besar dari biasanya.
Di tengah situasi itu, Kepala Menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath memerintahkan pejabat menyelesaikan operasi bantuan dalam waktu 24 jam. Ia juga meminta otoritas menyalurkan bantuan darurat dan kompensasi kepada keluarga yang terdampak.
Tim penyelamat masih terus membuka jalan, jalur kereta, dan akses bantuan bagi warga yang terisolasi. Fokus penanganan kini tertuju pada korban, pembersihan puing, serta pemulihan cepat di distrik-distrik yang paling parah terdampak.





