Pilihan drone pemula dari DJI kini tidak lagi sesederhana melihat harga atau label “mudah dipakai”. Neo 2 dan Lito sama-sama menyasar pengguna baru, tetapi keduanya menawarkan arah penggunaan yang berbeda sehingga keputusan pembelian jadi jauh lebih bergantung pada kebutuhan nyata.
Neo 2 menekan sisi praktis dan aman, sementara Lito mendorong pengalaman yang lebih dekat ke drone tradisional dengan kualitas kamera dan waktu terbang yang lebih panjang. Karena itu, calon pembeli perlu menilai sejak awal apakah lebih butuh drone ringkas untuk pemakaian cepat atau model yang lebih siap dipakai untuk perekaman serius.
Neo 2 lebih menonjol di kemudahan
Neo 2 dirancang untuk pengguna yang tidak ingin repot dengan banyak pengaturan. DJI membekalinya dengan rangka pelindung baling-baling, sensor pelacakan, dan kontrol berbasis AI yang membuat drone bisa mengikuti pengguna secara otomatis.
Pendekatan ini membuat Neo 2 terasa cocok untuk klip singkat, konten cepat, dan penggunaan dekat yang tidak menuntut banyak teknis. DJI juga menyediakan kontrol lewat ponsel, gestur, dan suara, lalu pengguna bisa naik ke pengalaman FPV jika memakai Motion Controller dan goggles.
Lito menyasar pemula yang mengejar hasil video
Berbeda dari Neo 2, seri Lito lebih menonjolkan kualitas hasil rekaman. DJI membekalinya dengan gimbal tiga sumbu dan radio transceiver bawaan, sehingga koneksi terasa lebih jauh dan kontrolnya lebih mendekati drone mainstream.
Model dasar Lito 1 memakai sensor CMOS 1/2 inci dan merekam video 4K/60fps, sama seperti Neo 2 di atas kertas. Namun, Lito 1 langsung terasa lebih siap untuk perekaman yang stabil karena sudah memiliki gimbal 3-axis dan durasi terbang yang lebih panjang.
Angka teknis memperlihatkan arah yang berbeda
Perbandingan spesifikasi membuat perbedaan keduanya semakin jelas. Neo 2 hadir sebagai opsi paling ringkas dengan bobot 151 gram, penyimpanan internal 49GB, dan waktu terbang 19 menit.
Lito 1 membawa bobot 249 gram, durasi terbang 36 menit, dan hanya bergantung pada MicroSD. Di atasnya, Lito 1X menawarkan sensor 1/1.3 inci, video 4K/60fps HDR, serta 42GB internal ditambah MicroSD.
Berikut ringkasan singkatnya:
| Model | Sensor kamera | Gimbal | Video | Waktu terbang | Bobot | Penyimpanan | Jangkauan | Harga terendah |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| DJI Neo 2 | 1/2-inch CMOS | 2-axis | 4K/60fps | 19 menit | 151g | 49GB | Wi‑Fi atau transceiver O4 opsional | $259 / £209 |
| DJI Lito 1 | 1/2-inch CMOS | 3-axis | 4K/60fps | 36 menit | 249g | MicroSD only | 15km | £299 |
| DJI Lito 1X | 1/1.3-inch CMOS | 3-axis | 4K/60fps HDR | 36 menit | 249g | 42GB + MicroSD | 15km | £369 |
Biaya awal tidak selalu paling ringan
Neo 2 memang terlihat lebih murah dari harga awalnya, tetapi paket dasarnya belum langsung memberi pengalaman kontrol jarak jauh yang lengkap. Transceiver opsional bisa menambah biaya sekitar $42 atau lebih, dan itu belum termasuk kebutuhan remote controller jika ingin terbang lebih dari jarak sangat dekat.
Lito 1 justru lebih sederhana dari sisi pembelian awal karena paket termurahnya sudah menyertakan RC controller. Artinya, pembeli tidak harus mengejar banyak aksesori tambahan untuk mendapatkan kontrol yang lebih umum dipakai pada drone konvensional.
Durasi terbang dan penyimpanan ikut memengaruhi kenyamanan
Selisih 19 menit dan 36 menit cukup berarti saat dipakai di lapangan. Sebagian waktu terbang biasanya habis untuk manuver dasar, kembali ke titik aman, dan mendarat, sehingga durasi yang lebih panjang memberi ruang lebih lega untuk mengambil gambar.
Penyimpanan juga membentuk alur kerja harian. Neo 2 unggul karena sudah membawa memori internal 49GB, sementara Lito 1 mengandalkan MicroSD, dan Lito 1X menggabungkan 42GB internal dengan MicroSD agar lebih fleksibel.
Pilihan terbaik bergantung pada gaya pakai
Neo 2 lebih masuk akal bagi pemula yang mengutamakan kemudahan, keamanan, dan ukuran yang ringkas untuk dipakai cepat. Drone ini paling cocok untuk pengguna yang ingin hasil praktis tanpa harus langsung berurusan dengan kontrol yang lebih kompleks.
Lito 1 dan Lito 1X lebih relevan untuk pembeli baru yang mengejar video lebih stabil, waktu terbang lebih panjang, dan sensasi terbang yang lebih dekat ke drone tradisional. Dari sisi kualitas kamera, Lito 1X terlihat paling kuat berkat sensor yang lebih besar dan dukungan D-Log M untuk pengolahan warna setelah perekaman.
Di sisi akses, DJI disebut belum menjual seri Lito lewat toko resminya di Amerika Serikat, sehingga pembeli masih perlu bergantung pada peritel lain. Kondisi ini ikut membuat perbandingan Neo 2 dan Lito tidak hanya soal spesifikasi, tetapi juga soal seberapa mudah keduanya dijangkau calon pembeli.