Bagi calon pembeli SUV elektrifikasi, satu hal yang paling dicari bukan hanya efisiensi, tetapi juga seberapa jauh mobil itu mampu melindungi penumpang saat kecelakaan berat. Geely Starray EM-i baru saja mendapat sorotan karena mampu melewati skenario tabrak yang sangat berat tanpa mengorbankan keselamatan kabin dan baterainya.
Pengujian tersebut dilakukan di fasilitas UTAC, Perancis, yang terakreditasi Euco NCAP. Rangkaian tesnya tidak biasa karena mobil tidak hanya menerima satu benturan, melainkan dua skenario berat secara beruntun dalam satu pengujian.
Dibentur dari samping, lalu menghantam tiang
Dalam simulasi itu, Starray EM-i lebih dulu menerima hantaman dari sisi kiri dengan kecepatan 60 kpj. Setelah terdorong akibat benturan awal, SUV plug-in hybrid ini kemudian bergerak dan menabrak tiang di sisi berlawanan.
Kombinasi dua benturan ini membuat pengujian jauh lebih menantang dibanding uji tabrak yang umum dilakukan. Situasi tersebut menuntut kekuatan struktur bodi sekaligus respons cepat dari sistem keselamatan kendaraan.
Hasilnya, ruang penumpang tetap terlindungi meski mobil mengalami dua benturan besar dalam satu rangkaian tes. Struktur bodi dinilai mampu menjaga kabin tetap aman, yang menjadi poin penting ketika kendaraan menghadapi skenario kecelakaan serius.
Sistem keselamatan aktif merespons tepat
Selain struktur kabin, respons airbag juga menjadi perhatian dalam tes ini. Airbag disebut mengembang pada momen yang tepat saat benturan terjadi, sehingga membantu mengurangi risiko cedera dari gaya tabrakan samping maupun hantaman berikutnya ke tiang.
Sistem eCall juga langsung aktif setelah kecelakaan. Fitur ini penting karena dapat membantu mempercepat respons darurat ketika penumpang membutuhkan pertolongan.
Pengunci pintu mobil pun terbuka otomatis setelah benturan. Kondisi tersebut memudahkan proses evakuasi karena tim penolong bisa segera mengakses kabin tanpa hambatan tambahan.
Perlindungan baterai ikut jadi sorotan
Sebagai kendaraan PHEV, Starray EM-i tidak hanya harus aman untuk penumpang, tetapi juga untuk baterainya. Uji tabrak ini sekaligus menunjukkan bahwa sistem perlindungan baterai tetap bekerja saat mobil menghadapi benturan keras.
Aspek ini menjadi penting karena kendaraan elektrifikasi membawa komponen bertegangan tinggi yang harus tetap terlindungi dalam kondisi kecelakaan berat. Dengan kata lain, pengujian ini memberi gambaran tambahan tentang kesiapan mobil menghadapi risiko di dunia nyata.
Geely menempatkan Starray EM-i sebagai SUV premium lima penumpang. Di Indonesia, model ini sudah dipasarkan dengan harga Rp499 juta on the road Jakarta.
Relevan untuk konsumen Indonesia
Sorotan terhadap hasil uji tabrak ini menjadi lebih besar karena mobil tersebut sudah dijual di Indonesia. Bagi konsumen, informasi keselamatan seperti ini penting, terutama untuk SUV keluarga dan kendaraan elektrifikasi.
Starray EM-i juga membawa klaim jarak tempuh yang besar. Mobil ini disebut mampu menempuh 1.000 km dalam kondisi sekali pengisian bahan bakar dan baterai penuh, sementara jarak tempuh dengan tenaga baterai saja diklaim mencapai 105 km.
Dengan kombinasi uji tabrak yang ekstrem, kabin yang tetap terlindungi, airbag yang bekerja tepat, eCall yang aktif otomatis, serta pintu yang terbuka setelah benturan, Starray EM-i mencoba menunjukkan bahwa sisi keselamatan mendapat perhatian serius. Bagi pasar Indonesia, hal ini menambah dimensi penilaian selain harga dan efisiensi, karena mobil juga harus siap menghadapi skenario kecelakaan berat.
Source: kabaroto.com